Awas, 3 Cara Diet yang Sering Dilakukan Ini Ternyata Tidak Sehat

Diet-terkenal-tak-turunkan-BB-doktersehat-1

DokterSehat.Com– Apakah Anda sedang melakukan diet penurunan berat badan? Diet penurunan berat badan memang merupakan salah satu jenis diet yang paling populer dan diminati banyak orang.

Tak ayal, kini ada berbagai cara yang disebut-sebut mampu menurunkan berat badan, mulai dari semakin beragamnya jenis diet, tips atau cara makan tertentu yang mampu menurunkan berat badan, hingga konsumsi makanan atau minuman tertentu yang diklaim mampu menurunkan berat badan dengan cepat.

Berbagai pengembangan cara penurunan berat badan tersebut tentu menarik untuk dicoba dan dibuktikan keberhasilannya, ya.

Akan tetapi, jika tidak cermat kita justru bisa melakukan diet dengan cara yang salah dan tidak sehat, lho.

Bahaya melakukan diet dengan cara yang salah

Diet yang dilakukan dengan cara yang salah atau tidak tepat, tentu saja sangat berbahaya untuk tubuh.

Umumnya diet atau cara tertentu tersebut hanya berfokus pada penurunan berat badan saja tanpa menyebutkan atau mempertimbangkan efek samping yang diberikan, diantaranya:

  • Ganggguan pemenuhan gizi harian, karena umumnya diet dilakukan dengan pemilihan jenis dan porsi makanan yang ketat
  • Produksi hormon dalam tubuh terpengaruh, asupan gizi yang tidak terpenuhi akan mengganggu kebutuhan tubuh dalam memproduksi hormon
  • Fungsi organ dan metabolisme terganggu, gizi dan hormon yang terganggu dalam jangka panjang akan merusak fungsi organ dan metabolisme tubuh

Lantas, apa saja jenis atau cara diet yang berbahaya dan dapat menyebabkan bahaya di atas?

Berikut beberapa jenis diet yang salah dan bisa membahayakan bagi kesehatan:

1. Diet yang hanya menganjurkan makan dalam porsi dan jenis yang sangat sedikit atau terbatas

Picture Credit: www.pexels.com

Diet yang hanya menganjurkan konsumsi 2-3 lembar roti tawar saja dan hanya boleh mengonsumsi makanan tertentu, misalnya minuman kombinasi, buah, atau lauk tertentu, dengan ketentuan atau batasan yang sangat ketat, bukan merupakan jenis diet yang sehat, mengapa?

Meskipun sedang melakukan diet, tubuh tetap memerlukan energi basal untuk menjalankan metabolisme dasar tubuh, yaitu fungsi otot, otak, pencernaan, dan sebagainya.

Diet ketat yang sehat sekalipun, umumnya tidak akan menganjurkan konsumsi dibawah 1200-1000 kkal untuk orang dewasa yang mengalami obesitas. Pengurangan energi yang ekstrem membuat tubuh mengalami defisit energi dan terbukti mempercepat rusaknya organ tubuh.

2. Diet yang menganjurkan mengonumsi bahan non pangan

Pernah mendengat diet yang mengajurkan konsumsi serat kapas? Diet ini pernah populer karena mengklaim serat kapas dapat dimakan dan mampu memberikan rasa kenyang hingga mampu menurunkan berat badan dengan efektif.

Selain itu, diet dengan bahan non pangan lainnya antara lain diet cacing pita, yang membuat tubuh sengaja terinfeksi cacing pita.

Akan tetapi, hal ini tentu bukan cara yang tepat dilakukan, mengingat serat kapas maupun cacing pita bukanlah bahan yang bisa dicerna atau aman untuk tubuh dan justru bisa mengganggu fungsi pencernaan. Mengonsumsi bahan yang bukan merupakan bahan pangan tentu membuat organ tubuh, baik pencernaan atau hati, bekerja lebih keras yang bisa merusak fungsinya.

3. Diet yang hanya menganjurkan konsumsi 1-2 jenis zat gizi saja

Diet yang hanya menganjurkan konsumsi makanan hewani atau lemak baik saja, atau mengonsumsi hanya satu jenis makanan tertentu saja untuk menurunkan berat badan, atau disebut dengan istilah cleanse eating, juga kurang tepat dilakukan, mengapa?

Seperti yang telah disebutkan, tubuh tetap memerlukan energi basal untuk metabolisme dasar tubuh, meskipun sedang diet. Asupan energi yang dibutuhkan tentu adalah jenis asupan yang tetap lengkap dan bergizi seimbang.

Mengurangi porsi zat gizi yang tinggi energi, misalnya karbohidrat, tentu boleh dilakukan, namun menghilangkannya sama sekali bukanlah pilihan yang sehat.