Terbit: 3 Juni 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Anda sedang melakukan diet keto saat sebelum Ramadan, lalu ingin tetap menerapkannya selama bulan puasa?

Lakukan Diet Keto saat Puasa, Benarkah Lebih Efektif Hasilnya?

Jika Anda berharap agar diet Anda mampu memberikan manfaat penurunan berat badan yang drastis, maka hal tersebut tentu boleh dilakukan, namun, apakah benar penurunan berat badan yang terjadi bisa disebut efeketif?

Diet keto selama puasa

Diet keto masih menjadi salah satu jenis diet yang hits dan banyak dilakukan dengan tujuan penurunan berat badan yang dinilai cukup ampuh.

Diet yang dilakukan dengan prinsip asupan karbohidrat dan pemilihan lemak baik yang cermat ini sebenarnya merupakan diet yang dicetuskan untuk penderita penyakit epilepsi. Akan tetapi karena memiliki efek dalam penurunan berat badan yang cukup drastis, maka diet ini kemudian menjadi populer.

Selama puasa, penerapan diet keto, tanpa adanya riwayat penyakit, berarti membatasi asupan energi terbesar dalam tubuh, yaitu karbohidrat. Jika terus dilakukan selama puasa, maka penurunan berat badan secara drastis memang dapat terjadi.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Akan tetapi, bukan berarti hal tersebut boleh dengan asal dilakukan lho, karena menerapkan diet keto selama puasa bukan berarti tanpa risiko.

Bagaiamana penerapan diet keto selama puasa?

Penerapan diet keto selama puasa, lazimnya berfokus pada pemilihan menu makanan saat berbuka dan sahur.

Hal ini diterapkan dengan sangat membatasi porsi makanan berkarbohidrat, baik karbohidrat sederhana maupun karbohidrat kompleks, misalnya minuman manis dari gula alami atau buatan dan makanan pokok seperti roti, gandum atau umbi-umbian.

Kondisi di atas juga diiringi dengan pemilihan makanan dengan kandungan lemak tidak jenuh yang tinggi, misalnya minyak dari nabati, yaitu minyak zaitun, minyak biji bunga matahari.

doktersehat-minyak-zaitun-untuk-kulit-berminyak

Photo Credit: Pexels.com

Serta mengonsumsi makanan dengan kandungan protein hewani dan nabati yang memiliki kandungan lemak yang baik untuk tubuh, misalnya daging merah dengan bagian rendah lemak atau kacang-kacangan sumber lemak misalnya kacang tanah.

Risiko penerapan diet keto selama puasa

Dengan demikian, komposisi menu makanan yang hanya diperbolehkan saat berbuka maupun sahur adalah makanan yang merupakan sumber lemak dan protein pilihan.

Diet keto saat berbuka membuat tubuh kekurangan gizi

Misalnya saja untuk menu berbuka puasa, pada penerapan diet keto konsumsi makanan yang dianjurkan adalah dua lembar roti tawar dengan 1-2 porsi daging rendah lemak dengan metode masak yang tidak menggunakan minyak dan atau 5-6 sendok makan kacang kedelai yang diolah dengan 2-3 sendok makan minyak nabati.

doktersehat-kacang-almond-diet

Komposisi menu berbuka seperti diatas sangat rendah kalori dan tidak mampu menggantikan energi tubuh setelah seharian berpuasa. Belum lagi risiko pemilihan makanan protein dan lemak yang tidak tepat justru berisiko menyebabkan peningkatan berbagai penyakit akibat asupan lemak yang berlebihan.

Lebih lanjut, kondisi ini akan menyebabkan tubuh kekurangan energi dan berbagai zat gizi akibat rendahnya asupan karbohidrat dalam tubuh yang jika terjadi secara berkepanjangan, misalnya dalam satu bulan penuh, akan mengganggu fungsi organ dan sistem tubuh.

Diet keto saat sahur menyebabkan tubuh merasa lapar saat puasa

Sedangkan, pada penerapan diet keto saat sahur, dengan menu yang mirip saat berbuka, tubuh tentu akan sangat merasa kelaparan. Mengapa?

Asupan energi dalam tubuh ketika melakukan diet keto saat puasa menjadi sangat rendah dan tidak mampu memberikan cadangan energi yang baik bagi tubuh.

Seperti yang kita tahu, cadangan energi terbaik bagi tubuh dan mampu memberi rasa kenyang lazimnya berasal dari makanan berkarbohidrat kompleks tinggi serat, misalnya nasi dan roti gandum serta serat dari buah dan sayur, dalam jumlah yang cukup.

Keduanya tidak ada pada menu sahur diet keto yang menyebabkan tubuh menjadi lemas berkepanjangan, kekurangan gizi hingga menyebabkan gangguan pada organ.

doktersehat-perlemakan-hati-hepatitis-1024

Meskipun sebagian besar orang justru mengganggap bahwa pembakaran cadangan energi saat melakukan diet keto bersamaan dengan puasa akan menjadi lebih efektif, namun perlu diingat bahwa pemecahan energi berlebihan dalam tubuh, apalagi saat puasa, justru membuat tubuh bekerja lebih keras.

Hal ini yang kemudian dalam jangka dapat merusak berbagai organ dalam tubuh, utamanya organ hati dan pankreas.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi