Terbit: 6 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Kulit yang sehat tidak hanya didapat dengan penggunaan skincare. Anda juga perlu mengimbanginya dengan menjalankan gaya hidup sehat. Salah satunya adalah dengan mengontrol jenis makanan yang dikonsumsi, termasuk menambahkan suplemen khusus. Jenis suplemen untuk kulit yang paling banyak dikonsumsi adalah vitamin E. Hal ini lantaran vitamin E menjadi sumber antioksidan yang menjadikan kulit lebih sehat secara alami.

vitamin-E-doktersehat

Photo Credit: Flickr.com/Lindsey Turner

Tidak hanya itu saja, megonsumsi vitamin E juga menjaga kulit terhindar dari sejumlah masalah. Kendati demikian, mengonsumsi vitamin E untuk merawat kulit masih diperdebatkan kegunaannya. Dilansir dari laman Web MD, terdapat dosis yang tepat bagi Anda yang ingin mengonsumsi suplemen vitamin E. dosis tersebut dibuat berdasarkan usia serta kondisi kesehatan.

1-3 Tahun – Anak dalam rentang usia ini disarankan untuk mengonsumsi paling banyak 6 miligram/hari atau setara dengan 9 IU.
4-8 Tahun – Sedangkan anak dengan rentang usia ini maksimal diperbolehkan mengonsumsi 7 miligram/hari (10,4 IU).
9-13 Tahun – Bagi anak-anak dengan usia 9-13 tahun disarankan menyantap suplemen vitamin E sebanyak 11 miligram dalam sehari atau setara dengan 16,4 IU.

Bagi Anda yang berusia 14 tahun atau lebih, dosis pengonsumsian suplemen vitamin E ini dibedakan berdasarkan jenis kelamin.

Wanita, 14 Tahun – Dilansir dari laman Web MD, wanita dalam rentang usia ini dianjurkan dalam sehari maksimal mengonsumsi vitamin E sebanyak 15 mg. Dosis tersebut juga berlaku bagi wanita yang tengah hamil. Sedangkan untuk wanita yang tengah dalam masa menyusui, dianjurkan mengonsumsi vitamin E sebanyak 19 mg/hari.

Pria, 14 Tahun – Pria yang berada dalam rentang usia ini disarankan untuk mengonsumsi suplemen vitamin E tidak lebih dari 15 miligram dalam sehari.

Kendati demikian, sejumlah orang justru disarankan mengonsumsi suplemen vitamin E melebihi dosis yang dianjurkan. Namun, hal tersebut hanya berlaku kepada para penderita kekurangan vitamin E yang kerap dibarengi dengan munculnya sejumlah gejala penyakit.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi