Desainer Chanel, Karl Lagerfeld Meninggal Dunia karena Kanker Pankreas

karl-lagerfeld-doktersehat
Photo Source: Twitter.com/KarlLagerfeld

DokterSehat.Com– Karl Lagerfeld, desainer legendaris di dunia mode internasional meninggal dunia pada Selasa, 19 Februari 2019. Pria berusia 85 tahun yang juga menjabat sebagai Direktur Kreatif rumah mode Chanel dan Fendi ini tutup usia setelah dirawat di sebuah rumah sakit yang ada di Paris.

Penyebab Desainer Karl Lagerfeld Meninggal Dunia

Berdasarkan sumber yang berasal dari rumah mode Chanel, pria berpaspor Jerman ini memang mengalami penurunan kondisi kesehatan sebelum meninggal. Karl bahkan tidak bisa mengikuti dua acara yang diadakan Chanel di Paris pada 22 Januari 2019 kemarin. Padahal, selama tiga dekade memimpin rumah mode tersebut, Karl tidak pernah melewatkan satu acara pun. Chanel pun mengungkap alasan mengapa Karl sampai absen.

“Tuan Lagerfeld mengalami kelelahan sehingga digantikan oleh Diektur Studio Kreatif Chanel Virginie Viard,” tulis pernyataan resmi Chanel.

Situs Mirror menyebut Karl menderita kanker pankreas. Hanya saja, informasi ini didapatkan dari sumber anonim yang menyebut Karl memang merahasiakan kondisi kesehatannya.

Rumor tentang kondisi kesehatannya yang semakin menurun sudah muncul sejak tahun 2017 silam. Saat itu, acara Chanel Resort 2018 hanya digelar di Paris. Padahal, biasanya gelaran seperti ini diadakan di luar negeri. Sebagai contoh, pada 2017 acara ini diadakan di Kuba. Di acara tersebut, Karl bahkan terlihat berjalan dengan tidak stabil sambil memegang tangan anak baptisnya, Hudson Kroenig.

Gejala kanker pankreas

Kanker pankreas terjadi saat sel-sel tidak normal jumlahnya semakin meningkat di dalam pankreas. Hal ini membuat organ ini mengalami kerusakan dan tidak mampu memproduksi berbagai macam hormon, termasuk hormon insulin yang berperan dalam mengendalikan kadar gula darah.

Kanker pankreas seringkali menyerang orang-orang dengan usia lebih dari 45 tahun. Hanya saja, sekitar dua pertiga dari total penderita kanker ini berusia lebih dari 65 tahun. Gejala awal dari penyakit ini juga cenderung tidak jelas sehingga sulit untuk dideteksi sejak dini. Hanya saja, setelah kanker ini mulai berkembang, biasanya akan ditandai dengan berbagai hal ini:

  • Munculnya rasa nyeri pada bagian belakang.
  • Perubahan warna mata menjadi lebih kuning.
  • Penurunan nafsu makan dengan drastis.
  • Air seni yang berwarna kuning gelap.
  • Badan yang sering terasa lemah dan lelah, serta sering terasa nyeri.
  • Terjadinya penggumpalan darah.
  • Rentan terkena depresi.

Jika mulai mengalami berbagai gejala ini, sebaiknya segera memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter demi memastikan apa penyebabnya dan mendapatkan pengobatan yang tepat.

Pemicu kanker pankreas

Pakar kesehatan menyebut penyebab utama dari kanker pankreas masih belum ditemukan. Hanya saja, ada dugaan bahwa hal ini terkait dengan berubahnya DNA di dalam sel. Sel-sel yang tidak normal ini kemudian terus menggandakan diri dan kemudian memicu tumor pada pankreas.

Orang-orang yang berisiko tinggi terkena kanker pankreas

Pakar kesehatan menyebut orang-orang yang berasal dari ras Afrika-Amerika cenderung lebih berisiko terkena kanker pankreas. Hanya saja, mereka yang memiliki masalah obesitas, diabetes, serta pankreatitis akut juga memiliki risiko yang sama besarnya. Jika kita memiliki keluarga dengan kelainan genetik tertentu, kita juga sebaiknya mewaspadai risiko dari penyakit ini.

Pengobatan kanker pankreas

Ada tiga metode yang bisa dilakukan untuk mengatasi kanker pankreas.

Cara pertama adalah operasi yang dilakukan dengan memotong sebagian usus kecil, pankreas, serta kantung empedu demi membuang organ yang sudah terpapar kanker. Bahkan, bisa jadi operasi ini dilakukan dengan mengangkat limpa. Terapi lain yang bisa dilakukan adalah radioterapi dan kemoterapi.