Terbit: 14 Februari 2020 | Diperbarui: 14 Mei 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Sudah pernah dengar Diet Enak, Bahagia dan Mengenyangkan atau disingkat DEBM? Metode diet ini cukup digandrungi karena diklaim dapat menurunkan berat badan dengan anjuran mengonsumsi makanan enak dan mengenyangkan! Kok bisa, ya?

Diet DEBM, Makan Banyak Lemak yang Bikin Langsing!

Apa Itu Diet DEBM?

Diet Enak, Bahagia, dan Menyenangkan (DEBM) adalah metode diet untuk menurunkan badan yang mengharuskan Anda untuk membatasi asupan karbohidrat dan uniknya, justru memperbanyak asupan protein dan lemak.

Diet Enak Bahagia dan Mengenyangkan menganggap bahwa asupan karbohidrat merupakan penyebab utama terjadinya kenaikan berat badan, namun jika hanya mengonsumsi buah dan sayur, hormon dalam tubuh kita akan terganggu pembentukannya. Maka dari itu, konsumsi makanan tinggi lemak dan protein dianjurkan sebagai pendamping buah dan sayur.

Manfaat Diet DEBM

Jika dilihat dari prinsip diet DEBM, maka diet ini termasuk dalam diet yang sangat rendah karbohidrat. Umumnya, penerapan diet rendah karbohidrat memang efektif dalam menurunkan berat badan utamanya pada orang dengan kondisi obesitas.

Ada sejumlah manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan menerapkan metode diet DEBM ini, yaitu:

  • Menurunkan berat badan
  • Menurunkan kadar kolesterol ‘jahat’ (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol ‘baik’ (HDL)
  • Meminimalisir risiko penyakit kardiovaskular
  • Mencegah penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Mencegah penyakit diabetes
  • Mencegah gangguan metabolisme tubuh

Akan tetapi, manfaat DEBM selain menurunkan berat badan belum bisa dikatakan kuat oleh karena masih minimnya bukti ilmiah yang mendukung. American Heart Association pun melaporkan bahwa belum ada cukup bukti yang mampu membuktikan efektivitas diet ini dalam mencegah penyakit jantung.

Cara Diet DEBM

Lantas, bagaimana cara melakukan diet DEBM? Berikut ini adalah informasinya!

1. Jauhi Karbohidrat, namun ‘Dekati’ Lemak dan Protein

Cara diet DEBM yang pertama tentu saja adalah dengan menghindari, atau setidaknya membatasi, konsumsi makanan yang kaya akan karbohidrat.

DEBM menganjurkan Anda mengonsumsi makanan yang mengandung lemak dan protein dalam jumlah tinggi. Lemak dan protein berperan sebagai pemasok energi bagi tubuh.

2. Pantangan DEBM

Apa saja makanan mengandung karbohidrat yang harus Anda hindari selama menjalankan DEBM? Berikut beberapa di antaranya:

  • Tepung
  • Kentang
  • Singkong
  • Ubi
  • Beras merah
  • Beras ketan
  • Makanan mengandung gula
  • Kacang-kacangan

Buah-buahan juga tak luput dari pantangan DEBM, yakni buah-buahan yang mengandung cukup banyak karbohidrat seperti:

  • Pisang
  • Semangka
  • Mangga
  • Pepaya
  • Melon

3. Makanan Pengganti Karbohidrat dan Buah

Cara melakukan DEBM adalah dengan membatasi asupan karbohidrat. Sebagai gantinya, Anda bisa mengonsumsi jenis makanan seperti:

  • Wortel
  • Buncis
  • Lobak
  • Rebung

Sementara pengganti buah-buahan berkarbohidrat, Anda bisa menggantinya dengan jenis buah seperti:

  • Alpukat
  • Stroberi
  • Apel
  • Pir

4. Perbanyak Lemak dan Protein Tinggi

Keunikan dari DEBM adalah, Anda justru disarankan untuk memperbanyak makan lemak. Hal ini bertolak belakang dengan metode diet kebanyakan yang mengharuskan Anda untuk menjauhi lemak.

Makanan tinggi lemak yang bisa Anda konsumsi seperti:

  • Daging sapi
  • Daging ayam
  • Telur
  • Ikan
  • Keju

5. Jangan Lewatkan Sarapan dan Makan Malam

Cara diet DEBM lainnya yang harus Anda lakukan adalah dengan tidak melewatkan sarapan.

Setelah bangun tidur, Anda diwajibkan untuk sarapan. Beberapa menu yang dianjurkan antara lain ayam, telur, ikan, keju, alpukat, dan berbagai macam jenis daging lainnya. Sementara untuk makan malam, batasi mengonsumsi karbohidrat.

Agar usaha menurunkan berat badan terlaksana dengan lancar, sebaiknya patuhi jadwal DEBM ini, ya.

Pilihan Menu Diet DEBM

Berikut adalah pilihan menu DEBM selengkapnya yang bisa Anda konsumsi selama program diet berlangsung:

  • Daging merah (daging sapi, daging kambing, daging babi)
  • Daging unggas (daging ayam, daging bebek)
  • Ikan (ikan salmon, ikan haddock, ikan forel)
  • Telur (disarankan telur omega-3)
  • Sayuran (bayam, brokoli, wortel)
  • Buah (jeruk, apel, pir, stroberi, blueberry)
  • Kacang-kacangan (almond, walnut, biji bunga matahari)
  • Produk olahan susu (keju, butter, yogurt)
  • Minyak esensial (minyak kelapa, minyak zaitun, minyak ikan)

Siapa Saja yang Boleh Melakukan Diet DEBM?

Siapa saja boleh melakukan diet DEBM, selama penerapannya tepat. Terkhusus bagi Anda yang memiliki tujuan sebagai berikut:

  • Ingin menurunkan berat badan namun tidak bisa jika tidak makan daging
  • Ingin mengganti pola makan
  • Penyuka makanan rendah karbohidrat

Sebaliknya, DEBM tidak dianjurkan apabila Anda  sudah telanjur memiliki masalah kesehatan seperti diabetes atau penyakit jantung.

Perhatikan Hal Ini Sebelum Melakukan Diet DEBM

Sebelum menerapkan metode DEBM, ada sejumlah hal yang perlu Anda perhatikan, yakni sebagai berikut:

  • Melakukan pola makan tanpa asupan karbohidrat sama sekali
  • Selalu melakukan sarapan tanpa karbohidrat, contoh idealnya adalah telur, ikan, keju, ayam dan alpukat
  • Menyertakan protein hewani dalam setiap kali makan dan camilan. Camilan yang dianjurkan yang mengandung protein tinggi, misalnya telur dan keju
  • Sayur yang dianjurkan dalam diet ini adalah wortel, buncis, brokoli dan sayuran berdaun
  • Buah yang dilarang karena tinggi karbohidrat adalah pisang, pepaya, melon dan semangka
  • Penggunaan bumbu pengawet buatan, vetsin, garam, hingga kopi tidak dibatasi sama sekali
  • Beberapa pola makan diatur dengan pembatasan diet berdasarkan jam makan malam

Diet DEBM Boleh, Asal Tidak Berlebihan

DEBM meminta Anda untuk MENGURANGI asupan karbohidrat, bukan menghindarinya sama sekali. Pasalnya, tubuh juga memerlukan karbohidrat guna menunjang metabolisme. Kekurangan karbohidrat akan memengaruhi metabolisme sehingga akan berakibat pada kondisi-kondisi seperti:

  • Tubuh terasa lemas
  • Pusing
  • Hilang kesadaran

Sedangkan dalam jangka panjang, asupan karbohidrat yang tidak mencukupi akan mengganggu fungsi berbagai organ tubuh. Pun, diet yang rendah karbohidrat cenderung akan menyebabkan berat badan justru berfluktuasi (naik-turun).

Bahkan, sebuah studi menemukan fakta bahwa pelaku diet rendah karbohidrat seperti DEBM ini memiliki risiko kematian dini 32 persen lebih besar!

Di sisi lain, pemilihan bahan makanan yang tinggi lemak dan protein sedikit banyak akan memengaruhi kondisi kadar darah tubuh.

Berbagai pedoman kesehatan dan penelitian telah membuktikan bahwa asupan makanan protein hewani dan penggunaan minyak yang lebih dari 5 porsi dalam sehari dapat meningkatkan kadar LDL dalam darah karena kandungan lemak jenuh yang tinggi. Sementara itu, konsumsi makanan protein tinggi yang berlebihan dalam jangka panjang dapat mengganggu fungsi ginjal.

Tentu boleh-boleh saja Anda mencoba DEBM, asal jangan terlalu ekstrem. Jika ragu, Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis gizi jika berniat ingin menerapkan metode diet yang satu ini.

Itulah diet DEBM yang diklaim dapat menurunkan berat badan secara cepat. Bagaimana, tertarik untuk mencobanya? Semoga berhasil!

 

  1. Anonim. Low-carb diet: Can it help you lose weight? https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/weight-loss/in-depth/low-carb-diet/art-20045831 (Diakses pada 14 November 2019)
  2. Gunnars, K. 2018. A Low-Carb Meal Plan and Menu to Improve Your Health. https://www.healthline.com/nutrition/low-carb-diet-meal-plan-and-menu#foods-to-avoid (Diakses pada 14 November 2019)
  3. Walbieser, J. 2018. This Is what Happens to Your Body When You Stop Eating Carbs. https://www.thehealthy.com/nutrition/what-happens-to-your-body-when-you-stop-eating-carbs/ (Diakses pada 14 November 2019)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi