Terbit: 30 April 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Edema paru atau dikenal juga dengan sebutan edema pulmo adalah kelebihan cairan di paru-paru. Cairan terkumpul di banyak kantong udara di paru-paru, sehingga membuat seseorang kesulitan bernapas. Simak penjelasan lengkap mengenai gejala, penyebab, hingga penanganan yang bisa Anda lakukan.

Edema Paru: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa Itu Edema Paru?

Edema paru terjadi ketika cairan menumpuk di kantong udara paru-paru (alveolus) sehingga menyebabkan seseorang sulit untuk bernapas. Penumpukan cairan ini mengganggu pertukaran gas dan dapat menyebabkan gagal napas.

Edema pulmo yang berkembang secara tiba-tiba (acute pulmonary edema) adalah keadaan darurat medis yang membutuhkan perawatan segera. Pada kasus yang parah, keadaan ini bisa menyebabkan kematian.

Gejala Edema Paru

Tanda dan gejala edema paru dapat muncul tiba-tiba atau berkembang seiring waktu. Meski begitu, gejala yang Anda alami bergantung pada jenis yang dialami.

Tanda dan gejala edema paru mendadak (akut):

  • Kesulitan bernapas (dispnea) atau sesak napas ekstrem yang memburuk saat beraktivitas atau saat berbaring.
  • Perasaan tercekik atau tenggelam yang memburuk saat berbaring.
  • Batuk yang menghasilkan dahak yang mungkin disertai dengan darah.
  • Terjadi mengi.
  • Kulit terasa dingin dan lembap.
  • Kecemasan atau kegelisahan.
  • Bibir kebiruan.
  • Detak jantung yang cepat dan tidak teratur (palpitasi).

Tanda dan gejala jangka panjang (kronis):

  • Kesulitan bernapas saat beraktivitas atau saat berbaring.
  • Bangun di malam hari karena batuk atau sesak napas dan dapat diredakan dengan duduk.
  • Mengalami sesak napas lebih banyak dari biasanya saat aktif secara fisik.
  • Mengi.
  • Penambahan berat badan yang cepat.
  • Pembengkakan di ekstremitas tubuh bagian bawah.
  • Kelelahan.
  • Batuk baru atau semakin parah.

Tanda dan gejala High-Altitude Pulmonary Edema (HAPE):

HAPE dapat terjadi pada orang dewasa dan anak-anak yang bepergian atau berolahraga di dataran tinggi. Tanda dan gejala yang bisa terjadi, antara lain:

  • Sakit kepala, yang mungkin merupakan gejala pertama.
  • Sesak napas saat beraktivitas dan tidak menghilang meski sudah mencoba istirahat.
  • Penurunan kemampuan untuk berolahraga.
  • Batuk kering atau batuk yang menghasilkan dahak berwarna merah muda berbusa.
  • Detak jantung yang sangat cepat (takikardia).
  • Kelemahan.
  • Nyeri dada.
  • Demam ringan.

Ciri-ciri HAPE lainnya yang bisa terjadi adalah beberapa gejala cenderung memburuk di malam hari.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Edema paru yang datang tiba-tiba dapat mengancam nyawa. Segera dapatkan penanganan dari tenaga medis jika Anda memiliki gejala seperti:

  • Sesak napas, terutama jika datangnya tiba-tiba.
  • Kesulitan bernapas atau perasaan tercekik (dispnea).
  • Bunyi menggelegak, mengi, atau terengah-engah saat bernapas.
  • Mengeluarkan dahak berwarna merah muda dan berbusa saat batuk.
  • Kesulitan bernapas disertai banyak berkeringat.
  • Kulit berwarna kebiruan atau abu-abu.
  • Kebingungan.
  • Penurunan tekanan darah yang signifikan sehingga menyebabkan pusing, lemas atau berkeringat.

Penyebab Edema Paru

Perlu Anda ketahui, selama pernapasan normal kantong udara kecil di paru-paru akan terisi udara, oksigen diambil dan karbon dioksida dikeluarkan. Edema pulmo terjadi ketika alveolus terisi oleh banyak cairan.

Saat penumpukan cairan terjadi, dua masalah yang dapat muncul, antara lain:

  • Aliran darah tidak bisa mendapatkan cukup oksigen.
  • Tubuh tidak dapat membuang karbondioksida dengan baik.

Penyebab umum lainnya meliputi:

  • Radang paru-paru.
  • Sepsis (infeksi darah).
  • Paparan beberapa bahan kimia.
  • Gagal organ yang menyebabkan penumpukan cairan, seperti gagal jantung kongestif, gagal ginjal, atau sirosis hati.
  • Peradangan.
  • Trauma.
  • Reaksi terhadap obat tertentu.
  • Overdosis obat.

Selain cedera langsung pada paru-paru, seperti acute respiratory distress syndrome, penyebab lainnya adalah:

  • Cedera otak seperti pendarahan otak, stroke, cedera kepala, operasi otak, tumor, atau kejang.
  • High altitude.
  • Transfusi darah.

Faktor Risiko Edema Paru

Gagal jantung dan kondisi jantung lain yang meningkatkan tekanan pada organ ini dapat meningkatkan risiko edema pulmo. Faktor risiko gagal jantung meliputi:

  • Irama jantung yang tidak normal (aritmia).
  • Penggunaan alkohol.
  • Penyakit jantung bawaan.
  • Penyakit arteri koroner.
  • Diabetes.
  • Penyakit katup jantung.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Sleep apnea.

Namun, beberapa kondisi sistem saraf dan kerusakan paru-paru akibat hampir tenggelam, penggunaan obat-obatan, menghirup asap, infeksi virus, dan pembekuan darah juga dapat meningkatkan risiko.

Seseorang yang bepergian ke lokasi dataran tinggi di atas 2.400 meter mungkin dapat mengembangkan HAPE. Keadaan ini biasanya memengaruhi mereka yang tidak terbiasa dengan ketinggian. Anak-anak yang memiliki hipertensi pulmonal dan kelainan jantung struktural juga lebih mungkin terkena HAPE.

Baca Juga: Paru-Paru Basah: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll

Diagnosis Edema Paru

Pemeriksaan fisik adalah langkah pertama yang umum dilakukan. Dokter akan menggunakan stetoskop untuk mendengarkan suara dari paru-paru dan detak jantung yang tidak normal.

Tes darah akan dilakukan untuk menentukan kadar oksigen darah. Selain itu, tes ini juga dapat dilakukan untuk menentukan:

  • Tingkat elektrolit.
  • Fungsi ginjal.
  • Fungsi hati.
  • Jumlah darah dan blood markers dari gagal jantung.
  • Ultrasonografi jantung, ekokardiogram, dan elektrokardiogram (EKG) dapat membantu menentukan kondisi jantung.

Selain itu, rontgen dada juga berguna untuk melihat apakah ada cairan di dalam atau di sekitar paru-paru sekaligus memeriksa ukuran jantung. Prosedur CT scan dada mungkin diperlukan untuk membantu menentukan diagnosis.

Pengobatan Edema Paru

Perawatan pertama untuk keadaan ini adalah pemberian oksigen tambahan. Cara ini dapat membantu meredakan beberapa gejala. Pada beberapa kasus, Anda mungkin membutuhkan ventilasi mekanik untuk memberikan tekanan positif pada saluran napas (positive airway pressure).

Tergantung pada tingkat keparahan dan penyebab, dokter mungkin menyarankan Anda untuk mengonsumsi satu atau lebih obat-obatan berikut:

  • Diuretik.
  • Morfin.
  • Obat tekanan darah.
  • Inotropik.

Komplikasi Edema Paru

Apabila keadaan ini tidak mendapatkan penanganan, tekanan di arteri pulmonalis bisa naik (hipertensi pulmonal). Akhirnya, jantung menjadi lemah dan tekanan di jantung serta paru-paru meningkat. Komplikasi lain yang bisa terjadi meliputi:

  • Kesulitan bernapas.
  • Pembengkakan pada tungkai, kaki dan perut.
  • Penumpukan cairan di selaput yang mengelilingi paru-paru (efusi pleura).
  • Hati tersumbat dan bengkak.

Pencegahan Edema Paru

Anda dapat mencegah penyakit ini dengan cara menjaga kesehatan jantung dan paru-paru. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah mengontrol kolesterol dan tekanan darah. Berikut tips untuk menjaga kesehatan jantung, antara lain:

  • Konsumsi buah-buahan, sayur, biji-bijian, produk susu bebas lemak atau rendah lemak, dan berbagai makanan yang kaya protein.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Rutin berolahraga.
  • Jangan merokok.
  • Batasi asupan garam dan alkohol.
  • Mengelola stres dengan baik.

 

  1. Anonim. Pulmonary edema. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pulmonary-edema/symptoms-causes/syc-20377009. (Diakses pada 30 April 2021).
  2. Brunner, Stephanie. 2017. What is pulmonary edema?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/167533. (Diakses pada 30 April 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi