Terbit: 18 November 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Anda mengalami diastasis recti apabila perut Anda tetap terlihat besar pasca melahirkan. Ketahui apa itu diastasis recti, gejala, penyebab, dan cara mengatasinya. 

Diastasis Recti: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi

Apa Itu Diastasis Recti? 

Diastasis recti adalah istilah medis untuk perut buncit atau perut tetap besar pascamelahirkan. Kondisi ini umum terjadi pada wanita setelah beberapa bulan setelah melahirkan, bahkan terjadi pada 2/3 wanita pascamelahirkan. 

“Diastasis” berarti pemisahan dan “recti” berarti otot ab rectus abdominis. Penyebab diastasis recti adalah peregangan otot-otot perut akibat menampung bayi di dalam rahim yang terus berkembang. 

Jadi, otot perut bagian kanan dan kiri terpisah dan menyebabkan efek perut besar. Selain kehamilan, orang yang melakukan latihan perut berlebihan juga bisa mengalami peregangan otot perut. Sementara bayi baru lahir juga memiliki gejala perut sedikit besar akibat otot perut belum terbentuk sempurna.

Baca Juga: 11 Komplikasi Persalinan yang Harus Diwaspadai Ibu Hamil

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Gejala Diastasis Recti

Gejala paling umum berupa perut buncit pasca melahirkan. Anda mungkin masih terlihat seperti hamil. Sebenarnya, gejala tersebut sudah mulai ada selama kehamilan. Berikut ini penjelasannya: 

Gejala Diastasis Recti selama Kehamilan 

Gejala muncul pada trimester kedua atau ketiga berupa tonjolan perut namun Anda akan mengiranya sebagai efek kehamilan biasa. Tonjolan otot perut akan terasa di bawah pusar atau atas pusar saat Anda duduk, berdiri, atau berbaring.

Gejala Diastasis Recti Pascamelahirkan 

Perut Anda tetap gendut walaupun sudah melahirkan setelah beberapa bulan. Gejala lainnya berupa nyeri punggung, sembelit, perut kembung, kebocoran urine, dan penampilan perut yang kurang menarik. Gejala perut yang terlihat besar akan berangsur pulih pascamelahirkan saat otot-otot perut kembali kuat. 

Kapan Harus ke Dokter?

Sebenarnya Anda tidak perlu menghubungi dokter karena kondisi ini cenderung tidak berbahaya dan efek yang umum pascamelahirkan. Anda hanya perlu memastikan tidak ada masalah serius pasca melahirkan seperti masalah buang air, infeksi vagina, atau masalah jahitan bila Anda melakukan operasi caesar. 

Penyebab Diastasis Recti

Pemisahan otot ab rectus abdominis terjadi karena tekanan pada bagian otot perut akibat beberapa faktor, termasuk: 

  • Otot perut dan jaringan ikat perut yang membesar selama kehamilan. 
  • Kenaikan hormon estrogen dan relaksin selama kehamilan. 
  • Proses melahirkan bila ibu mengejan terlalu kuat. 
  • Penipisan jaringan ikat yang bernama linea alba akibat perubahan hormon. 
  • Otot perut yang tegang atau meregang. 

Perut bersifat elastis. Selama kehamilan, perut akan membesar sesuai dengan perkembangan janin dalam lahir. Bentuk perut tidak kembali rata mungkin terjadi saat otot perut kehilangan elastisitas. 

Baca Juga: 13 Cara Mengecilkan Perut Setelah Melahirkan (Aman)

Diagnosis Diastasis Recti

Sebelum Anda konsultasi ke dokter, Anda dapat mengeceknya sendiri. Berikut ini cara mengecek gejala diastasis recti: 

  • Berbaring dengan kaki ditekuk dan telapak kaki menapak di lantai. 
  • Angkat bahu dari lantai dan kepala dengan bantuan satu tangan. 
  • Gunakan tangan satunya untuk memeriksa perut di bawah pusar dan sepanjang garis tengah otot. 
  • Tekan dengan jari dan rasakan apakah ada celah di antara otot perut bagian kiri dan kanan. 
  • Bila ada celah pada otot perut, itulah gejala peregangan otot perut. 

Anda mungkin tidak perlu memeriksakan diri ke dokter kecuali efek perut buncit bertahan lebih lama dan itu membuat Anda khawatir. Dokter juga akan memeriksa Anda dengan pemeriksaan fisik yang sama atau pemeriksaan dengan ultrasound bila perlu. 

Cara Mengatasi Diastasis Recti 

Sebagian wanita dapat pulih dari diastasis recti dengan sendirinya dalam beberapa waktu karena otot perut sudah pulih dan kuat. Sebagian lagi mungkin membutuhkan latihan dan perawatan khusus tergantung pada seberapa lebar pemisahan otot perut yang terjadi. 

1. Latihan 

Anda harus latihan dasar untuk menguatkan kembali otot panggul dan otot perut bagian dalam. Anda dapat konsultasi dengan dokter dan spesialis fitnes pascamelahirkan untuk gerakan apa yang efektif untuk mengatasi peregangan otot perut. 

2. Operasi 

Apabila peregangan otot lebih lebar dan Anda tidak dapat menerimanya, Anda bisa konsultasi ke dokter untuk melakukan operasi diastasis dapat disebut “abdominoplasty” atau “tummy tuck”. Dokter akan melakukan pembedahan pada bagian tengah perut yang lemah. 

Sebagian wanita mengalami peregangan otot perut yang tidak terlalu signifikan dan mereka bisa menerima keadaan tersebut. Selain itu, semakin banyak kehamilan yang terjadi maka peregangan otot perut semakin mungkin terjadi. 

Lakukan beberapa kebiasaan ini agar peregangan otot perut tidak bertambah parah, sebagai berikut:

  • Selama kehamilan, jangan mengangkat benda terlalu berat karena otot perut akan semakin tegang. 
  • Tetap jaga postur Anda selama kehamilan, perhatikan posisi duduk, berdiri, atau berbaring. 
  • Bila Anda duduk, letakan bantal di belakang punggung bawah Anda. 
  • Saat berdiri atau naik tangga, tekuk lutut Anda untuk mengurangi tekanan pada otot perut. 
  • Tetap lakukan latihan otot inti selama kehamilan. 

Komplikasi Diastasis Recti

Umumnya, peregangan otot perut juga menyebabkan gejala lain seperti nyeri punggung, masalah pada stabilitas dan mobilitas, serta merusak penampilan postur tubuh. Dalam kasus yang parah, kondisi ini akan menyebabkan hernia. 

Cara Mencegah Diastasis Recti

Anda harus memiliki otot inti tubuh yang kuat sebelum kehamilan. Lakukan latihan senam perut atau gerakan lain yang bagus untuk memperkuat otot perut dan otot punggung. Bila Anda memiliki otot ini yang kuat, risiko diastasis recti pascakehamilan lebih kecil. 

Setelah melahirkan, hindari beberapa kebiasaan yang berakibat buruk bagi postur tubuh: 

  • Latihan yang terlalu berat.
  • Membawa atau mengangkat beban berat. 
  • Menggendong bayi hanya di satu pinggul. 
  • Sementara waktu, hindari gerakan plank, crunch, atau sit up hingga kondisi perut membaik. 

Bila perlu, konsultasi dengan pelatih olahraga profesional pasca melahirkan untuk mengembalikan bentuk tubuh ideal. Itulah pembahasan tentang apa itu diastasis recti, peregangan otot perut yang biasanya terjadi pada ibu setelah melahirkan. 

 

  1. Chertoff, Jane. 2017. Diastasis Recti: What Is It, and How Is It Treated?. https://www.healthline.com/health/diastasis-recti. (Diakses pada 17 November 2020). 
  2. Dubin, Alesandra. 2015. The Postpartum Body Problem No One Talks About. https://www.parents.com/pregnancy/my-body/postpartum/diastasis-recti-the-postpartum-body-problem-no-one-talks-about/. (Diakses pada 17 November 2020).
  3. WebMD. 2020. Abdominal Separation. https://www.webmd.com/baby/guide/abdominal-separation-diastasis-recti#1. (Diakses pada 17 November 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi