Terbit: 13 Agustus 2020 | Diperbarui: 7 September 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Dislokasi adalah kondisi medis ketika tulang bergeser atau terlepas dari sendi dan menyebabkan ligamen di sekitarnya sobek. Ketahui apa itu dislokasi, gejala, penyebab, dan cara mengatasinya.

Dislokasi: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Apa Itu Dislokasi?

Dislokasi adalah cedera pada sendi yang menyebabkan tulang bergeser atau terlepas dari sendi sebagai tempat menumpu dua tulang atau lebih. Kondisi ini dapat terjadi pada sendi siku, lutut, kaki, pinggul, pergelangan kaki, tangan, jari, dan semua sendi di tubuh.

Cedera sendi (dislocation) juga dapat merobek ligamen, otot, saraf, pembuluh darah, jaringan, atau tendon di sekitar tulang. Kondisi ini umumnya terjadi akibat kecelakaan kendaraan, terjatuh, cedera olahraga, atau kecelakaan lainnya yang sangat keras dan berisiko fatal.

Kondisi tulang yang terlepas dari sendi adalah keadaan darurat medis yang harus segera ditangani. Cedera sendi ini sangat menyakitkan dan berbahaya bila tidak segera mendapatkan pertolongan medis.

Gejala Dislokasi

Gejala dislokasi berbeda-beda tergantung pada lokasi cedera sendi dan tingkat keparahannya. Gejala secara umum, meliputi:

  • Nyeri pada bagian sendi yang mengalami cedera
  • Sulit bergerak
  • Bengkak
  • Kesemutan
  • Area kulit kemerahan
  • Memar di sekitar sendi yang terluka
  • Ketidakstabilan sendi
  • Tidak dapat bergerak sama sekali atau sangat menyakitkan
  • Mati rasa

Umumnya, gejala cedera sendi dapat dikenali dari penampilan fisiknya karena area sendi akan membengkak dan sulit digerakan.

Kapan Harus ke Dokter?

Dislokasi adalah keadaan medis darurat. Terlebih lagi kondisi ini umumnya terjadi akibat kecelakaan parah. Bila Anda atau orang di sekitar Anda mengalami gejala tersebut, harap meminimalkan gerakan selagi menunggu pertolongan medis. Secara awam, gejalanya mungkin serupa dengan terkilir atau patah tulang dan semua kondisi tersebut harus segera mendapatkan pertolongan medis.

Penyebab Dislokasi

Dislokasi terjadi akibat tubuh di sekitar area sendi mengalami hantaman keras dan mendadak. Kondisi ini sering terjadi pada:

  • Kecelakaan kendaraan.
  • Kecelakaan atau cedera saat olahraga, termasuk main sepak bola, basket, voli, ski, senam, gulat, dan lainnya.
  • Terjatuh dari ketinggian dengan sangat keras.
  • Akibat pukulan atau benturan benda tumpul.
  • Kecelakaan atau cedera traumatis lainnya yang tidak terduga.

Berbagai kecelakaan tidak terduga dapat menyebabkan Anda terkilir, terluka, patah tulang, hingga cedera sendi. Maka dari itu, harap menjaga diri Anda dengan menggunakan pengaman saat berkendara dan berhati-hati di mana pun Anda berada.

Baca Juga: Keseleo (Terkilir): Penyebab, Gejala, Pengobatan, Pencegahan

Faktor Risiko Dislokasi

Berikut ini kelompok orang yang rentan mengalami cedera sendi:

  • Anak-anak yang bermain tanpa pengawasan orang dewasa.
  • Orang-orang dengan aktivitas fisik atau olahraga yang intens.
  • Orang tua dengan masalah otot dan koordinasi yang sudah melemah.
  • Orang dengan riwayat sendi terkilir berisiko terkilir lagi pada sendi yang sama dengan gejala yang lebih serius.
  • Faktor keturunan, orang yang terlahir dengan ligamen lebih longgar dan lebih rentan cedera.
  • Orang yang memiliki masalah keseimbangan atau sering jatuh dan terpeleset.

Setiap orang sebenarnya memiliki risiko yang sama mengalami kecelakaan pada tulang dan sendi, namun Anda dapat meminimalisir risiko dengan memerhatikan keamanan dan keselamatan diri dalam aktivitas sehari-hari.

Diagnosis Dislokasi

Dokter akan memeriksa Anda di ruang gawat darurat dan secepat mungkin menganalisis gejala yang Anda alami. Gejala cedera sendi serupa dengan patah tulang, jadi dokter harus memastikannya dengan pemeriksaan sebagai berikut:

  • Sinar-X, digunakan untuk memastikan cedera sendi dan risiko patah tulang akibat tulang bergeser dari sendi.
  • MRI, digunakan untuk memastikan tingkat keparahan cedera, kerusakan struktur jaringan, serta risiko kerusakan jaringan lunak lainnya yang berada di sekitar tulang dan sendi.

Dokter mungkin menggunakan prosedur lain untuk memastikan diagnosis. Sementara itu, dokter akan segera melakukan perawatan untuk meminimalisir kerusakan sendi atau tulang yang lebih parah.

Jenis Dislokasi

Dislokasi sendi dibedakan berdasarkan tingkat keparahan cedera sendi atau seberapa parah pergeseran tulang dari sendi, yaitu:

  • Subluksasi, bila sendi mengalami cedera sebagian. Kondisi ini terjadi saat tulang yang menempel pada sendi (berbentuk bola dengan soket untuk tulang sehingga tulang dapat digerakan) bergeser sebagian.
  • Dislokasi Penuh, bila tulang yang harusnya menempel pada sendi mengalami pergeseran penuh atau mungkin terlepas dari poros sendi. Kondisi ini membutuhkan perawatan intensif.

Cara Mengatasi Dislokasi

Dokter akan menangani kondisi ini sesuai dengan tingkat keparahan dan lokasi cedera sendi. Ada beberapa opsi perawatan, termasuk:

  • Reduction: Anda akan diberi obat penenang selagi dokter mencoba mengembalikan posisi sendi dan tulang sesuai tempatnya.
  • Imobilisasi: Menggunakan gips, gendongan, atau semacam belat untuk memastikan posisi sendi tetap aman setelah posisinya dikembalikan seperti semula. Anda mungkin harus menggunakannya selama beberapa minggu hingga kondisi sendi sembuh total.
  • Operasi: Prosedur pembedahan dibutuhkan bila cedera sendi juga merusak saraf, pembuluh darah, atau jaringan lunak di sekitarnya.
  • Obat-obatan: Dokter juga akan memberi resep obat pereda nyeri sendi selama perawatan.
  • Rehabilitasi: Dibutuhkan untuk melatih kekuatan sendi, otot, dan pergerakan Anda hingga benar-benar pulih.

Dokter juga akan meminta Anda untuk tidak menggerakan sendi yang masih cedera. Selain itu, Anda mungkin harus konsultasi secara rutin untuk mengecek perkembangan penyembuhan sendi Anda.

Baca Juga: Cara Mengatasi Patah Tulang agar Segera Sembuh

Komplikasi Dislokasi

Berikut ini beberapa komplikasi dari cedera sendi yang mungkin terjadi:

  • Otot, ligamen, atau tendon robek.
  • Kerusakan saraf atau pembuluh darah di sekitar sendi.
  • Arthritis atau radang sendi.
  • Peregangan sendi di masa depan.
  • Rentan mengalami cedera sendi berulang bila mengalami hantaman keras pada sendi yang sama.

Bila tidak ditangani, cedera sendi akan merusak sebagian besar jaringan lunak di sekitar sendi yang berakibat fatal bagi tulang dan saraf lainnya.

Cara Mencegah Dislokasi

Mengingat penyebab dislokasi adalah pukulan, hantaman, atau cedera traumatis pada sendi, maka Anda harus mencegahnya dengan menerapkan keamanan diri dengan beberapa cara, yaitu:

  • Pastikan gunakan pengaman saat berkendara dan selalu berhati-hati dijalan untuk mengurangi risiko kecelakaan fatal.
  • Pastikan Anda menggunakan pengaman terkait jenis olahraga yang ingin Anda mainkan. Anda juga harus melakukan pemanasan dan berhati-hati di lapangan.
  • Berhati-hati di mana pun Anda berada dan dalam melakukan aktivitas apa untuk mencegah agar tidak jatuh atau terkilir.

Itulah pembahasan lengkap tentang apa itu dislokasi dan cara mengatasinya. Harap selalu berhati-hati dan mengurangi risiko kecelakaan yang akan menyebabkan cedera sendi atau patah tulang. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

  1. Cleveland Clinic. 2018. Dislocation. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17873-dislocation. (Diakses pada 12 Agustus 2020).
  2. Dock, Elly. 2015. What Is a Dislocation?. https://www.healthline.com/health/dislocation. (Diakses pada 12 Agustus 2020).
  3. Mayo Clinic. 2019. Dislocation. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dislocation/symptoms-causes/syc-20354113. (Diakses pada 12 Agustus 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi