Baru Membeli Ular, Wanita Ini Digigit Hingga Koma

kepala_bisa_ular_doktersehat_1
Photo Source: Live Science/Jennifer Sutcliffe

DokterSehat.Com– Wanita berusia 21 tahun dari Tiongkok dengan nama samaran Xiaofang suka memelihara hewan reptil, termasuk ular. Sayangnya, ia teledor saat membeli ular yang akan dipeliharanya di toko online. Setelah membuka paketan yang berisi ular ini, ia langsung dipatuk dan kini jatuh koma di rumah sakit.

Dilansir dari South China Morning Post, tak hanya koma, sang wanita kini bahkan harus bertahan hidup dengan alat penyokong kehidupan di sebuah rumah sakit yang ada di kawasan Weinan, provinsi Shaanxi yang ada di barat laut Tiongkok. Menurut dokter yang menanganinya, bisa racun yang ada dalam tubuhnya termasuk dalam level yang sangat berbahaya.

Setelah ditelusiri pihak yang berwajib, ular yang dipelihara oleh Xiaofang adalah ular Krait, sejenis kobra yang bisa ditemukan di Tiongkok dan Asia Tenggara. Menurut pemerintah setempat, bisa dari racun ular ini sangatlah berbahaya, sehingga sangat tidak disarankan untuk dijadikan hewan peliharaan.

Menurut orang tua dari wanita ini, Xiaofang sempat meminta tolong kepada mereka setelah digigit ular tersebut. Ia juga mengalami gejala seperti mual-mual dan pusing satu jam kemudian. Meskipun sempat dibawa ke rumah sakit dalam kondisi sadar, beberapa saat kemudian ia jatuh ke dalam keadaan koma.

Rumah sakit tempat Xiaofang dirawat tidak memiliki penawar bisa ular yang bisa mengatasi racun level tinggi seperti dari ular krait. Hal ini disebabkan oleh ular ini yang memang tidak biasa ditemukan di daerah tersebut. Hingga keesokan harinya, kondisi Xiaofang pun semakin memburuk.

Ular tersebut kemudian dilaporkan telah tewas dan ditemukan dekat dengan rumah Xiaofang. Sementara itu, orang tua Xiaofang menemukan riwayat panggilan di ponsel anaknya yang menunjukkan bahwa ular ini diberi secara online. Bahkan, penjual sudah memperingatkan bahwa ular ini berbisa.

Tak hanya sangat mematikan dan tidak disarankan untuk dipelihara, ular krait dianggap sebagai spesies langka sehingga dilarang untuk dipelihara atau diperjualbelikan di Tiongkok.