Terbit: 18 Oktober 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Disuria adalah suatu kondisi medis yang umum terjadi. Umumnya, disuria lebih sering dialami oleh wanita. Para pria jarang mengalami disuria kecuali pada pria yang sudah berusia lanjut. Kejadian disuria biasanya mengindikasikan adanya infeksi bakteri pada saluran kemih.

Disuria: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Akan tetapi, pada kasus tertentu disuria juga bisa menjadi gejala adanya batu ginjal, tumor, atau penyakit menular seksual. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk menggali informasi lebih dalam mengenai kondisi disuria ini. Temukan definisi disuria, penyebab disuria, gejala disuria, cara mengobati disuria, dan informasi lainnya di bawah ini.

Apa itu disuria?

Disuria adalah kondisi medis di mana seseorang merasakan ketidaknyamanan atau sulit buang air kecil. Ketidaknyamanan yang seringkali menyertai orang yang mengalami disuria adalah rasa nyeri, panas, atau terbakar.

Biasanya orang-orang yang mengalami disuria adalah para wanita khususnya wanita muda. Semakin tinggi wanita yang memiliki aktivitas seksual maka akan semakin tinggi pula peluang terjadi disuria. Pada pria biasanya sering terjadi pada pria tua.

Penyebab disuria

Kondisi medis disuria memiliki berbagai penyebab. Pengobatan disuria dipengaruhi oleh hal-hal yang menjadi penyebabnya. Sebagian besar penyebab disuria ini bisa diobati dengan mudah. Akan tetapi, ada juga penyebab disuria yang sulit diobati.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Di bawah ini adalah beberapa hal yang menjadi penyebab disuria:

1. Infeksi saluran kemih

Penyebab utama dari kejadian disuria adalah adanya infeksi pada saluran kemih. Hal ini disebabkan oleh bakteri yang masuk melalui uretra. Infeksi saluran kemih bisa terjadi di ginjal, ureter, kandung kemih dan uretra. Biasanya wanita lebih sering mengalami infeksi saluran kemih daripada pria.

Hal ini dikarenakan uretra wanita cenderung lebih pendek daripada pria. Pendeknya uretra pada wanita membuat bakteri yang masuk cepat sampai kandung kemih dan menginfeksinya. Pada wanita hamil, menopause, dan yang sering berhubungan seksual memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami infeksi saluran kemih.

Biasanya orang yang mengalami infeksi saluran kemih sering buang air kecil bahkan terkadang urin beraroma tidak sedap. Infeksi saluran kemih ini juga biasa disertai dengan nyeri pinggang dan demam.

2. Infeksi menular seksual

Selain infeksi saluran kemih, infeksi menular seksual juga bisa menjadi penyebab disuria. Infeksi menular seksual bisa menimbulkan rasa nyeri saat buang air kecil. Beberapa contoh infeksi menular seksual di antaranya adalah gonore, klamidia, herpes genital, dan lainnya. Orang-orang yang aktif dalam melakukan hubungan seksual perlu melakukan pemeriksaan.

3. Infeksi vagina

Tidak jarang wanita mengalami infeksi vagina. Infeksi vagina atau vaginitis disebabkan oleh pertumbuhan bakteri yang berlebih. Bakteri trikomoniasis adalah bakteri yang menyebabkan infeksi vagina. Perempuan yang mengalami infeksi vagina akan mengalami disuria.

4. Infeksi prostat

Infeksi lainnya yang bisa menyebabkan disuria adalah infeksi prostat. Hanya pria yang mengalami infeksi prostat. Infeksi prostat atau disebut juga prostatitits adalah kondisi peradangan pada kelenjar prostat. Pria yang mengalami infeksi prostat akan mengalami rasa terbakar pada saat buang air kecil.

5. Kista ovarium

Orang yang mengalami disuria juga bisa disebabkan oleh kista ovarium. Wanita yang memiliki kista ovarium akan mengalami rasa sakit saat buang air kecil. Kista ovarium bisa ada di salah satu sisi indung telur atau kedua sisi.

Perempuan yang mengalami kista ovarium biasanya akan memiliki nyeri panggul, nyeri haid, perubahan pada payudara, dan mengalami pendarahan vagina yang tidak umum. Kista ovarium juga seringkali membuat wanita sulit memahami apakah kandung kemihnya sudah kosong atau belum setelah buang air kecil.

6. Batu ginjal

Penyebab disuria juga bisa disebabkan oleh adanya batu ginjal. Batu ginjal ini terbentuk dari kalsium atau asam urat yang menumpuk lalu mengeras dan menjadi batu di ginjal. Letak batu ginjal bisa berada di dalam ginjal atau di dekat kandung kemih.

Batu ginjal yang berada di dekat kandung kemih inilah yang seringkali membuat seseorang mengalami rasa sakit saat buang air kecil. Apabila Anda memiliki batu ginjal biasanya Anda akan memiliki nyeri di pinggang, sering buang air kecil tetapi hanya sedikit urin, dan perubahan urin menjadi kecoklatan.

7. Kanker

Selain infeksi dan kista, penyakit kanker pun juga bisa menjadi penyebab disuria. Beberapa jenis kanker seperti kanker kandung kemih, kanker uretra, kanker vagina, kanker penis, dan kanker prostat bisa membuat seseorang yang mengalami sulit buang air kecil.

8. Masalah medis lainnya

Penyebab yang paling umum dari kejadian disuria adalah masalah medis. Masalah medis lainnya yang menyebabkan terjadinya disuria adalah diabetes mellitus, masalah neurologis, efek menopause, dan mengalami trauma pada saat pemasangan kateter.

9. Kepekaan terhadap bahan-bahan kimia

Selain karena masalah berbagai jenis infeksi atau masalah pada sistem reproduksi, penyebab disuria juga bisa disebabkan oleh kepekaan terhadap bahan-bahan kimia. Beberapa di antara Anda yang memiliki sensitivitas terhadap produk perawatan tubuh yang terkait dengan area genital bisa mengalami disuria.

Beberapa produk seperti lation, sabun, pelumas vagina, kertas toilet, alat douching, alat kontrasepsi dan lainnya memiliki bahan kimia tertentu. Bahan kimia tersebut yang bersentuhan dengan area genital bisa menyebabkan iritasi sehingga sakit saat buang air kecil.

10. Pengaruh obat

Beberapa jenis obat bisa menyebabkan terjadinya disuria. Bahan aktif dari obat-obatan tertentu bisa mengiritasi jaringan yang ada di kandung kemih. Hal inilah yang membuat rasa sakit saat buang air kecil.

Gejala disuria

Kejadian disuria disertai oleh beberapa gejala. Ada beberapa gejala disuria yang perlu Anda ketahui. Gejala disuria ini tergantung pada hal yang menjadi penyebab disuria. Berikut ini adalah beberapa gejala disuria yang perlu Anda ketahui:

Pada orang yang mengalami disuria karena infeksi, kanker, kista, dan masalah medis memiliki gejala seperti sering buang air kecil dalam jumlah sedikit dan merasakan nyeri dan panas saat buang air kecil.

Disuria yang disebabkan oleh infeksi di area genital memiliki gejala seperti gatal di area genital, pendarahan vagina, aroma urin yang tidak sedap, dan warna urin yang berbeda. Gejala disuria yang dialami juga bisa menimbulkan rasa nyeri saat berhubungan.

Apabila disuria disebabkan oleh bahan-bahan kimia maka gejala disuria adalah area genital menjadi gatal, iritasi, dan kemerahan. Orang yang mengalami disuria akibat pengaruh obat akan merasakan nyeri atau sakit saat buang air kecil.

Pengobatan disuria

Ada beberapa jenis pengobatan disuria. Jenis pengobatan disuria dipengaruhi oleh jenis penyebabnya. Apabila penyebab disuria adalah karena infeksi maka pengobatanya dengan cara menggunakan antibiotik yang disesuaikan dengan jenis infeksi yang dialami.

Ada obat antibiotik yang digunakan secara oral dan ada yang diberikan secara intravena. Pada infeksi vagina, ada antiobiotik yang diberikan dalam bentuk sediaan suppositoria dan krim yang dimasukkan ke dalam vagina.

Apabila penyebab disuria adalah karena peradangan maka obat yang harus digunakan adalah obat antiradang atau antiinflamasi. Pengobatan disuria yang alami adalah dengan memperbanyak minum air putih dan menjauhi penggunaan bahan-bahan kimia pada area genital.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi