Terbit: 17 Desember 2018 | Diperbarui: 26 Desember 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Jika kita membahas tentang komplikasi diabetes, hal pertama yang akan terpikir biasanya adalah luka yang tak kunjung sembuh sehingga menyebabkan amputasi. Padahal, ada banyak sekali jenis komplikasi lainnya yang bisa disebabkan oleh hal ini. Salah satu bagian tubuh yang tidak disangka juga ikut mengalami dampak buruk dari diabetes adalah rambut.

Penyakit Diabetes Bisa Memicu Kerontokan Rambut

Dampak diabetes pada rambut

Pakar kesehatan menyebut diabetes bisa menyebabkan rambut rontok. Hal ini disebabkan oleh kadar gula darah yang tidak terkendali berpengaruh besar pada rusaknya pembuluh darah. Jika sampai hal ini terjadi, maka aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke folikel rambut menjadi bermasalah. Rambut yang tidak mendapatkan nutrisi dengan cukup akhirnya akan mengalami kerusakan dan rontok. Tak hanya di bagian kepala, kerontokan rambut yang disebabkan oleh diabetes juga bisa terjadi di bagian lain, termasuk pada bulu tangan dan kaki.

Selain hal ini, berikut adalah beberapa penyebab lain mengapa diabetes bisa memicu kerontokan:

  1. Gangguan sistem endokrin

Diabetes bisa memicu terganggunya sistem endokrin. Sebagai informasi, sistem endokrin mengelola banyak sekali hormon yang ada di jaringan-jaringan tubuh. Sistem ini memproduksi hormon androgen yang mengendalikan pertumbuhan rambut serta menjaga kesehatan folikel rambut. Gula darah yang tidak terkendali akan merusak sistem endokrin dan akhirnya membuat folikel rambut tidak aktif. Hal inilah yang menyebabkan kerontokan rambut.

  1. Kondisi autoimun

Pada penderita diabetes tipe 1, tubuh akan berada dalam kondisi autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan tubuh yang sehat. Sistem kekebalan bisa saja menyerang folikel rambut sehingga memicu salah satu jenis kerontokan rambut bernama alopecia areata.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

  1. Konsumsi obat-obatan tertentu

Kerontokan yang terjadi pada penderita diabetes juga bisa disebabkan oleh faktor lain seperti stres yang disebabkan oleh pengobatan dan kondisi diabetes yang dialami serta efek samping dari obat-obatan diabetes yang dikonsumsi.

Cara mengatasi kerontokan yang disebabkan oleh diabetes

Mengingat kerontokan rambut bisa menyebabkan penurunan rasa percaya diri. Penderita diabetes tentu harus mengatasi hal ini sesegera mungkin.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan penderita diabetes untuk memperbaiki kondisi rambutnya.

  1. Menjaga kadar gula darah tetap seimbang

Dengan mengendalikan kadar gula darah, maka risiko untuk terkena komplikasi bisa ditekan dengan signifikan. Untuk meakukannya, kita hanya perlu menerapkan gaya hidup yang lebih sehat seperti dengan menerapkan pola makan yang lebih baik, rutin berolahraga, serta teratur minum obat diabetes. Dengan kadar gula yang terkontrol, maka aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke folikel rambut bisa lebih lenacar sehingga masalah rambut rontok bisa diatasi.

  1. Mengonsumsi beberapa jenis obat untuk mengatasi diabetes

Penderita diabetes yang resah dengan masalah rambut rontok sebaiknya segera memeriksakan kondisi ini ke dokter demi mendapatkan obat yang aman untuk mengatasi kondisi ini. Jangan sembarangan minum obat yang bisa mengatasi kerontokan rambut karena dikhawatirkan bisa berimbas buruk pada kondisi diabetes yang diderita.

Beberapa jenis obat yang bisa mereka konsumsi adalah obat minoxidil dan finasteride. Minoxidil biasanya lebih disarankan bagi wanita dan finasteride biasanya lebih disarankan bagi pria.

  1. Memenuhi asupan biotin

Sebuah penelitian menghasilkan fakta bahwa penderita diabetes cenderung memiliki kadar biotin yang lebih rendah dalam tubuhnya sehingga rentan untuk terkena kerontokan rambut. Karena alasan inilah mereka disarankan untuk mengonsumsi makanan kaya biotin seperti hati ayam, telur, kacang-kacangan, ikan salmon, dan ubi. Jika perlu, mereka juga bisa mengonsumsi suplemen biotin yang didapatkan dari dokter.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi