Diabetes Ternyata Bisa Bikin Otak Mengecil!

fungsi-otak-doktersehat

DokterSehat.Com– Penderita diabetes biasanya akan mengkhawatirkan komplikasi berupa luka yang tak kunjung sembuh karena bisa menyebabkan infeksi atau bahkan amputasi. Padahal, ada banyak sekali komplikasi lain dari penyakit yang memang sangat sulit untuk disembuhkan ini. Salah satu dari komplikasi diabetes yang tidak banyak orang sangka justru terjadi pada otak kita. Tepatnya dalam hal membuat ukuran otak mengecil. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Kaitan diabetes dengan ukuran otak

Berdasarkan sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh Daily Mail, diabetes bisa membuat ukuran otak penderitanya yang berada di usia pertengahan mengecil dengan signifikan. Kondisi ini pun akhirnya berimbas pada menurunnya kondisi kesehatan mental penderita diabetes saat lanjut usia. Bahkan, menurut para peneliti, penderita diabetes tipe dua bisa mengalami penurunan kemampuan memori dan lisan hanya dalam waktu 5 tahun saja.

Dalam penelitian ini, para peserta dengan usia rata-rata 68 tahun yang menderita diabetes tidak mengalami kerusakan otak di awal penelitian, namun setelah beberapa tahun, ukuran otak mereka mengecil dan akhirnya mulai mengalami berbagai masalah kesehatan, termasuk dalam hal kecerdasan dan gangguan mental.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari University of Tasmania dan dipublikasikan dalam jurnal berjudul Diabetologia ini, disebutkan bahwa diabetes ternyata berpengaruh besar pada risiko demensia. Para peneliti juga menyebutkan bahwa penyebab utama dari kondisi ini terkait dengan obesitas, gaya hidup, dan pola makan atau diet.

Tips menjalani kehidupan sehari-hari bagi penderita diabetes

Mengingat diabetes termasuk dalam penyakit yang berbahaya dan berpotensi menyebabkan berbagai macam komplikasi, termasuk kematian, mau tidak mau penderitanya harus mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan oleh penderita diabetes untuk mencegah komplikasi.

  1. Mengonsumsi makanan sehat

Demi mencegah lonjakan kadar gula darah, mau tidak mau penderita diabetes harus menjaga pola makannya setiap saat. Mereka harus mengonsumsi makanan tinggi nutrisi namun rendah lemak dan kalori. Sebagai contoh, mereka disarankan untuk mengonsumsi makanan dengan kadar karbohidrat kompleks seperti nasi merah, biji-bijian utuh, dan sereal. Mereka juga diminta untuk mengonsumsi daging tanpa lemak yang diolah dengan cara dikukus, direbus, atau dipanggang. Sayuran juga harus diolah dengan cara yang sama. Selain itu, penderita diabetes sebaiknya mulai menghindari gula dan menggantinya dengan pemanis rendah kalori.

Beberapa jenis makanan yang direkomendasikan untuk dikonsumsi penderita diabetes adalah sayuran hijau seperti brokoli dan bayam, buah segar atau jus buah tanpa gula, kacang-kacangan, susu bebas lemak dan gula, telur, serta ikan laut seperti ikan tuna dan ikan salmon.

  1. Mematuhi pola makan sehat

Biasanya, dokter akan meminta penderita diabetes untuk mematuhi jam makan atau menerapkan porsi makan yang seimbang. Pastikan untuk mematuhi anjuran ini demi mencegah hipoglikemia atau kondisi lain yang bisa berbahaya.

  1. Berolahraga secara teratur

Penderita diabetes sebaiknya berolahraga atau setidaknya aktif bergerak dengan cara rajin berkebun, berjalan kaki, atau membersihkan rumah sehingga kadar gula darah bisa dijaga kurang dari angka 100-120.

Olahraga ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang sangat disarankan karena tidak akan menyebabkan risiko terkena luka. Selain itu, olahraga sebaiknya dilakukan setelah makan, bukannya sebelum makan dan sebaiknya tidak dilakukan sebelum tidur.

  1. Rutin menyuntikkan insulin jika memang disarankan

Sebagian penderita diabetes diminta untuk rutin menyuntikkan insulin demi menjaga kadar gula darah tetap normal sesuai dengan jadwal. Selain itu, jika hanya diberi obat, pastikan untuk selalu meminumnya dan tidak melewatkannya sekalipun karena bisa jadi memberikan dampak tidak baik bagi kondisi kesehatan.