Apa itu Dekompresi? Kondisi yang Membuat Penyelam Pencari Lion Air Meninggal

dekompresi-penyelam-doktersehat
Photo Source: Twitter/spotmydive

DokterSehat.Com– Kabar duka tak hanya datang dari keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. Keluarga dari penyelam yang ikut melakukan pencarian korban pesawat ini, Syachrul Anto juga harus berduka karena sang penyelam gugur saat menjalankan tugas. Syachrul diduga mengalami dekompresi saat menyelam sehingga membuatnya kehilangan nyawa. Sebenarnya, seperti apakah kondisi dekompresi ini?

Pakar kesehatan menyebut dekompresi sebagai salah satu momok yang bisa saja menyerang para penyelam, khususnya penyelaman yang dilakukan di dalam laut atau di ruang tertutup.

Saat menyelam, tubuh penyelam akan menghirup nitrogen dari tabung gas demi menyesuaikan dengan kondisi tekanan air di sekitarnya. Jika tekanan ini kemudian menurun dengan sangat cepat, maka nitrogen akan keluar dan akhirnya memicu pembentukan gelembung pada pembuluh dan aliran darah.

Kondisi dekompresi ini biasanya terjadi akibat penyelam tidak memperhatikan batasan diving table, tabel yang menunjukkan sisa nitrogen di dalam tubuh saat menyelam. Saat gelembung nitrogen ini sudah terlalu banyak, maka akan memicu kelumpuhan, gangguan fungsi otak, hingga rasa nyeri dan mati rasa.

Jika sampai gelembung ini memasuki pembuluh darah vena, maka hal ini akan memicu syok sirkulasi pada paru-paru yang bisa membuat penyelam pingsan. Mengingat kondisi pingsan ini terjadi di dalam air, maka penyelam tentu akan rentan mengalami kematian.

Kebanyakan kasus dekompresi terjadi di penyelaman yang dalam atau yang dilakukan dalam waktu yang lama. Kondisi perairan yang sangat dingin atau terlalu cepat naik ke permukaan air juga bisa menjadi penyebabnya. Selain itu, ada dugaan jika kondisi penyelam yang mengalami obesitas, dehidrasi, atau penyakit pernapasan juga ikut menjadi pemicunya.

Pakar penyelaman telah mewanti-wanti siapa saja yang menyelam untuk naik ke permukaan secara perlahan agar nitrogen di dalam tubuhnya terlepas dengan perlahan. Selain itu, jika penyelam mulai merasakan gejala dekompresi, ada baiknya mereka kembali ke kedalaman sebelumnya dan kembali naik dengan perlahan. Jika perlu, penyelam bisa ditempatkan di dalam bilik khusus dengan tekanan yang bisa diatur sehingga bisa mengeluarkan tekanan dengan perlahan.