Diabetes Tingkatkan Risiko Patah Tulang Belakang

tulang-belakang-doktersehat
Photo Source: Flickr/skeyndor

DokterSehat.Com– Jika kita berbicara tentang komplikasi diabetes, hal pertama yang akan terpikirkan adalah amputasi pada beberapa bagian tubuh seperti jari kaki atau bahkan kaki bagian bawah. Padahal, ada beberapa jenis dampak lain yang bisa didapatkan dari masalah kesehatan ini. Salah satunya adalah meningkatnya risiko mengalami patah atau retak pada tulang belakang.

Diabetes Bisa Sebabkan Patah Tulang Belakang

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Erasmus University Medical Center in Rotterdam, Belanda, dan diunggah dalam Diabetes Care ini, disebutkan bahwa para peneliti mengecek patah atau retak pada tulang belakang yang disebabkan oleh melemahnya tulang belakang, khususnya yang ada di bagian bawah.

Patah tulang ini biasanya terkait dengan osteoporosis atau cedera. Masalahnya adalah hal ini bisa menyebabkan nyeri yang sangat parah dan membuat pengidapnya sangat menderita.

Penelitian ini dilakukan dengan cara mengecek 15 penelitian sebelumnya dengan data total 852.702 pria dan wanita. Secara keseluruhan, pasien penderita diabetes tipe 2 memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami patah tulang belakang. Pengidap diabetes tipe 2 yang sudah mengalami patah tulang belakang juga memiliki risiko dua kali lipat untuk terkena patah tulang di bagian tubuh lainnya.

“Hingga saat ini tidak ada petunjuk spesifik yang mengaitkan risiko osteoporosis, retak, atau patah tulang pada penderita diabetes tipe 2,” ucap salah satu peneliti yang terlibat, Fjorda Koromani.

Para peneliti juga menyarankan penderita diabetes untuk lebih cermat dalam menjaga kekuatan dan kepadatan tulangnya karena adanya risiko lebih besar untuk mengalami hal ini. Ditambah dengan adanya kesulitan untuk menyembuhkan luka, dikhawatirkan hal ini akan membuat kondisi mereka menjadi semakin memburuk dan menyebabkan kematian dini.

Meskipun begitu, para peneliti menyebut akan melakukan penelitian lanjutan terkait dengan hal ini.

Berbagai Komplikasi Diabetes yang Sebaiknya Kita Waspadai

Pakar kesehatan menyebut ada banyak sekali komplikasi diabetes yang bisa menyebabkan datangnya kematian dini atau dampak buruk lainnya.

Berikut adalah komplikasi-komplikasi tersebut.

  1. Bisa Menyebabkan Stroke atau Penyakit Jantung

Pakar kesehatan menyebut 70 persen dari kasus komplikasi diabetes yang terjadi di Indonesia adalah stroke dan penyakit jantung. Risiko untuk terkena dua masalah kesehatan yang mematikan ini bahkan bisa sampai dua kali lebih besar dibandingkan dengan orang yang tidak mengidap diabetes.

Hal ini disebabkan oleh kadar gula darah di dalam tubuh yang tak terkendali dan memicu penumpukan plak kolesterol jahat di dalam pembuluh darah yang bisa menyebabkan tersumbatnya sirkulasi darah atau pecah pembuluh darah.

  1. Gangguan Penglihatan

Kadar gula darah yang sangat tinggi di dalam tubuh penderita diabetes bisa membuat kerusakan pembuluh darah yang menuju mata. Hal ini bisa saja menyebabkan retina dipenuhi dengan darah yang membuat penglihatan kabur. Jika tak benar-benar ditangani, bisa saja hal ini akan menyebabkan datangnya kebutaan.

  1. Masalah pada Ginjal

Sekitar 30 persen kasus komplikasi yang disebabkan oleh diabetes adalah gagal ginjal. Pengidapnya pun harus melakukan cuci darah secara rutin demi bertahan hidup. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya lagi organ yang bisa melakukan penyaringan darah.

  1. Gangguan Saraf

Sekitar 60 persen pengidap diabetes mellitus mengalami kerusakan saraf akibat tingginya kadar gula darah yang bisa merusak jaringan saraf di dalam tubuh.

  1. Luka Tak Kunjung Sembuh dan Amputasi

Kerusakan saraf dan pembuluh darah berimbas pada luka yang tak kunjung sembuh. Hal ini juga bisa menyebabkan penderita diabetes memiliki risiko 25 persen lebih besar terkena amputasi dibandingkan dengan orang normal.

 

Sumber:

  1. 2019. Diabetes tied to increased risk of hidden spinal fractures. www.asiaone.com/lifestyle/diabetes-tied-increased-risk-hidden-spinal-fractures. (Diakses pada 16 November 2019).