Diet Tanpa Karbohidrat: Manfaat, Metode, Efek Samping, dan Makanan yang Dikonsumsi

DokterSehat.Com – Salah satu jenis diet yang paling banyak dilakukan oleh masyarakat saat ini adalah diet dengan mengurangi karbohidrat atau low-carb. Diet ini dilakukan untuk membuat Anda jadi lebih sehat dan mengurangi berat badan yang terlalu berlebihan. Singkatnya, kita hanya mengurangi nasi, sesuatu yang manis, dan juga apa saja yang mengandung tepung. Lalu bagaimana kalau karbohidrat tidak dimakan sama sekali?

Mengenal diet tanpa karbohidrat

Kalau melakukan diet dengan jenis low carb kita masih bisa mengonsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat yang cukup besar asal masih ada batasannya Batas itu sekitar 50 gram per hari. Kalau Anda bisa makan sekitar itu, diet tidak akan menyalahi protokolnya dan bisa berjalan dengan lancar.

Hampir sama dengan diet rendah karbohidrat, diet ini juga membatasi karbohidrat, tapi lebih kecil lagi. Kalau tidak ada karbohidrat akan lebih baik. Biasanya makanan dengan kandungan karbohidrat rendah dan memiliki serat tinggi masih dibutuhkan karena bisa mengganjal perut dan mengurangi rasa lapar lebih banyak.

Diet tanpa karbohidrat hanya mengonsumsi sumber dari protein dan juga lemak saja. Dua sumber ini harus lebih banyak dan lemak bisa dikonsumsi hingga 70% dari total kalori yang masuk ke dalam tubuh. Anda boleh melakukan defisit kalori atau tidak sama sekali. Kalau tidak ada defisit, berarti olahraga harus dilakukan.

Oh ya, karena karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh awalnya sumber kalori utama, kalau kita mendadak menghentikannya bisa menyebabkan masalah yang besar. Beberapa orang akan mengalami lemas berlebihan dan craving carb atau memiliki rasa ingin makan nasi dan yang manis terlalu besar. Fase ini biasanya terjadi selama 2 minggu lalu tubuh akan menyesuaikan diri.

Cara mengikuti diet tanpa karbohidrat

Sebenarnya aturan main dari diet tanpa karbohidrat ini sangat sederhana. Anda harus menghindari konsumsi karbohidrat setiap harinya. Kalau bisa tidak ada asupan karbohidrat sama sekali dan hanya berupa serat saja. Namun, pada awal pelaksanaan Anda akan kesulitan. Oleh karena itu batasnya berada di bawah 20 gram karbohidrat sehari.

Selain karbohidrat, Anda bisa mengonsumsi berbagai jenis makanan apapun. Mau yang tinggi lemak atau protein tidak masalah. Selama Anda masih bisa mempertahankan jumlah kalori hariannya. Anda bisa dengan mudah melakukannya kalau tidak dibiasakan membuat kesalahan.

Kalau Anda ingin makan sesuatu, ada baiknya mengetahui apakah makanan itu baik untuk diet atau tidak. Lalu apakah kandungan karbohidratnya tinggi atau malah sangat rendah. Hal-hal seperti ini harus Anda ketahui dengan baik sehingga diet bisa berjalan dengan lancar.

Anda disarankan untuk memasak sendiri. Dengan memasak sendiri, apa saja yang dimakan akan diketahui kandungannya. Gunakan aplikasi untuk mengukur jumlah kalori yang terkandung. Dengan aplikasi ini Anda akan tahu berapa kandungan karbohidrat, lemak, dan protein dari makanan tertentu.

Manfaat diet tanpa karbohidrat

Diet tanpa karbohidrat dan hanya mencukupi nutrisi dari lemak dan protein saja ini memiliki beberapa manfaat. Kalau Anda bisa melakukannya dengan baik dan sesuai protokol, beberapa hal di bawah ini bisa didapatkan dengan mudah.

  • Menurunkan berat badan. Dengan membatasi jumlah karbohidrat ke dalam tubuh, kadar air yang berlebihan akan anjlok. Itulah kenapa pada minggu awal diet penurunan akan berjalan cepat. Selain itu, berdasarkan penelitian yang dilakukan, melakukan diet ini selama 6 bulan bisa menurunkan berat badan sampai 4 kg.
  • Menjaga kesehatan jantung. Dari beberapa penelitian yang dilakukan, diet dengan karbohidrat sangat minim mampu meningkatkan HDL atau kolesterol baik dan menurunkan level trigliserida. Artinya peluang terjadi gangguan pada pembuluh darah akan sangat kecil.
  • Menjaga gula darah agar selalu stabil. Memangkas karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh akan membuat Anda jadi lebih sehat karena gula darah menjadi lebih terkontrol.
  • Menurunkan tekanan darah.
  • Mengecilkan lemak di perut. Lemak di perut adalah yang paling sulit dihilangkan. Itulah kenapa kalau ingin sixpack, karbohidrat harus dikurangi.

Kemungkinan efek samping diet tanpa karbohidrat

Meski memiliki banyak manfaat, tanpa menggunakan karbohidrat juga bisa menyebabkan beberapa masalah yang terdiri dari:

  • Menyebabkan seseorang jadi sakau dengan karbohidrat dan juga gula. Kondisi ini akan membuat mereka jadi sering pusing dan kontrol untuk makan sesuatu jadi sangat rendah.
  • Sebagian besar sayuran mengandung serat dan juga karbohidrat. Kalau kita menghindari makanan itu, kebutuhan serat harian akan turun. Kalau hal ini terjadi, kondisi seperti akan sering terjadi.
  • Kekurangan beberapa nutrisi tubuh. Beberapa buah dan sayuran yang harus dihindari mengandung cukup banyak vitamin seperti B, C, dan antioksidan.

Makanan yang dikonsumsi

Makanan yang bisa dimakan kalau melakukan diet ini terdiri dari:

  • Berbagai jenis daging dan olahannya. Berlemak atau tidak semuanya bisa dimakan.
  • Semua jenis ikan laut mulai dari salmon, tuna, hingga kepiting.
  • Berbagai jenis bumbu.
  • Minuman tanpa gula baik itu air putih atau kopi.
  • Biji-bijian rendah karbohidrat (nett carbs).
  • Sayuran yang tidak mengandung banyak tepung seperti brokoli dan sayuran hijau.

Makanan yang harus dihindari

Makanan yang harus dihindari terdiri dari:

  • Berbagai jenis buah.
  • Olahan susu.
  • Gula dan penggantinya yang manis.
  • Berbagai jenis tepung.
  • Berbagai jenis ubi dan kentang.
  • Kue, roti, dan makanan pendamping seperti kecap atau saus.

Inilah sedikit ulasan tentang diet tanpa karbohidrat atau zero-carb. Diet ini memiliki cukup banyak manfaat untuk tubuh khususnya dalam hal menurunkan berat badan pada mereka yang mengalami obesitas. Meski demikian, ada beberapa risiko yang harus diperhatikan sehingga diet bisa berjalan lancar dan tidak membuat tubuh menjadi sakit.