Terbit: 26 Maret 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Obat pencahar dikenal sebagai obat yang digunakan saat kita sedang mengalami sembelit atau susah buang air besar. Hanya saja, banyak orang yang sengaja mengonsumsi obat pencahar untuk menurunkan berat badan. Apakah diet menggunakan obat pencahar tergolong aman?

Diet dengan Minum Obat Pencahar, Apa Efek Sampingnya?

Efek samping obat pencahar untuk menurunkan berat badan

Setelah minum obat pencahar, tubuh yang sebelumnya terasa berat dan tidak nyaman akibat sulit buang air besar akan terasa jauh lebih ringan.

Banyak juga orang yang mengaku mengalami penurunan berat badan setelah mengonsumsinya. Hal inilah yang membuat banyak orang menganggap obat pencahar bisa menjadi salah satu cara efektif demi mensukseskan diet.

Sayangnya, pakar kesehatan Neilanjan Nandi, MD yang berasal dari Drexel Medicine menyebut anggapan ini tidak benar.

Obat pencahar sebenarnya berfungsi sebagai pelumas kotoran dan membantu usus berkontraksi dengan lebih baik sehingga bisa melancarkan buang air besar. Hal ini berarti, efek dari obat pencahar sebenarnya adalah membersihkan perut dari kotoran yang sulit dibuang, bukannya menurunkan berat badan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

“Kita memang akan merasakan sensasi perut yang lebih ringan atau lebih kecil karena kotoran yang terbuang, namun obat pencahar sama sekali tidak membakar kalori atau lemak,” ucap Nandi.

Nandi juga menyebut kebiasaan mengonsumsi obat pencahar bisa jadi akan membuat tubuh mengalami dehidrasi atau gangguan keseimbangan elektrolit. Dampak dari kondisi ini bisa berbahaya, yakni memicu sakit kepala, menyebabkan tekanan darah rendah, hingga kelelahan berlebihan.

Dampak terbiasa mengonsumsi obat pencahar

Obat pencahar memang cukup efektif membuat buang air besar menjadi lebih lancar, namun terlalu sering mengonsumsinya juga bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

Berikut adalah beberapa efek samping minum obat pencahar:

  1. Membuat sistem metabolisme tubuh terganggu

Konsumsi obat pencahar secara rutin terus-menerus akan mengganggu sistem metabolisme tubuh. Tubuh justru akan kehilangan kemampuan alaminya untuk buang air besar secara normal dan menjadi ketergantungan dengan obat ini. Jika tidak mengonsumsinya, maka kita pun akan mengalami sembelit atau konstipasi.

  1. Merusak ginjal dan hati

Ginjal dan hati memiliki fungsi utama sebagai penyaring atau penetralisir racun di dalam tubuh. Sayangnya, jika kita mengonsumsi obat pencahar sembarangan, hati dan ginjal akan bekerja dengan terlalu keras dan akhirnya merusak kedua organ ini.

  1. Meningkatkan risiko terkena gangguan usus

Obat pencahar memang bisa merangsang usus untuk berkontraksi demi melancarkan buang air besar. Sayangnya, kandungan di dalamnya bisa memicu iritasi atau peradangan. Rutin mengonsumsinya bisa meningkatkan risiko usus buntu.

Selain itu, kita juga akan lebh rentan terkena kram perut yang tentu akan menyebabkan sensasi tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

  1. Sensasi terbakar pada anus

Terkadang, konsumsi obat pencahar, apalagi yang ditambahkan dengan obat yang dimasukkan ke dalam anus akan membuat sensasi terbakar. Hal ini tentu akan memicu sensasi tidak nyaman. Bahkan, bisa jadi kita akan mengalami perdarahan pada anus.

Biasanya hal ini disebabkan oleh seringnya kita mengalami diare akibat konsumsi obat pencahar yang berlebihan. Kondisi ini bisa menyebaban iritasi pada bagian rektum yang akhirnya menyebabkan luka dan perdarahan.

  1. Sensasi perut kembung

Sering mengonsumsi obat pencahar akan membuat perut kembung dan membengkak. Hal ini disebabkan oleh produksi gas yang berlebihan di dalam perut. Jika hal ini terus dibiarkan, dikhawatirkan akan menyebabkan sindrom iritasi usus.

Melihat fakta ini, sebaiknya memang tidak sembarangan menjadikan obat pencahar sebagai bagian dari program diet. Konsumsilah jika memang sudah mengalami sembelit atau konstipasi parah saja dan harus sesuai dengan saran dokter.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi