Demi Menyelamatkan Penumpang, Pilot Pesawat Membuang 30 Ton Bahan Bakar

doktersehat-pesawat

DokterSehat.Com– Pilot dari maskapai The China Eastern Airlines yang sedang terbang dari Shanghai, Tiongkok, menuju New York, Amerika Serikat, memutuskan untuk membuang 30 ton bahan bakar saat pesawat sedang berada di angkasa agar bisa melakukan pendaratan darurat. Apa yang terjadi?

Dikutip dari NY Post, sang pilot membuat keputusan yang tidak biasa ini setelah mengetahui seorang nenek berusia 60 tahun yang merupakan salah satu penumpang mengalami kesulitan bernafas. Meski sudah dibantu oleh pramugari, kondisi kesehatan sang nenek tidak kunjung membaik dan membutuhkan bantuan medis yang lebih serius.

Para pramugari sempat memindahkan sang nenek dari kelas ekonomi ke kelas bisnis demi membantu memberikan pertolongan pertama dan memastikan posisi tubuh sang nenek berada dalam kondisi yang lebh baik. Sayangnya, nenek ini mulai kehilangan kesadarannya.

Sang pilot, Gu Jian, pun segera membuang bahan bakar demi melakukan pendaratan darurat di bandara internasional Ted Stevens Anchorage, Alaska, separuh perjalanan menuju New York. Disana, sang nenek yang didampingi putrinya dalam penerbangan ini langsung diturunkan dan dijemput oleh petugas medis.

Dalam sebuah wawancara, Jian menyebutkan bahwa saat terbang, pesawat ini memiliki berat 282 ton. Beban ini terlalu banyak untuk melakukan pendaratan darurat dengan aman. Karena kondisi sang nenek sudah sangat kritis dan harus mendapatkan bantuan medis, mau tidak mau bahan bakar harus segera dibuang.

Setelah mengalami penundaan selama enam jam demi mengisi kembali bahan bakar, pesawat akhirnya kembali terbang menuju New York. Sementara itu, sang nenek kondisinya semakin membaik di rumah sakit sehingga diperbolehkan melanjutkan penerbangan keesokan paginya.

Keputusan yang luar biasa ya?