Terbit: 27 Maret 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo


Pernah mendengar penyakit demam kelenjar alias kissing disease? Ketahui lebih lanjut mengenai masalah kesehatan yang satu ini mulai dari ciri dan gejala, penyebab, pengobatan, hingga pencegahannya!

demam-kelenjar-doktersehat

Apa Itu Demam Kelenjar?

Demam kelenjar (granular fever) adalah masalah kesehatan yang terjadi akibat adanya infeksi virus. Penyakit yang dalam dunia medis disebut sebagai mononukleosis ini kerap dijuluki sebagai ‘kissing disease’. Dikatakan demikian karena kondisi ini acap kali ditularkan melalui aktivitas berciuman.

Kendati demikian, Anda tidak perlu khawatir karena demam kelenjar sejatinya bukan merupakan masalah kesehatan yang tergolong berbahaya. Bahkan, kondisi ini dapat sembuh tanpa memerlukan pengobatan sekalipun dalam kurun waktu beberapa hari hingga minggu. Selain itu, orang yang pernah mengalami mononukleosis kemungkinan besar akan menjadi kebal terhadap penyakit ini di kemudian hari.

Ciri dan Gejala Demam Kelenjar

Demam kelenjar ditandai oleh sejumlah ciri dan gejala yang umumnya akan mulai dirasakan oleh penderita setelah 4-6 minggu terinfeksi oleh virus yang menjadi penyebab penyakit ini.

Gejala demam kelenjar yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Demam
  • Tubuh terasa lelah
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Pembengkakan amandel (tonsil)
  • Sakit tenggorokan
  • Kelenjar getah bening di area leher dan ketiak membengkak
  • Organ limpa mengalami pembesaran
  • Gangguan fungsi hati (liver)
  • Perubahan warna kulit menjadi kekuningan
  • Ruam pada kulit
  • Bintik merah di langit-langit mulut

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Kendati pada umumnya mononukleosis ini tidak berbahaya, akan tetapi alangkah baiknya jika Anda segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala-gejala di atas.

Terlebih lagi, jika gejala-gejala mononukleosis yang Anda alami ini telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama dan tidak juga mereda kendati sudah diberikan obat-obatan terkait.

Penyebab Demam Kelenjar

Penyebab demam kelenjar alias ‘kissing disease’ ini adalah virus, tepatnya virus Epstein-Barr. Virus yang masuk ke dalam kategori human herpesvirus 4 tersebut menular dari satu individu ke individu lainnya melalui medium air liur pada sejumlah aktivitas seperti:

  • Berciuman
  • Batuk
  • Bersin

Selain itu, menyentuh atau menggunakan barang-barang milik seseorang yang sudah terinfeksi virus ini seperti piring, gelas, dan handuk juga menjadi penyebab mononukleosis.

Mononukleosis, di samping virus Epstein-Barr, disebabkan oleh mikroorganisme ‘jahat’ lainnya seperti Toxoplasma dan Cytomegalovirus (CMV). Gejala yang ditimbulkan oleh kedua organisme tersebut pun hampir tidak ada bedanya.

Faktor Risiko Demam Kelenjar

Semua orang berpotensi untuk mengalami mononukleosis yang mana hal ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor risiko, yaitu:

  • Berusia 5-25 tahun
  • Aktivitas berciuman
  • Terpapar percikan liur (droplet) dari penderita yang tengah bersin atau batuk
  • Menggunakan barang yang sama dengan yang digunakan oleh penderita

Diagnosis Demam Kelenjar

Guna memastikan jika Anda memang mengalami mononukleosis, dokter perlu melakukan serangkaian pemeriksaan medis yang terdiri dari:

1. Anamnesis

Pertama-tama, dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan kepada pasien berkaitan dengan keluhan yang dirasakan. Pertanyaan-pertanyaan yang umum diajukan di antaranya sebagai berikut:

  • Gejala apa saja yang dirasakan?
  • Sudah berapa lama kondisi ini berlangsung?
  • Apakah pernah mengalami kondisi ini sebelumnya? Jika ya, seberapa sering?
  • Apakah ada anggota keluarga yang juga sedang mengalami kondisi ini?
  • Apakah baru-baru ini ada kontak dengan penderita lain?
  • Apakah memiliki riwayat penyakit lain?
  • Apakah memiliki alergi obat? Jika ya, obat apa?

2. Pemeriksaan Fisik

Setelah itu, dokter akan melanjutkan ke tahapan pemeriksaan selanjutnya yakni pemeriksaan fisik. Pada tahap ini, dokter akan memeriksa kondisi fisik pasien dan menganalisis apakah ada abnormalitas yang mengarah ke mononukleosis.

Sebagai contoh, penyakit ini ditandai oleh adanya perubahan pada warna kulit dan mata pasien menjadi kekuningan atau munculnya ruam pada kulit. Jika ciri-ciri ini ditemukan, dokter mungkin hampir dapat memastikan bahwa pasien mengalami demam kelenjar.

Selain itu, prosedur pemeriksaan fisik standar seperti pemeriksaan tinggi badan, berat badan, dan tekanan darah juga akan dilakukan.

3. Pemeriksaan Penunjang

Jika diperlukan, dokter juga akan melakukan prosedur pemeriksaan penunjang guna menguatkan hasil diagnosis.

Pemeriksaan penunjang yang dimaksud seperti:

  • Tes darah. Dokter akan mengambil sampel darah pasien untuk kemudian diteliti lebih lanjut di laboratorium. Dengan metode ini, dokter dapat mengetahui apakah ada virus yang ‘bersarang’ di dalam darah pasien.
  • Pemeriksaan liur (saliva). Dokter akan mengambil sampel liur (saliva) untuk kemudian dianalisis di laboratorium. Sama seperti tes darah, pemeriksaan liur ini bertujuan untuk mencari tahu apakah ada kandugan virus di dalam liur pasien.

Pengobatan Demam Kelenjar

Demam kelenjar dapat diobati dengan sejumlah cara. Berikut adalah cara mengobati mononukleosis yang perlu Anda ketahui dan bisa terapkan.

1. Pengobatan Demam Kelenjar di Rumah

Seperti yang sudah disebutkan di awal, mononukleosis sejatinya merupakan jenis penyakit yang bisa sembuh tanpa memerlukan prosedur pengobatan apapun. Umumnya, penyakit ini akan berakhir dalam kurun waktu beberapa hari hingga minggu, tergantung dari kekuatan imunitas tubuh.

Akan tetapi, ada sejumlah hal yang perlu Anda lakukan selama proses penyembuhan tersebut, yaitu:

  • Memperbanyak minum air putih agar tidak dehidrasi
  • Mengonsumsi makanan bergizi (buah, sayuran, dsb.)
  • Istirahat yang cukup
  • Hindari mengonsumsi alkohol

2. Pengobatan Demam Kelenjar secara Medis

Pengobatan medis bertujuan untuk membantu meredakan gejala-gejala yang ditimbulkan saat Anda mengalami penyakit ini. Pengobatan secara medis untuk mengatasi mononukleosis dilakukan dengan cara mengonsumsi obat-obatan seperti:

  • Acetaminophen
  • Aspirin
  • Ibuprofen

Komplikasi Demam Kelenjar

Kendati pada umumnya demam kelenjar tidak berbahaya, namun bukan berarti penyakit ini bebas dari risiko komplikasi. Beberapa komplikasi yang ditimbulkan dari mononukleosis di antaranya sebagai berikut:

  • Hepatitis
  • Radang otot jantung (miokarditis)
  • Pembesaran limpa
  • Penyempitan saluran napas
  • Sel darah mengalami penurunan jumlah
  • Gangguan saraf
  • Meningitis

Pencegahan Demam Kelenjar

Masalah kesehatan yang satu ini dapat dicegah. Caranya adalah sebagai berikut:

  • Hindari kontak dengan penderita demam kelenjar
  • Jaga kebersihan diri dengan rajin mencuci tangan, mandi, dsb.
  • Banyak minum air putih
  • Makan makanan bergizi
  • Olahraga
  • Istirahat yang cukup

Itu dia informasi mengenai mononukleosis yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat dan jaga selalu kesehatan diri Anda, ya!

 

  1. Anonim. Glandular Fever. https://www.healthdirect.gov.au/glandular-fever (Diakses pada 27 Maret 2020)
  2. Anonim. Grandular Fever. https://www.hse.ie/eng/health/az/g/glandular-fever/complications-of-glandular-fever.html (Diakses pada 27 Maret 2020)
  3. Anonim. Grandular Fever. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/glandular-fever (Diakses pada 27 Maret 2020)
  4. Brunner, S. 2017. Glandular Fever: What to Know. https://www.medicalnewstoday.com/articles/167390 (Diakses pada 27 Maret 2020)



DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi