Dihukum Kakak Kelas, Siswi SMA di Mokokerto Lumpuh

kaki_doktersehat_2
Photo Source: Flickr/science_vision

DokterSehat.Com– Seorang gadis yang merupakan siswa salah satu SMA di Mojokerto, Jawa Timur lumpuh setelah dihukum untuk melakukan squat jump karena terlambat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya. Yang menghukum siswa bernama Mas Hanum Dwi Aprilia ini bukanlah guru, melainkan kakak kelasnya. Ia diminta untuk melakukan squat jump sebanyak 100 kali hingga mengalami kelelahan.

Siswa yang juga merupakan santri dari Pondok Pesantren Al Ghoits, Gondang, Mojokerto ini kini hanya bisa berbaring lemah tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Menurut pengasuh pesantren, Hanum mulai mengalami kelumpuhan pada Rabu, 18 Juli 2018 setelah shalat subuh.

“Awalnya ia mengeluhkan sakit pada kaki hingga punggungnya. Hanum kemudian mengalami kelumpuhan,” ucap Gus Rofiq yang merupakan pengasuh pesantren.

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa squat jump memang tidak boleh dilakukan dengan serampangan, apalagi jika orang yang melakukannya jarang berolahraga. Jika tidak, maka ia bisa mengalami cedera. Hal ini disebabkan oleh latihan squat jump yang mampu memberikan beban yang sangat berat bagi pergelangan kaki, lutut, panggul, dan punggung.

Bagian persendian juga mendapatkan beban yang sangat berat saat melakukan latihan ini. Jika tidak melakukan pemanasan terlebih dahulu atau jarang berolahraga, maka otot-otot akan mengalami kram atau bahkan cedera parah. Selain itu, korban juga rentan terkena gangguan keseimbangan otot.

Melihat adanya fakta ini, ada baiknya kita tidak melakukan squat jump atau menjadikan salah satu latihan ini sebagai hukuman karena bisa memberikan efek yang buruk bagi kesehatan jika dilakukan dengan sembarangan.

Kini, Hanum sedang menjalani pengobatan alternatif untuk mengatasi masalah kesehatan yang dialaminya.