Terbit: 11 Juni 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Bulan puasa seringkali dijadikan sebagai metode alternatif dalam menurunkan berat badan. Hal Ini dikarenakan selama berpuasa tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman selama kurang lebih 12 jam. Beberapa penelitian juga membenarkan bahwa puasa merupakan salah satu cara yang paling ampuh untuk dijadikan sebagai metode diet. Selain bisa mendapatkan hasil yang maksimal, puasa juga bisa memberikan efek baik bagi kesehatan tubuh.

Inilah 3 Jenis Diet yang Hampir Mirip dengan Puasa

Melihat banyaknya manfaat baik dari puasa, tak heran jika banyak orang yang menerapkannya dengan tujuan untuk menurunkan berat badan. Bahkan, beberapa jenis diet bermunculan yang sistemnya hampir sama dengan puasa. Berikut adalah tiga jenis diet yang mirip dengan puasa yang bisa Anda coba.

1. OCD

OCD merupakan jenis diet yang dipopulerkan oleh Deddy Corbuzier dan telah banyak digemari karena dianggap mampu memberikan hasil yang efektif. Diet ini juga termasuk ke dalam diet intermittent fasting dimana Anda harus mengatur jendela waktu makan Anda, misalnya 16 jam berpuasa dengan 8 jam makan, ataupun sebaliknya. Artinya, Anda hanya dipernolehkan makan selama 8 jam saja, selebihnya Anda harus berpuasa dengan tidak mengonsumsi makanan apapun, namun masih diperbolehkan untuk minum air putih.

2. Eat-Stop-Eat

Jenis diet ini hampir sama dengan puasa Nabi Daud yang memiliki konsep berpuasa selama 24 jam, lalu diperbolehkan untuk makan, namun harus berpuasa kembali. Artinya, Anda harus puasa selang seling, yakni hari ini puasa, besok tidak, besoknya lagi puasa, dan begitu seterusnya. Namun, sama halnya dengan OCD, selama berpuasa Anda masih diperbolehkan untuk minum air putih. Diet ini membuat tubuh melakukan pembakaran kalori lebih banyak, sehingga lemak juga bisa lebih banyak terbakar.

3. Diet 5:2

Mungkin diet ini masih belum cukup popular dikalangan masyarakat, namun diet 5:2 juga dipercaya dapat memberikan hasil yang luar biasa. Untuk melakukan diet ini, Anda perlu membatasi jam makan dan juga kalori selama 2 jam dalam seminggu. Berbeda dari OCD dan eat-stop-eat, diet ini masih memperbolehkan Anda untuk mengonsumsi makanan, namun dengan catatan harus berkalori rendah dan tinggi nutrisi.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi