Terbit: 11 November 2020 | Diperbarui: 12 November 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Disfungsi ereksi pada diabetes adalah kondisi yang umum terjadi pada pria yang tubuhnya mengalami kekurangan hormon insulin. Meski semua pria bisa mengalami gangguan ini, pria dengan diabetes mungkin mengalaminya lebih awal. Simak penjelasan lengkap mengenai faktor apa saja yang bisa menyebabkan hal ini hingga cara mengobatinya.

Disfungsi Ereksi pada Diabetes: Penyebab dan Cara Mengobati

Hubungan antara Diabetes dan Disfungsi Ereksi

Seorang pria yang menderita diabetes 50% lebih tinggi berisiko mengalami impotensi dibandingkan pria tanpa diabetes, terlepas dari jenis diabetes yang dialami. Secara statistik, 35% – 75% pria dengan diabetes mengalami disfungsi ereksi atau biasa disebut dengan impotensi.

Gangguan yang membuat tubuh seorang pria tidak mampu mengontrol gula darah ini membuatnya mengembangkan disfungsi ereksi (DE) 5–10 tahun lebih awal dari kebanyakan pria.

Penting untuk diketahui bahwa DE dapat terkait dengan aliran darah yang tidak mencukupi ke penis, masalah emosional, atau masalah pada saraf penis. Diabetes bisa menjadi penyebab atau memperburuk masalah yang sudah ada sebelumnya.

Berikut ini adalah beberapa kemungkinan penyebab disfungsi ereksi pada diabetes, antara lain:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

  • Kerusakan Pembuluh Darah

Meningkatnya kadar gula dalam aliran darah bisa merusak pembuluh darah kecil (penyakit mikrovaskular). Kerusakan pembuluh darah pada penis membuatnya sulit untuk mempertahankan ereksi. Peningkatan risiko DE lebih tinggi pada pria dengan diabetes dan tekanan darah tinggi.

  • Kadar Testosteron Rendah

Diperkirakan 25% pria dengan diabetes memiliki kadar testosteron rendah. Testosteron berdampak besar pada fungsi seksual pria, sehingga keadaan ini dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Masalah lain yang bisa muncul adalah menurunnya hasrat seksual dan ketidaksuburan.

  • Depresi

Banyak pria dengan diabetes mungkin menjadi depresi atau mengalami kecemasan karena penyakit yang dialaminya. Keadaan ini pada akhirnya bisa menyebabkan DE. Salah satu contohnya adalah hilangnya ereksi pagi, keadaan yang biasa terjadi pada pria tanpa masalah ereksi. Kecemasan juga bisa menyebabkan pria tiba-tiba kehilangan ereksi saat berhubungan seks atau kesulitan melakukan ereksi.

  • Efek Samping Pengobatan

Banyak pria penderita diabetes mengonsumsi banyak obat untuk mengurangi risiko masalah jantung atau komplikasi dari diabetes. Beberapa obat ini juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi dengan menurunkan tekanan darah atau menyebabkan efek samping lain yang membuat sulit ereksi.

Faktor Risiko Disfungsi Ereksi pada Diabetes

Terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan komplikasi diabetes, termasuk DE. Peningkatan risiko lebih mungkin terjadi jika:

  • Memiliki kadar gula darah yang tidak terkelola dengan baik.
  • Konsumsi makanan yang tidak sehat.
  • Jarang berolahraga.
  • Mengalami obesitas.
  • Merokok.
  • Minum alkohol dalam jumlah berlebihan.
  • Menderita hipertensi yang tidak terkontrol.
  • Memiliki profil lipid yang abnormal.
  • Minum obat resep untuk tekanan darah tinggi, nyeri, atau depresi.
  • Minum obat yang mencantumkan DE sebagai efek samping.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Jangan malu untuk membicarakan masalah disfungsi ereksi dengan dokter. Perasaan malu justru akan menghalangi Anda untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Jika Anda melihat perubahan dalam frekuensi atau durasi ereksi, konsultasi dengan dokter urologi diperlukan.

Dokter dapat mendiagnosis DE dengan meninjau riwayat kesehatan dan menilai gejala. Pemeriksaan fisik bisa dilakukannya untuk untuk memeriksa kemungkinan masalah saraf pada penis. Selain itu, tes darah atau urine mungkin disarankan untuk membantu diagnosis.

Sedangkan jika Anda tidak mengalami gejala DE apa pun, tetapi didiagnosis menderita diabetes atau penyakit jantung, Anda harus mendiskusikan kemungkinan masalah ini di masa mendatang. Dokter dapat membantu menentukan langkah pencegahan.

Pengobatan Disfungsi Ereksi Terkait dengan Diabetes

Terdapat berbagai perawatan DE yang bisa Anda pilih. Namun sebelum melakukannya, konsultasi dengan dokter diperlukan untuk menentukan pilihan yang sesuai dengan kondisi. Berbagai cara mengobati impotensi karena diabetes, antara lain:

  • Obat Oral

Obat disfungsi ereksi termasuk sildenafil, tadalafil, vardenafil, atau avanafil. Obat-obat tersebut dapat membantu memperlancar aliran darah ke penis, membuatnya lebih mudah untuk mendapatkan dan mempertahankan ereksi. Tanyakan pada dokter mana obat yang terbaik untuk Anda konsumsi.

  • Pengobatan Lain

Jika obat oral bukan pilihan yang baik untuk Anda, dokter mungkin merekomendasikan tiny suppository yang dimasukkan ke ujung penis sebelum berhubungan seks. Kemungkinan lain adalah obat yang  disuntikkan ke pangkal atau samping penis.

Seperti obat oral, obat ini meningkatkan aliran darah yang membantu mendapatkan dan mempertahankan ereksi.

  • Vacuum-Constriction Device

Alat yang juga disebut pompa penis ini adalah tabung berlubang yang digunakan untuk menarik darah ke penis sehingga membuatnya ereksi. Pengikat yang ditempatkan pada pangkal penis mempertahankan ereksi setelah tabung dilepas.

  • Implan Penis

Jika obat-obatan atau pompa penis tidak membantu mengobati impotensi karena diabetes, implan penis bedah mungkin menjadi pilihan. Terdapat dua tipe umum implan penis, yakni inflatable (yang dapat dikembangkan secara manual) dan semirigid (semi-kaku). Masing-masing tipe memiliki kelebihan dan kekurangan.

Buatlah Pilihan Gaya Hidup yang Baik

Setelah Anda mengetahui berbagai cara mengobati impotensi karena diabetes seperti di atas, hal penting lainnya yang harus dilakukan adalah menerapkan gaya hidup lebih sehat.

Jangan meremehkan perubahan-perubahan kecil yang sedang Anda lakukan karena hal itu bisa meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Pilihan gaya hidup yang baik untuk dilakukan, antara lain:

  • Berhenti merokok. Merokok bisa mempersempit pembuluh darah sehingga bisa memperburuk disfungsi ereksi. Merokok juga dapat menurunkan kadar nitric oxide, senyawa yang memberi sinyal pada tubuh untuk mengalirkan darah ke penis.
  • Menurunkan berat badan berlebih. Kelebihan berat badan dapat menyebabkan atau memperburuk disfungsi ereksi.
  • Olahraga. Aktivitas fisik dapat membantu mengatasi kondisi mendasar yang berperan dalam disfungsi ereksi dengan berbagai cara, termasuk mengurangi stres, membantu menurunkan berat badan, dan meningkatkan aliran darah.
  • Batasi atau hentikan konsumsi alkohol. Konsumsi minuman alkohol yang berlebihan dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

 

  1. Anonim. Erectile dysfunction and diabetes: Take control today. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/erectile-dysfunction/in-depth/erectile-dysfunction/art-20043927. (Diakses pada 11 November 2020).
  2. Aungst, Timothy. 2019. Diabetes and Erectile Dysfunction – What You Need To Know. https://www.goodrx.com/blog/diabetes-and-erectile-dysfunction-causes-treatments/. (Diakses pada 11 November 2020).
  3. Roland, James. 2019. Type 2 Diabetes and Erectile Dysfunction (ED): Is There a Connection?. https://www.healthline.com/health/type-2-diabetes/type-2-and-erectile-dysfunction#treatment. (Diakses pada 11 November 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi