Preeklamsia – Diagnosis

doktersehat-hamil-pusing-Preeklamsia

Wanita yang sedang hamil diharapkan untuk melakukan pemeriksaan kandungan secara rutin. Hal ini dapat membantu proses diagnosis lebih cepat dilakukan. Sebab, saat melakukan pemeriksaan kandungan, dokter juga akan melakukan pengecekan tekanan darah. Dengan demikian penanganannya pun dapat dilakukan dengan cepat.

Diagnosis preeklampsia dapat dilakukan dengan melihat adanya gejala pada pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium. Hal utama yang perlu diperhatikan adalah kenaikan tekanan darah sistole 140 mmHg – ?160 mmHg dan diastole yang mencapai 90 – ?110 mm.

Cari perawatan medis jika Anda sedang hamil dan Anda:

  • Memiliki pertanyaan tentang kesehatan ibu atau kesehatan bayi Anda.
  • Memiliki sakit kepala berat atau persisten atau gangguan pengelihatan (seperti penglihatan ganda atau pengelihatan bintik-bintik atau pengelihatan kabur).
  • Memiliki sakit parah di tengah-tengah perut atau di sisi kanan perut Anda di bawah tulang rusuk.
  • Perhatikan setiap memar yang tidak biasa atau adanya perdarahan.
  • Adanya pembengkakan yang berlebihan atau penambahan berat badan yang terlalu cepat.
  • Bayi Anda mengalami penurunan gerakan.
  • Mengalami perdarahan vagina atau kram vagina.

Sementara itu, tekanan darah yang sangat tinggi merupakan preeklamsia berat, dan terjadi ketika tekanan darah di atas 160/110 mmHg–dengan dua kali pengukuran dan jarak pengukuran selama enam jam. Tidak hanya itu, kriteria lain yang menunjukkan preeklamsia berat adalah¬† edema paru, proteinuria berat, oliguria (penurunan aliran urine), dan kerusakan hati.

Diagnosis Preeklamsia

Jika seorang wanita mengalami salah satu gejala di atas, segera hubungi dokter atau pergi rumah sakit. Jika pasien memiliki perangkat pengukur tekanan darah sendiri di rumah, laporkan hasil membaca ini untuk dokter. Namun, hal itu tidak menggantikan kunjungan Anda ke dokter.

Pastikan untuk meninjau semua gejala dan masalah dengan profesional perawatan kesehatan. Tenaga medis profesional akan memeriksa tekanan darah, berat badan, dan urine pada setiap kunjungan pasien. Jika profesional kesehatan memutuskan bahwa pasien tersuspek memiliki preeklamsia, ia akan memerintahkan tes darah untuk memeriksa jumlah trombosit, fungsi hati, dan fungsi ginjal.

Selain itu, pemeriksaan laboratorium juga diperlukan untuk melihat proteinuria. Tujuannya untuk mengetahui  tingkat protein pada urine. Hal lain adalah melihat edema (penimbunan cairan) pada betis, perut, punggung, serta wajah atau tangan.

 

Preeklamsia – Halaman Selanjutnya : 1 2 3 4 5