Penderita Diabetes Tak Boleh Minum Jus Buah?

jus-buah-jambu-doktersehat

DokterSehat.Com– Banyak penderita diabetes yang berpikir jika mereka tak boleh minum jus buah. Meski dianggap sebagai salah satu minuman terbaik bagi kesehatan karena tinggi kandungan sayur dan buah, dalam realitanya jus buah biasanya memiliki kandungan gula sehingga dikhawatirkan bisa membuat kadar gula darah naik dan membahayakan kondisi mereka. Apakah anggapan ini memang benar?

Jus Buah Tak Boleh Dikonsumsi Penderita Diabetes?

Pakar kesehatan ternyata menyarankan penderita diabetes untuk menghindari jus buah. Alih-alih minum jus, mereka lebih merekomendasikan buah segar yang dipotong karena dianggap lebih aman bagi kondisi kesehatannya.

Meskipun jus buah termasuk dalam minuman yang baik bagi kesehatan, dalam realitanya jus bisa meningkatkan risiko terkena komplikasi diabetes. Memang, di dalam jus buah terdapat kandungan vitamin C dan kalsium yang tinggi, namun jika dicermati, jus buah memiliki kandungan kalori yang cukup besar. Bahkan, pakar kesehatan menyebut jus buah memiliki kandungan kalori dua kali lebih banyak dibandingkan dengan yang bisa ditemukan di dalam buah segar yang dipotong-potong.

Hal ini ternyata disebabkan oleh keberadaan serat di dalam buah yang cenderung rusak saat diolah menjadi jus. Padahal, di dalam buah terdapat gula alami atau fruktosa yang membuatnya memiliki rasa yang manis. Jika kita makan buah segar, keberadaan serat ini bisa mencegah lonjakan kadar gula darah dengan cepat.

Sebaliknya, di dalam jus buah, kandungan seratnya sudah hancur atau rusak sehingga tidak ada lagi yang bisa memperlambat penyerapan gula dan akhirnya bisa memicu kenaikan kadar gula darah.

Pakar kesehatan juga menyebut jus buah cenderung memiliki indeks glikemik yang lebih tinggi dibandingkan dengan buah segar. Sebagai informasi, indeks glikemik adalah penanda makanan bisa menyebabkan kenaikan kadar gula darah dengan cepat atau tidak. Semakin tinggi indeks glikemik makanan atau minuman, semakin cepat kadar gula darah naik setelah makanan atau minuman tersebut dikonsumsi.

Penderita Diabetes Sebaiknya Makan Buah Segar Saja

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, buah segar yang dipotong-potong memiliki indeks glikemik yang jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan jus buah. Hal ini disebabkan oleh keberadaan seratnya yang masih baik dan mampu mencegah kenaikan kadar gula darah dengan cepat. Hanya saja, bukan berarti penderita diabetes bisa sembarangan makan buah segar.

Jika konsumsi buah segar berlebihan, dikhawatirkan jumlah gula alami atau fruktosa yang masuk ke dalam tubuh juga semakin banyak dan hal ini akhirnya ikut mempengaruhi kenaikan kadar gula darah dengan signifikan.

Melihat fakta ini, penderita diabetes bisa meminta saran ke dokter untuk mengetahui jenis-jenis buah apa saja yang aman untuk mereka konsumsi. Mereka juga bisa meminta saran terkait dengan porsi buah yang tepat bagi kondisi kesehatannya.

Beberapa Aturan Minum Jus Bagi Penderita Diabetes

Meskipun lebih direkomendasikan untuk makan buah segar yang dipotong, pakar kesehatan menyebut sebagian penderita diabetes masih bisa minum jus buah. Hanya saja, mereka juga harus memperhatikan beberapa aturan saat mengonsumsinya.

Berikut adalah aturan-aturan tersebut.

  1. Memilih Buah yang Tepat

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrition yang terbit pada 2010 lalu menghasilkan fakta bahwa jus buah delima dan jus cranberry sangat direkomendasikan bagi penderita diabetes karena tinggi kandungan antioksidan yang bisa mencegah komplikasi diabetes.

  1. Tidak Menambahkan Gula

Meski rasa buah yang diolah cukup asam rasanya, jangan menambahkan gula pada jus tersebut demi mencegah lonjakan kadar gula darah.

  1. Tidak Sembarangan Membeli Jus Buah Kemasan

Kebanyakan jus buah kemasan yang dijual di pasaran adalah minuman manis dengan rasa buah sehingga bisa membahayakan kondisi penderita diabetes.

  1. Memilih jus sayuran

Selain jus buah, jus sayuran juga bisa dijadikan pilihan bagi penderita diabetes untuk tetap bisa mengonsumsi minuman segar dan sehat.

Sumber:
1. Jurnal Nutrition, 2010