Tertimbun Bangunan Gempa, Wanita Ini Diamputasi di Reruntuhan

Doktersehat-gempa-sulawesi
Photo Source: Antara Foto

DokterSehat.Com– Salah satu korban gempa dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah, Afrida, harus rela tubuhnya diamputasi akibat tertimpa reruntuhan bangunan sebuah rumah makan yang ada di Donggala. Wanita berusia 17 tahun ini selamat meski tertimbun reruntuhan selama dua hari.

Dilansir dari laman kemkes.go.id, tim Basarnas memastikan Ida sebagai korban gempa yang harus diamputasi tatkala berada di reruntuhan. Tim kesehatan yang menolong Ida adalah tim 119 yang terdiri dari dokter spesialis ortopedi, dua dokter anestesi, dan tim Basarnas.

Menurut dokter yang menangani kondisi ida, dr. Pandi, mereka telah melakukan koordinasi dengan dokter spesialis ortopedi dan Persatuan Dokter Anestesi dan Terapi Intensif dari Sulsel dan Sulbar demi memberikan pembiusan dan proses amputasi bagi korban yang tertimpa bangunan dan sulit untuk dikeluarkan.

Setelah melakukan pemeriksaan, diputuskan untuk langsung melakukan amputasi di tempat dan setelahnya segera dibawa ke Rumah Sakit Undata untuk diberi penanganan medis lanjutan.

Menurut dr. Pandi, tindakan ini memang sangat berisiko, namun karena kondisi pasien yang sudah cukup darurat, mau tidak mau tindakan ini harus dilakukan.

“Selain telah melakukan koordinasi skenario, kami juga berhasil melakukan ini akibat doa bersama. Alhamdulillah korban bisa diselamatkan. Kini, kondisinya sudah sadar dan mendapatkan perawatan medis,” ucap dr. Pandi.

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek menyebutkan bahwa Kemenkes berusaha memastikan kamar operasi di rumah sakit yang berada dekat di lokasi tetap bisa berfungsi. Meskipun mengalami kerusakan infrastruktur dan kesulitan mengakses sumber energi listrik, diharapkan kamar operasi tetap bisa digunakan demi membantu menyelamatkan pasien.

“Beberapa tindakan medis seperti kasus trauma muskuloskeletal tentu tidak bisa dilakukan dengan baik jika kamar operasi tidak optimal. Dokter sudah didatangkan dari banyak tempat dan membawa berbagai peralatan. Sebagai contoh, dokter ortopedi sudah kami datangkan karena pasti banyak korban yang terkena patah tulang akibat gempa,” ucap Menkes nila.

Selain menyediakan dokter, Kemenkes juga berusaha menyediakan obat-obatan dan kebutuhan medis lainnya termasuk penjernih air dan makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil.