Diabetes Tipe 1 dan 2, Berbedakah Dietnya?

Jenis Obat Untuk Penyakit Diabetes

DokterSehat.Com– Kita tentu tahu bahwa diabetes secara umum ada dua jenis. Meskipun sama-sama penyakit diabetes namun apakah dietnya berbeda?

Seperti yang kita ketahui bahwa diabetes tipe satu merupakan penyakit autoimun yang dipengaruhi keturunan. Sedangkan diabetes tipe dua diakibatkan pola kebiasaan makan yang tidak tepat.

Umumnya kita menganggap bahwa pengaturan diet penderita diabetes sama, namun sebenarnya karena penyebabnya berbeda, maka ada beberapa hal yang memengaruhi dietnya.

Penderita diabetes mengalami gangguan keseimbangan insulin dalam tubuhnya, hal ini yang menyebabkan penderita diabetes harus mampu menjaga kadar gula darahnya, salah satunya melalui pengaturan diet.

Namun, WebMD menyebutkan bahwa yang paling membedakan kedua jenis diabetes ini adalah penggunaan insulin.

Lazimnya penderita diabetes tipe 1 menggunakan terapi insulin dalam kesehariannya, meskipun sebenarnya ada kemungkinan jika penderita diabetes tipe 2 juga bisa menggunakan insulin. Hal ini untuk mendukung sistem tubuh agar kadar gula darahnya dapat terkontrol.

Hal tersebut yang dapat memengaruhi pengaturan diet yaitu jadwal makan, misalnya insulin harus digunakan selang berapa jam sebelum makan.

Healthline.com menyebutkan bahwa pengaturan penanganan diabetes tipe 1 berfokus pada penggunaan insulin, sedangkan diabetes tipe 2 berfokus pada pengaturan pola makan. Namun pengaturan pola makan yang tepat akan mendukung kondisi kesehatan penderita diabetes, apapun tipenya, menjadi lebih terkontrol.

Untuk itu pengaturan pola makan yang tepat bagi kedua jenis diabetes tersebut adalah sama, yaitu memerhatikan 3 hal utama dalam diet diabetes yaitu:

  • Tepat jadwal
  • Tepat jenis, dan
  • Tepat jumlah

Pengaturan berbagai terapi diabetes, baik insulin maupun diet yang tepat, akan mendukung kesehatan lebih optimal sehingga diabetes akan lebih terkontrol dan mencegah terjadinya komplikasi.

Penerapan terapi dan diet diabetes memang tidak mudah, membutuhkan ketelatenan karena harus dilakukan setiap saat, namun jika sudah terbiasa dengan terapi dan diet yang tepat maka kualitas kesehatan penderita tentu akan lebih optimal,kan?