Terbit: 30 Maret 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com -Normalnya kelenjar tiroid akan menghasilkan hormon dalam jumlah tepat untuk membantu tubuh melakukan metabolisme dengan baik. Kalau tubuh mengalami penurunan hormon yang dihasilkan oleh tiroid, kemungkinan besar seseorang akan mengalami gangguan metabolisme yang cukup parah.

Diet Terbaik untuk Penderita Hipotiroidisme

Nah, seseorang dengan kondisi hipotiroidisme ini tidak bisa makan sembarangan. Kalau mereka makan sembarangan, kemungkinan besar akan terjadi masalah pada tubuh seperti obesitas dan masalah kronis lainnya. Oleh karena itu, mereka harus menjaga asupan makanan yang masuk ke tubuh agar bisa hidup dengan lebih sehat.

Ciri-ciri penderita hipotiroidisme

Tidak semua orang tahu apakah dirinya mengalami hipotiroidisme atau tidak. Pemeriksaan yang detail termasuk mengetahui kadar hormon diperlukan untuk diagnosis. Namun, secara umum tanda dari hipotiroidisme terdiri dari:

  • Sering lelah meski tidak melakukan pekerjaan yang berat.
  • Mudah sensitif dengan udara dingin.
  • Mengalami sembelit berkali-kali.
  • Kulit sering kering.
  • Kenaikan berat badan dan obesitas.
  • Otot tubuh akan melemah dan tidak bisa mengangkat benda berat.
  • Kolesterol di dalam darah sering tinggi.
  • Sering terjadi nyeri, kram, dan kaku pada otot.
  • Nyeri dan kaku pada persendian.
  • Saat menstruasi biasanya sering intens. Beberapa wanita juga mengalami menstruasi yang tidak lancar.
  • Detak jantung terus melemah.
  • Mengalami stres dan depresi.
  • Gangguan pada memori atau ingatan.
  • Mengalami pembesaran kelenjar tiroid atau gondok.

Makanan yang boleh dikonsumsi

Makanan adalah sesuatu yang krusial bagi seseorang yang mengalami gangguan pada kelenjar tiroid khususnya hipotiroidisme. Seseorang yang mengalami gangguan itu, disarankan mengonsumsi makanan dengan kandungan nutrisi di bawah ini

  1. Yodium

Tubuh manusia membutuhkan yodium atau iodine untuk menghasilkan hormon tiroid. Itulah kenapa dalam diet makanan dengan kandungan yodium seperti garam beryodium, susu, keju, rumput laut, dan telur harus dikonsumsi secara rutin. Konsumsi sesuai dengan kebutuhan dan saran dari dokter.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

  1. Selenium

Selenium adalah salah satu mineral yang bisa memengaruhi produksi dari hormon tiroid. Selain itu, selenium juga memiliki andil yang besar dalam hal menjaga daya tahan tubuh. Mengonsumsi makanan dengan kandungan selenium yang cukup bisa membuat kerja kelenjar tiroid berjalan dengan lancar.

Kalau Anda ingin mencukupi kebutuhan selenium di dalam tubuh ada baiknya untuk mengonsumsi beberapa makanan yang terdiri dari: ikan tuna, udang, daging tanpa lemak, ayam kalkun, ayam, telur, oatmeal, roti yang terbuat dari gandum utuh, dan beberapa olahan daging seperti ham.

  1. Seng

Seng adalah salah satu mineral yang sangat bermanfaat untuk tubuh khususnya untuk mendukung kinerja dari kelenjar tiroid. Mengonsumsi seng dalam jumlah yang tepat bisa meningkatkan kerja beberapa hormon tiroid seperti T3 dan T4 untuk tubuh. Dampaknya, hormon akan dihasilkan dalam jumlah cukup dan metabolisme tidak terganggu.

Makanan dengan kandungan seng yang cukup tinggi terdiri dari tiram. daging tanpa lemak, kepiting, sereal dengan tambahan nutrisi, ayam, berbagai jenis kacang-kacangan selain kedelai, yoghurt, dan biji labu. Anda bisa menggunakan salah satu makan ini ke dalam makanan harian. Kombinasikan sesuai dengan kebutuhan.

Makanan yang harus dihindari

Makanan di bawah ini harus dihindari oleh penderita hipotiroidisme. Kalau sampai makanan ini masuk, fungsi hormon akan semakin anjlok.

  • Makanan yang mengandung goitrogens seperti brokoli, bunga kol, kubis, dan sejenisnya.
  • Makanan yang mengandung banyak gluten.
  • Makanan dengan kandungan kedelai. Apa pun yang berhubungan dengan kedelai mulai dari tahu, tempe, susu kedelai, dan sejenisnya bisa menyebabkan penurunan efektivitas dari obat yang digunakan untuk terapi hipotiroidisme.
  • Makanan kemasan atau makanan cepat saji lainnya. Makanan ini mengandung minyak dan bahan berbahaya lain untuk penderita hipotiroidisme.

Tips diet untuk penderita hipotiroidisme

Kalau Anda mengalami hipotiroidisme, apa saja yang dimakan harus dipikirkan dengan baik dan matang-matang. Selain itu, gunakan juga beberapa tips bermanfaat di bawah ini.

  • Sebisa mungkin untuk selalu menakar apa saja yang dimakan. Beberapa jenis makan mungkin boleh dimakan, tapi jumlahnya tidak banyak. Oleh karena itu sebisa mungkin menakar apa saja yang akan dimakan dan mencatat kandungan nutrisinya menggunakan aplikasi.
  • Kalau Anda mengalami obesitas, pastikan kalori yang masuk ke dalam tubuh defisit. Dengan begitu, Anda tidak akan mengalami masalah dengan kelebihan kalori. Buat rencana makan harian atau mingguan agar apa yang dimakan jelas.
  • Kalau bisa, masak sendiri apa yang Anda makan. Beberapa jenis makanan menyebabkan obat untuk terapi hipotiroidisme kurang efektif. Jadi, hanya makan apa saja yang direkomendasikan oleh dokter.
  • Fokuskan makanan pada buah, sayuran, dan daging atau protein yang lean atau tidak memiliki kandungan lemak. Masak dengan benar dan konsumsi tepat waktu. Jangan biarkan tubuh mengalami kelaparan dan membuat Anda jadi makan terlalu banyak.
  • Jangan melupakan olahraga meski hanya jalan kaki singkat. Olahraga akan membuat Anda lebih mudah membakar lemak di dalam tubuh dan menggunakan kalori yang masuk. Dengan rutin melakukan olahraga, Anda tidak akan mengalami obesitas dan penurunan metabolisme.
  • Pastikan untuk menghidrasi tubuh dengan sempurna. Konsumsi air putih sebanyak 2-2,5 liter. Dengan menghidrasi tubuh, metabolisme akan terjaga, lapar terkontrol, dan Anda tidak mengalami gangguan pencernaan.
  • Selalu cek berat badan dan pastikan berat selalu ideal. Meski memiliki hiportirodisme, Anda harus mematikan tubuh tidak mengalami obesitas agar tidak mengganggu organ lainnya.

Demikian beberapa tips melakukan diet kalau Anda mengalami hipotiroidisme. Oh ya, diet yang dilakukan pada tips di atas tidak hanya beberapa bulan saja. Karena kondisi ini tidak bisa disembuhkan kecuali dengan terapi, penerapan diet lebih ke mengubah pola makan agar terbiasa dan diaplikasikan setiap harinya.

 


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi