Awas, Penderita Diabetes Rentan Terkena Ginjal Bocor

inilah-fungsi-ginjal-doktersehat
Photo sourcE: Thestatesman.com

DokterSehat.Com– Salah satu penyakit yang bisa menyebabkan datangnya komplikasi berbahaya dan mematikan adalah diabetes. Sayangnya, kebanyakan orang berpikir bahwa diabetes hanya akan menyebabkan peningkatan risiko terkena amputasi pada beberapa bagian tubuh, khususnya tubuh bagian bawah seperti kaki. Padahal, dalam realitanya organ-organ dalam juga rentan untuk terkena komplikasi diabetes. Salah satu dari organ tersebut adalah ginjal kita.

Pakar kesehatan menyebut ginjal bocor sebagai salah satu komplikasi yang paling umum akibat diabetes. Awalnya, kondisi ini biasanya berupa nefropati diabetik, kondisi yang membuat organ penyaring di dalam ginjal tak lagi berfungsi. Padahal, ginjal memiliki peran utama berupa menyaring berbagai zat sisa dan kotoran yang ada di dalam darah dan kemudian membuangnya melalui urine saat buang air kecil. Selain itu, ginjal juga memiliki peran besar dalam memproduksi vitamin D, berperan besar dalam menjaga tekanan darah tetap normal, dan menjaga keseimbangan berbagai zat kimia di dalam tubuh.

Jika sampai ginjal mengalami kebocoran, maka protein albumin yang ada di dalam darah akan memasuki urine. Kondisi ini bisa menyebabkan mikroalbuminuria, kondisi yang membuat urine memiliki kandungan protein albumin hingga 30-300 mg. Selain itu, kondisi lain yang bisa dialami adalah proteinuria, kondisi yang membuat kadar protein albumin melebihi 300 mg dan bisa memicu datangnya gagal ginjal.

Diabetes yang membuat kadar gula darah meningkat dengan signifikan bisa memicu datangnya luka parut pada sel-sel penyaring yang ada di dalam ginjal. Hal ini membuat fungsi ginjal menurun dan menyebabkan risiko terkena gagal ginjal meningkat. Biasanya, sekitar 5 hingga 10 tahun setelah mulai terkena penurunan fungsi ginjal, maka gejala ginjal bocor akan mulai muncul seperti sakit kepala, badan lemas, mual dan muntah, penurunan nafsu makan, gatal-gatal pada kulit, pembengkakan pada kaki, dan mudah mengalami infeksi.

Melihat adanya fakta ini, penderita diabetes memang sebaiknya menjaga kadar gulanya tetap dalam kondisi normal sehingga tidak akan mudah terkena komplikasi berbahaya, termasuk ginjal bocor yang sangat berbahaya dan membahayakan nyawa.