Penderita Diabetes Perlu Vaksin Tetanus?

vaksin-imunisasi-doktersehat
Photo Source: ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

DokterSehat.Com– Vaksin tetanus ditujukan untuk menghindari penyakit tetanus yang bisa menyerang anak-anak, remaja, atau orang dewasa. Masalahnya adalah penyakit ini berpotensi mematikan jika tidak ditangani dengan baik. Hanya saja, apakah penderita diabetes sebaiknya mendapatkan vaksin tetanus demi mencegah datangnya komplikasi berbahaya?

Urgensi vaksin tetanus bagi penderita diabetes

Pakar kesehatan menyebut vaksinasi sebagai sesuatu yang penting bagi penderita diabetes. Hal ini disebabkan oleh kondisi kesehatan yang mereka alami bisa membuat mereka lebih rentan untuk terkena infeksi atau komplikasi penyakit yang tidak bisa disepelekan. Bahkan, mereka juga lebih rentan mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh yang tentu membuat risiko infeksi meningkat. Salah satu infeksi yang bisa saja terjadi pada penderita diabetes adalah tetanus.

Sebagai informasi, tetanus bisa menyebabkan kerusakan pada saraf akibat adanya racun yang dipicu oleh bakteri penyebab penyakit ini, yakni bakteri clostridium tetani. Bakteri ini bisa menyerang luka terbuka. Padahal, penderita diabetes bisa saja memiliki luka atau borok terbuka yang cenderung sulit untuk sembuh. Karena alasan inilah penderita diabetes juga rentan terkena tetanus.

Pakar kesehatan menyarankan penderita diabetes untuk melakukan imunisasi tetanus setidaknya 10 tahun sekali. Hal ini sesuai dengan anjuran dari badan pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika Serikat, Centers for Disease Control and Prevention.

Selain vaksin tetanus, adakah vaksin lain yang juga dibutuhkan penderita diabetes

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, penderita diabetes lebih rentan terkena komplikasi penyakit lainnya. Karena alasan inilah, pakar kesehatan menyarankan penderita diabetes untuk berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan vaksin yang tepat demi meminimalisir risiko terkena komplikasi berbahaya.

Berikut adalah beberapa jenis vaksin yang bisa mereka dapatkan.

  1. Vaksin influenza

Jangan salah, meskipun sering dianggap sebagai penyakit yang ringan, pakar kesehatan menyebut flu bisa saja menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan baik. Bahkan, bagi penderita diabetes, flu bisa berubah menjadi penyakit yang jauh lebih berat layaknya pneumonia. Hal ini disebabkan oleh penderita diabetes yang cenderung memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah sehingga akan membuat mereka lebih rentan terkena penyakit tersebut.

Pakar kesehatan menyarankan penderita diabetes untuk mendapatkan vaksin flu setiap tahun demi mencegah datangnya masalah kesehatan pada saluran pernapasan.

  1. Vaksin pneumococcal

Vaksin ini dibutuhkan penderita diabetes untuk mencegah datangnya penyakit yang dipicu oleh bakteri banama streptococcus pneumoniae layaknya pneumonia, meningitis atau infeksi pada salaput otak serta sumsum tulang belakang, infeksi darah atau sepsis, serta infeksi telinga. Beberapa jenis penyakit ini berpotensi mematikan jika tidak ditangani dengan baik.

Jika penderita diabetes belum berusia 65 tahun, mereka biasanya diminta untuk mendapatkan vaksin pneumococcal sekali, namun jika usianya sudah melebihi 65 tahun, biasanya mereka akan diminta untuk mendapatkannya dua kali lagi.

  1. Vaksin hepatitis B

Mengingat penderita diabetes cenderung mengalami penurunan daya tahan tubuh dengan signifikan, maka mereka pun akan lebih rentan terkena penyakit hepatitis B. karena alasan inilah mereka sebaiknya juga mendapatkan vaksin yang bisa mencegah datangnya penyakit ini.

Memang, biasanya vaksin ini sudah didapatkan saat kita masih balita, namun pakar kesehatan menyarankan penderita diabetes untuk mendapatkannya lagi jika memang diperlukan. Hanya saja, jika mereka sudah berusia lebih dari 60 tahun, sebaiknya berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui apakah membutuhkan vaksin ini atau tidak.

  1. Vaksin cacar

Vaksin cacar, tepatnya vaksin zoster bisa melindungi penderita diabetes dari penyakit cacar yang dipicu oleh virus varicella zoster, virus yang biasa menyerang orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh rendah seperti penderita diabetes. Hanya saja, penderita diabetes berusia lebih dari 50 tahun yang lebih direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin ini.