Terbit: 31 Maret 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo


Donor darah saat COVID-19, bolehkah? Ya, setiap harinya, ratusan atau bahkan ribuan orang memerlukan transfusi darah. Stok darah yang tersedia di rumah sakit umumnya didapatkan melalui kegiatan donor darah. Pertanyaannya, bagaimana kelangsungan kegiatan ini di tengah pandemi Corona COVID-19? Simak informasinya berikut ini!

donor-darah-saat-covid-19-doktersehat

Apa Itu Donor Darah?

Donor darah adalah kegiatan di mana seseorang memberikan atau mentransfusikan darahnya secara sukarela kepada orang lain yang membutuhkan. Darah yang sudah didonorkan nantinya diberikan kepada penerima donor yang memiliki golongan darah yang sama dengan si pendonor. Atau, pendonor bergolongan darah O bisa mendonorkan darahnya ke seluruh golongan darah.

Saat ini, kegiatan donor darah giat dilaksanakan oleh berbagai elemen masyarakat, tentunya dengan berpedoman pada regulasi yang telah ditetapkan pemerintah melalui Palang Merah Indonesia (PMI). PMI sendiri merupakan perhimpunan nasional yang oleh pemerintah RI (berdasarkan Keppres No. 246 tahun 1963) diberi mandat sebagai organisasi yang bertugas menjalankan fungsi kepalangmerahan.

Donor Darah saat COVID-19, Amankah?

Dilansir dari tirto.id, wilayah-wilayah seperti Bandung, Tangerang, hingga Surabaya dilaporkan mengalami kekurangan stok darah. Padahal—masih dikutip dari sumber yang sama—kebutuhan rumah sakit akan darah tetap banyak setiap harinya.

Tak bisa dipungkiri, di tengah situasi global yang sedang tak menentu akibat wabah COVID-19 ini, hampir semua aspek kehidupan mengalami gangguan, tak terkecuali aspek kesehatan yang salah satunya menyangkut ketersediaan stok darah.

Adanya kebijakan seperti pembatasan jarak (physical distancing) yang ditetapkan membuat banyak orang tidak bisa melakukan berbagai aktivitas yang biasa dilakukan sehari-hari, termasuk aktivitas mendonorkan darahnya pada orang lain. Terlepas dari hal tersebut, apakah donor darah saat COVID-19 sebenarnya aman?

Menurut United States Food and Drugs Administration (USFDA), donor darah saat pandemi Corona dapat dilakukan. Hal ini didasari fakta bahwa virus SARS-CoV-2 yang menjadi penyebab COVID-19 tidak dapat ditularkan melalui transfusi darah.

Syarat-Syarat Donor Darah saat COVID-19

Kendati donor darah saat pandemi Corona sudah dikonfirmasi oleh USFDA aman, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi, baik oleh pihak penyelenggara donor darah maupun calon pendonor.

Berikut adalah syarat-syarat donor darah saat COVID-19:

  • Calon pendonor harus dalam kondisi sehat
  • Calon pendonor tidak dalam status orang dalam pemantauan (ODP) maupun pasien dalam pengawasan (PDP)
  • Calon pendonor harus menjalani prosedur pemeriksaan medis terlebih dahulu sebelum melakukan donor darah
  • Pihak penyelenggara donor harus menerapkan physical distancing di area tempat donor darah
  • Pihak penyelenggara donor harus menyiapkan alat-alat standar untuk pencegahan penularan virus (hand sanitizer, masker, dsb.)

Selain itu, calon pendonor tentu harus memenuhi syarat standar untuk melakukan donor darah yaitu:

  • Usia 17 – 65 tahun
  • Berat badan minimal 45 kilogram
  • Sehat jasmani dan rohani
  • Memiliki tekanan darah sistolik 100 – 170, dan tekanan darah diastolik 70 – 100
  • Memiliki kadar hemoglobin antara 12,5 g/dl – 17 g/dl
  • Jarak dengan donor darah sebelumnya minimal 3 bulan
  • Donor darah maksimal 5 kali dalam kurun waktu 1 tahun

Persiapan Sebelum Donor Darah saat COVID-19

Jika Anda memenuhi syarat-syarat di atas, umumnya pihak penyelenggara donor darah akan memperbolehkan Anda untuk melakukan donor darah. Jika sudah begitu, maka perhatikan sejumlah persiapan sebelum donor darah berikut ini agar tidak malah merugikan diri sendiri.

1. Makan yang Cukup dan Bergizi

Membiarkan perut kosong saat hendak mendonorkan darah adalah kesalahan yang harus Anda hindari. Pasalnya, persiapan donor darah yang satu ini bertujuan untuk memberikan energi bagi tubuh sekaligus menjaga agar kadar gula darah di dalam tubuh stabil.

Oleh sebab itu, terapkan pola makan teratur beberapa hari hingga jam sebelum mendonorkan darah. Selain itu, perhatikan juga jenis makanan yang dikonsumsi. Makanan-makanan seperti ayam, ikan, daging merah, dan sejumlah jenis buah serta sayur adalah sumber zat besi terbaik yang bisa Anda dapatkan.

Selain itu, Anda juga disarankan untuk mengonsumsi makanan asin kira-kira 12 jam sebelum donor darah dilaksanakan. Pasalnya, aktivitas pengambilan darah akan mengurangi kadar garam di dalam tubuh sekitar 3 gram.

2. Minum Air Putih

Persiapan sebelum donor darah saat COVID-19 selanjutnya adalah banyak minum air putih. Air putih, menurut Palang Merah Amerika (American Red Cross), berfungsi untuk menjaga agar tubuh tetap terhidrasi. Selain itu, air putih juga mencegah darah mengental sehingga menghambat aliran darah.

Minumlah air putih secara teratur setiap hari sebanyak 8-10 gelas per harinya. Jika sudah, maka Anda siap untuk melakukan donor darah tanpa perlu khawatir.

3. Hindari Aktivitas Fisik Terlalu Berat

Melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat seperti olahraga angkat beban, bermain futsal, dan sebagainya sangat tidak dianjurkan bagi Anda yang hendak mendonorkan darah dalam waktu dekat.

Namun, bukan berarti Anda tidak bisa melakukan aktivitas fisik sama sekali, ya. Terlebih jika olahraga sudah menjadi rutinitas sehari-hari, Anda masih diperbolehkan untuk berolahraga, namun sebaiknya olahraga ringan seperti jogging. Hal ini juga guna menjaga agar tubuh tetap bugar saat donor darah nanti.

4. Istirahat yang Cukup

Persiapan sebelum donor darah saat pandemi Corona yang tentu saja tak kalah penting adalah, pastikan Anda untuk memiliki waktu istirahat alias tidur yang cukup sehari sebelum donor darah. Durasi istirahat juga menjadi pertimbangan bagi pihak penyelenggara kegiatan donor darah apakah akan mengizinkan calon pendonor darah untuk mendonorkan darahnya atau tidak.

Usahakan untuk tidur selama 8-9 jam pada malam hari sebelum keesokan harinya Anda melakukan donor darah di tempat yang sudah ditentukan agar tubuh senantiasa bugar dan tidak lemas pasca melakukan donor.

5. Berpakaian yang Nyaman

Donor darah akan memakan waktu yang cukup lama, mulai dari antre hingga proses pengambilan darahnya itu sendiri. Oleh sebab itu, memakai pakaian yang nyaman agar tidak mengganggu pergerakan selama berada di lokasi adalah persiapan sebelum donor darah yang juga tidak boleh Anda lewatkan.

Pilihlah pakaian lengan pendek. Atau kalaupun lengan panjang, usahakan pakaian cukup longgar. Pasalnya, saat mendonorkan darah nanti, petugas akan mengambil darah di area atas siku. Pakaian yang longgar akan memudahkan Anda untuk menggulung lengan baju sampai ke atas siku.

Pasca Donor Darah saat COVID-19

Setelah selesai mendonorkan darah, bukan berarti tidak ada hal lainnya yang luput dari perhatian Anda. Beberapa hal yang perlu diperhatikan setelah melakukan donor darah saat COVID-19 adalah:

  • Cuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer.
  • Tetap jaga jarak aman dengan orang lain di sekitar.
  • Konsumsi makanan ringan dan minum teh hangat (biasanya disediakan oleh pihak penyelenggara).
  • Istirahat sejenak selama 15-20 menit sebelum meninggalkan lokasi.
  • Minum air putih yang banyak.
  • Hindari aktivitas fisik terlalu berat, seperti angkat beban atau main futsal.
  • Hindari rokok dan alkohol.
  • Hindari berdiri atau terkena panas terlalu lama beberapa jam setelah donor darah.

Itu dia informasi mengenai donor darah saat COVID-19 yang perlu Anda perhatikan. Tetap berbuat kebaikan dengan cara mendonorkan darah di tengah wabah virus Corona SARS-CoV-2 adalah suatu langkah yang mulia. Kendati demikian, tetap jaga selalu kesehatan diri Anda agar jangan sampai tertular penyakit ini. Semoga bermanfaat!

 

  1. Anonim. Before and After You Donate Blood. https://www.donateblood.com.au/learn/before-and-after-you-donate (Diakses pada 31 Maret 2020)
  2. Etherington, D. 2020. FDA now allows treatment of life-threatening COVID-19 cases using blood from patients who have recovered. https://techcrunch.com/2020/03/24/fda-now-allows-treatment-of-life-threatening-covid-19-cases-using-blood-from-patients-who-have-recovered/ (Diakses pada 31 Maret 2020)
  3. PMI. Pelayanan Donor Darah. http://www.pmi.or.id/index.php/aktivitas/pelayanan/donor-darah/pelayanan-donor-darah.html  (Diakses pada 31 Maret 2020)
  4. Staines, M. 2020. Transfusion Service Says Blood Donor Still Needed during COVID-19 Outbreak. https://www.newstalk.com/news/blood-donors-covid-19-989611 (Diakses pada 31 Maret 2020)
  5. Taher, AP. 2020. Stok Darah Menipis saat Pandemi Covid-19, Negara Perlu Bertindak.
    https://tirto.id/stok-darah-menipis-saat-pandemi-covid-19-negara-perlu-bertindak-eG6E (Diakses pada 31 Maret 2020)
  6. USFDA. 2020. Important Information for Blood Establishments Regarding the Novel Coronavirus Outbreak. https://www.fda.gov/vaccines-blood-biologics/safety-availability-biologics/important-information-blood-establishments-regarding-novel-coronavirus-outbreak (Diakses pada 31 Maret 2020)
  7. WHO. 2020. Maintaining a safe and adequate blood supply during the
    pandemic outbreak of coronavirus disease (COVID-19)



DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi