Endometriosis – Diet dan Tatalaksana

doktersehat-konsultasi-lupus-nyeri-lutut

Tidak ada data pasti yang menunjukkan bahwa modifikasi diet dapat mencegah atau mengurangi gejala endometriosis. Satu studi menunjukkan bahwa mengonsumsi sayuran hijau dan buah tinggi serat dikaitkan dengan risiko pengembangan endometriosis yang lebih rendah, sementara asupan daging merah yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi. Tidak ada asosiasi yang terlihat dengan konsumsi alkohol, susu, atau kopi. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah diet berperan dalam pengembangan endometriosis.

Mengobati Endometriosis
Ketergantungan endometriosis pada siklus hormon dan siklus haid memberikan dasar untuk terapi medis. Dengan demikian, obat berikut ini menjadi terapi andalan farmakologis:

  • Pil kontrasepsi oral
  • Danazol
  • Agen progestasional
  • Analog gonadotropin-releasing hormone (GnRH)

Perawatan bedah untuk endometriosis dapat diklasifikasikan secara luas sebagai berikut:

  • Bedah konservatif – Bila potensi reproduksi dipertahankan, artinya tidak mengambil indung telur (ovarium) dan rahim
  • Semikonservatif – Bila kemampuan reproduksi dieliminasi (rahim diangkat) namun fungsi ovarium tetap dipertahankan
  • Radikal – Bila rahim dan ovarium diangkat

Operasi konservatif
Prosedur konservatif yang digunakan dalam pengobatan endometriosis meliputi:

  • Drainase dan laparoskopi kistektomi –kedua prosedur dapat digunakan dalam pengobatan endometriosis ovarium
  • Ablasi
  • Neurektomi presacral
  • Ablasi laparoskopi saraf uterus (LUNA)

Operasi semikonservatif
Operasi semikonservatif terutama diindikasikan untuk wanita yang telah selesai melahirkan, terlalu muda untuk menopause. Operasi semacam itu melibatkan histerektomi (pengambilan rahim) dan sitosinisasi endometriosis pelvis.

Endometriosis ovarium dapat diangkat melalui pembedahan, karena sepersepuluh dari jaringan ovarium yang berfungsi adalah semua yang dibutuhkan untuk produksi hormon. Pasien yang menjalani histerektomi –pengangkatan rahim dengan konservasi ovarium, atau mempertahankan ovarium memiliki tingkat kekambuhan 6 kali lipat lebih tinggi dibandingkan wanita yang menjalani ooforektomi (pengangkatan ovarium).

Operasi radikal
Pembedahan radikal melibatkan total histerektomi dengan ooforektomi bilateral (TAH-BSO) dan sitosinisasi endometriosis yang terlihat. Adhesiolisis dilakukan untuk mengembalikan mobilitas dan hubungan organ di dalam panggul supaya menjadi normal, adhesiolisis adalah melepaskan perlekatan antar organ akibat adanya jaringan endometrium di tempat yang tidak seharusnya.

Endometriosis: 1 2 3 4