Terbit: 2 Maret 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Artikel ini memberi Anda gambaran tentang puasa air putih, cara kerja, manfaat, dan efek sampingnya. Semakin banyak jenis diet untuk membantu menurunkan berat badan, salah satunya adalah diet air putih atau puasa untuk segala jenis makanan kecuali air putih agar cepat kurus.

Diet Air Putih: Manfaat, Cara Kerja, Efek Samping, dll

Apa Itu Diet Air Putih?

Diet air putih adalah metode menurunkan berat badan dengan cara puasa makan apapun namun hanya boleh minum air putih. Tidak ada aturan khusus berapa lama seseorang harus menjalani diet air putih atau water fasting ini, namun waktu yang direkomendasikan adalah 1-3 hari durasi maksimum tanpa makanan.

Awalnya, puasa air putih ditujukan untuk alasan agama atau spiritual, namun berkembang untuk tujuan persiapan prosedur medis, detoksifikasi, metode meditasi, kebugaran, dan penurunan berat badan yang semakin terkenal beberapa tahun ini.

Saat Anda berpuasa, energi yang digunakan untuk memproses makanan sekarang digunakan untuk membuang racun keluar, meningkatkan penyembuhan tubuh secara alami, dan hanya minum air putih dalam jangka waktu tertentu membantu membersihkan lemak dan racun tubuh.

Beberapa kalangan memercayai manfaat kesehatan dan metode diet efektif dari water fasting ini. Metode diet ini dapat meningkatkan autophagy atau proses yang membantu tubuh untuk mengelola kembali sel-sel lama yang sudah rusak dan berpotensi membahayakan.

Manfaat Diet Air Putih

Apa saja manfaat diet air putih untuk tubuh? Berikut ini ulasannya!

  • Meningkatkan Proses Autophagy: Proses dimana tubuh mendaur ulang sel-sel yang rusak. Ini juga mengurangi risiko penyakit kronis seperti kanker, jantung, dan Alzheimer.
  • Menurunkan Tekanan Darah: 90% orang yang menjalani diet ini dengan kondisi tekanan darah tinggi sebelumnya berhasil mencapai tekanan darah lebih rendah dari 140/90 mmHg.
  • Meningkatkan Sensitivitas Insulin dan Leptin: Manfaat insulin untuk menyimpan nutrisi dari aliran darah dan manfaat leptin untuk membuat Anda merasa kenyang lebih lama.
  • Mengurangi Risiko Penyakit Kronis: Belum ada penelitian signifikan, namun ini berpotensi untuk mengurangi risiko diabetes, kanker, dan penyakit jantung.

Manfaat lainnya, meliputi:

  • Meningkatkan sistem metabolisme.
  • Meningkatkan kebugaran dan komposisi tubuh.
  • Meningkatkan kesehatan kardiovaskular.
  • Membantu menghancurkan lemak dan ketosis.
  • Mendaur ulang sel-sel yang rusak.
  • Mengurangi peradangan.
  • Meningkatkan kesehatan kulit.

Metode ini mengakibatkan penurunan berat badan secara signifikan karena air putih mengandung 0 kalori, tubuh tidak mendapatkan asupan karbohidrat sebagai sumber energi, dan mengambil lemak dalam tubuh sebagai bahan energi.

Berdasarkan Academy of Nutrition and Dietetics, metode diet ini akan berfungsi dengan efektif apabila Anda juga berolahraga, mengatur pola makan, serta menghindari camilan manis setelahnya.

Baca Juga: Diet Pisang: Manfaat, Cara, Tips Turunkan Berat Badan, dll

Cara Diet Air Putih

Tidak ada aturan khusus untuk cara diet air putih, namun orang dengan kondisi tertentu seperti penderita asam lambung, diabetes, gangguan makan, orang tua, ibu hamil, dan anak-anak tidak dapat melakukan metode ini tanpa pengawasan medis.

Berikut ini cara diet air putih:

1. Melakukan Persiapan

Penting untuk melatih tubuh Anda terlebih dahulu sebelum benar-benar melakukan metode diet ini. Jika belum pernah melakukan water fasting sebelumnya, cobalah selama 3-4 hari untuk mempersiapkan tubuh tanpa makan atau makan dalam porsi kecil.

Hindari makan makanan yang mengandung asam tinggi, makanan manis, gorengan, daging, atau produk hewani lainnya. Ubah menu makan dengan sayuran mentah, kukus, panggang, atau kacang-kacangan, teh herbal, dan makanan organik lainnya. Selain itu, Anda tidak boleh makan malam melewati jam 7 malam.

2. Durasi Minum Air Putih

Tidak ada aturan ilmiah, namun durasi yang aman untuk menjalani metode ini adalah 1-3 hari. Hanya minum air putih dalam jangka waktu lebih lama dikhawatirkan memicu gejala penyakit lain karena tubuh tidak memiliki energi yang cukup untuk bekerja.

3. Diet Air Putih (1-3 Hari)

Setelah tubuh Anda sudah mulai terbiasa dengan asupan dan pola makan sehat, Anda dapat melakukan diet dengan air putih ini selama 1-3 hari. Caranya adalah Anda tidak boleh mengonsumsi apapun selain air putih selama durasi tersebut.

Anda dianjurkan untuk minum air putih hingga 3 liter per hari. Jangan meminumnya secara langsung namun minum secara berkala dan pelan untuk mengatasi rasa lapar Anda.

Sebagian orang umumnya merasa lemah, lemas, dan pusing saat pertama kali menjalankan metode ini. Anda tidak dianjurkan untuk mengoperasikan alat berat, berkendara, atau melakukan aktivitas berat lainnya dalam kondisi ini untuk mengurangi risiko kecelakaan dan lainnya.

Baca Juga: Diet Hipnoterapi: Metode, Cara, Tips, dll

4. Setelah Menjalani Metode Ini (1-3 Hari)

Setelah Anda berhasil menjalani metode minum air putih selama 3 hari penuh, Anda tetap harus menahan diri untuk tidak langsung makan makanan berat.

Anda dapat memulainya dengan minum smoothie dan makanan kecil seperti buah atau salad. Ini untuk memperkenalkan kembali sistem pencernaan dan tubuh Anda dengan makanan kompleks lagi.

Fase setelah diet dengan air putih ini sangat penting untuk tubuh beradaptasi lagi. Anda mungkin membutuhkan waktu 3 hari untuk merasa nyaman dan aman untuk mulai makan besar lagi. Walaupun demikian, Anda harus tetap menjaga pola makan, olahraga, dan menjalani hidup sehat untuk menurunkan berat badan.

Tips Diet Air Putih

Perhatikan tips-tips diet berikut ini:

  • Jika Anda belum pernah berpuasa hanya dengan minum air putih, sebaiknya latihan hanya minum air putih selama 1 hari terlebih dulu.
  • Melakukan diet dengan air putih lebih 3 hari hanya boleh dilakukan dibawah pengawasan dokter.
  • Metode diet ini dapat melelahkan fisik dan mental, jadi Anda harus tetap berhati-hati selama menjalani aktivitas sehari-hari.
  • Istirahat yang cukup.
  • Hindari olahraga berat.
  • Jangan minum air putih langsung secara berlebihan karena malah akan berbahaya.
  • Minum air putih secara bertahap.

Setelah durasi diet selesai, jangan langsung makan banyak dan berat untuk menghindari risiko nyeri perut.

Siapa yang Tidak Boleh Diet Air Putih?

Metode diet ini tidak dianjurkan untuk semua orang. Berikut ini kriteria orang-orang yang dilarang melakukan diet dengan air putih:

  • Penderita gangguan makan.
  • Orang dengan berat badan rendah.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Penderita penyakit jantung.
  • Penderita diabetes tipe 1.
  • Penderita migrain.
  • Pasien yang sedang menggunakan obat tertentu.
  • Orang yang akan menjalani transfusi darah.

Bahkan seseorang yang sehat mungkin juga membutuhkan pengawasan medis selama menjalani metode diet ini.

Baca Juga: Menu Diet Golongan Darah O, A, B, AB (Panduan Lengkap)

Efek Samping Diet Air Putih

Walaupun diet dengan air putih memiliki beberapa manfaat kesehatan, Anda harus tetap memerhatikan kemungkinan efek samping sebagai berikut:

  • Kehilangan berat badan yang salah seperti penurunan massa otot bukan lemak.
  • Risiko dehidrasi karena walaupun Anda sudah minum air putih yang cukup, Anda kehilangan 20-30% dari asupan air harian dari makanan yang kontennya berbeda dengan air putih.
  • Reaksi efek samping seperti pusing, lelah, mual, tekanan darah rendah, lemas, tidak bertenaga, dan produktivitas menurun.
  • Mengalami hipotensi ortostatik atau penurunan tekanan darah signifikan secara tiba-tiba.
  • Memperburuk keadaan medis tertentu seperti diabetes, gangguan makan, dan asam lambung.

Apabila Anda mengalami efek samping tersebut, mungkin metode diet ini tidak cocok dengan Anda. Sebaiknya konsultasikan lagi dengan dokter dan cari metode diet yang lebih efektif dan aman untuk kondisi Anda.

Itulah pembahasan lengkap tentang cara diet air putih. Metode ini dilakukan dengan cara hanya minum air putih tanpa makanan apapun selama 1-3 hari. Apabila Anda tidak cocok dengan metode ini, Anda mungkin melakukan metode puasa intermiten dan alternate-day fasting (ADF) atau puasa harian alternatif dengan cara yang lebih mudah dan efektif.

 

  1. Raman, Ryan MS, RD. 2019. Water Fasting: Benefits and Dangers. https://www.healthline.com/nutrition/water-fasting. (Diakses pada 2 Maret 2020).
  2. Sissons, Claire. 2018. All you need to know about water fasting. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319835. (Diakses pada 2 Maret 2020).
  3. TheLifeCo. 2020. Common Questions about Water Fasting (Benefits & How to Break the Fast). https://www.thelifeco.com/en/blog/common-questions-about-water-fasting-benefits-how-to-break-the-fast/. (Diakses pada 2 Maret 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi