Dokter Harus Berjalan Kaki 8 Km Demi Selamatkan Nyawa Pasien

doktersehat - Penyakit GBS, Apakah GBS bisa sembuh, pengobatan GBS

DokterSehat.Com– Pada 9 Juli 2018 lalu, jalan-jalan di kota Pune, India tidak bisa dilalui oleh kendaraan apapun karena adanya prosesi Palkhi. Hal ini membuat banyak orang yang kesulitan untuk mencapai tempatnya beraktivitas. Salah satunya adalah seorang dokter yang terpaksa harus berjalan 8 km demi mencapai rumah sakit untuk menyelamatkan pasiennya.

Dilansir dari Latestly, dr. Sushil Deshmukh yang berasal dari Kalyani Nagar harus memarkirkan mobilnya di sebuah lahan parkir di kawasan Hadapsar. Setelahnya, ia berjalan kaki selama 4 jam demi mencapai stasiun kereta Loni. Sesampainya di tempat tersebut, ia dijemput dengan sepeda motor oleh rekan sesama rumah sakit karena sudah ditunggu oleh seorang pasien yang membutuhkan prosedur laparoskopi darurat.

Sebagai informasi, pasien bernama Nitn Nathaji Raybhan ini mengalami komplikasi liver serius saat datang ke rumah sakit. Adanya prosesi Palkhi juga membuat sang pasien terpaksa berjalan hingga 1 jam lamanya demi mendapatkan bantuan medis di rumah sakit.

Dr. Sushil mencapai rumah sakit Vishwaraj Hospital pukul 15.00. Disana, ia menemukan Nitn sudah mengalami ruptured liver abscess (RLA) sepanjang 22 cm. penyakit ini bisa mengarah menjadi sepsis, empyema, atau peritonitis yang sangat berbahaya. Karena satu-satunya ahli bedah di rumah sakit tersebut adalah dirinya, ia pun langsung melakukan tindakan medis meski tubuhnya lelah karena baru saja berjalan sangat jauh.

Istri Nitn, Chanda Raybhan menyebutkan bahwa sepanjang perjalanan ke rumah sakit, mereka mengalami banyak kesulitan.

“Kondisinya sangat lemah sehingga kami kesulitan membawanya ke rumah sakit. Kami sangat berterima kasih kepada dokter karena langsung segera menangani kondisinya meskipun ia juga harus berjalan kaki sangat jauh untuk datang ke sini,” ucap Chanda.

Kondisi Nitn semakin membaik setelah mendapatkan penanganan medis dan kini sudah dalam kondisi stabil. Dokter berkata bahwa ada kemungkinan ia bisa pulang lebih awal dari perkiraan.