Tips Agar Penderita Diabetes Tidak Alami Hipoglikemia

Doktersehat-diabetes-melitus-tipe-2

DokterSehat.Com– Diabetes adalah penyakit yang disebabkan oleh gangguan pada hormon insulin yang akhirnya berimbas pada meningkatnya kadar gula darah di dalam tubuh yang bisa memberikan efek merusak. Hal ini membuat banyak orang berpikir jika penderita diabetes harus menurunkan kadar gula darah di dalam tubuhnya. Padahal, penderita diabetes haruslah mengendalikan kadar gula darahnya tetap normal, bukannya menurunkannya serendah mungkin. Jika sampai kadar gula darah terlalu rendah, dikhawatirkan mereka akan mengalami hipoglikemia yang bisa saja memicu datangnya kematian.

“Masih banyak orang yang berpikir jika semakin rendah kadar gula darah penderita diabetes, semakin baik. Padahal, hal ini bisa memicu hipoglikemia yang berbahaya,” ungkap pakar kesehatan dr. Dante Saksono.

Lantas, seberapa banyak kadar gula darah yang dianggap aman bagi penderita diabetes? Dr. Dante menyebut penderita diabetes harus menjaga kadar gulanya di angka 100 hingga 180 mg/dL. Jika sampai kadar gula darah lebih rendah, maka risiko untuk terkena hipoglikemia meningkat.

Hipoglikemia terjadi jika kadar gula darah sudah ada di bawah normal. Pada penderita diabetes tipe 2, kondisi ini seringkali disebabkan oleh kekurangan asupan makanan tertentu. Sebagai informasi, 27 persen penderita diabetes tercatat mengalami kondisi ini. Jika sampai hal ini terjadi, maka mereka pun akan mengalami gejala seperti rasa lapar, tubuh gemetaran, keluarnya keringat dingin, tubuh lemas, sakit kepala, dan gangguan emosi yang membuat mudah marah.

Efek yang lebih buruk dari hipoglikemia bisa berupa jantung yang harus bekerja dengan lebih keras. Hal ini akan membuat ketidakstabilan denyut jantung. Dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa memicu aritmia atau gangguan irama jantung. Jika hal ini disertai dengan kadar gula darah yang tidak stabil, bisa jadi akan memicu serangan jantung yang berujung pada kematian mendadak.

“Banyak kasus penderita diabetes meninggal saat tidur, penyebabnya ternyata hipoglikemia,” ungkap dr. Dante.

Demi mencegah datangnya masalah hipoglikemia ini, dr. Dante menyarankan penderita diabetes untuk mematuhi saran dokter dalam hal menerapkan pola makan yang sehat dan selalu rutin untuk mengonsumsi obat. Biasanya, obat ini berupa insulin yang mampu membantu tubuh mengendalikan kadar gula darah tetap dalam kondisi yang stabil. Saat makan, penderita diabetes harus menerapkan 3J, yakni memperhatikan jumlah, jadwal, dan jenis makanan yang dikonsumsi setiap hari.