Terbit: 13 September 2019
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Degenerasi makula adalah penyebab utama hilangnya penglihatan yang umum terjadi pada orang tua usia 50 tahun ke atas. Ketahui lebih jelas tentang apa itu degenerasi makula, gejala, penyebab, dan cara mengobatinya.

Degenerasi Makula: Penyebab, Gejala, Cara Mengobati, dll

Apa Itu Degenerasi Makula

Degenerasi makula adalah gangguan penglihatan pada orang tua. Degenerasi makula atau yang disebut juga dengan Age-Related Macular (AMD) adalah kondisi dimana makula mengalami kerusakan. Makula adalah bagian kecil di mata dekat pusat retina yang berfungsi untuk penglihatan sentral yang tajam.

Kerusakan makula dapat memengaruhi penglihatan Anda di satu atau kedua mata. Kondisi ini akan mengganggu tugas visual umum seperti membaca buku, menonton, mengenali wajah, berjalan lurus, menggunakan ponsel atau komputer, melihat arah, dan lain-lain.

Makula berfungsi sangat penting agar kita bisa melihat benda yang lurus ke depan. Beberapa kasus penderita Age-Related Macular (AMD) mengalami kehilangan visual secara berkala. Awalnya pandangan hanya buram biasa, namun seiring usia menua penglihatan menjadi semakin kabur dan fokus di mata hilang untuk mendeteksi objek.

Berdasarkan penelitian dari University of Wisconsin School of Medicine dan Public Health and the U.S. Centers untuk Disease Control and Prevention (CDC), terdapat 6,5% orang Amerika berusia lebih dari 40 tahun menderita Age-Related Macular (AMD). Jumlah penderita penyakit mata pada orang tua ini diperkirakan akan meningkat jadi 17,8 juta kasus di 2050.

Kasus Age-Related Macular (AMD) sangat umum terjadi seiring bertambahnya usia seseorang. Age-Related Macular (AMD) tidak menyebabkan kebutaan total namun penyakit ini akan sangat mengganggu Anda dalam kegiatan sehari-hari.

Tipe Degenerasi Makula

Terdapat dua tipe Age-Related Macular (AMD), yaitu degenerasi makula kering (non-neovaskular) dan degenerasi makula basah (neovaskular). Berikut ini adalah pembahasan tentang tipe degenerasi makula, yaitu:

1. Degenerasi Makula Kering

Degenerasi makula kering adalah tahap awal AMD yang disebabkan oleh jaringan makula yang menua dan menipis. Tanda-tanda Age-Related Macular (AMD) kering adalah timbulnya bintik-bintik kuning di sekitar makula. Bintik tersebut adalah jaringan yang rusak.

Terjadi penipisan sel peka cahaya di makula pada tahap non-neovaskular yang lebih lanjut. Kondisi itu menyebabkan atrofi atau jaringan mati. Anda akan mengalami peredupan dan distorsi penglihatan yang akan sangat mengganggu kegiatan sehari-hari.

Kondisi non-neovaskular terjadi perlahan, degradasi retina dari tahun ke tahun akan memburuk dan menyebabkan gangguan penglihatan yang parah. Degenerasi makula kering (non-neovaskular) adalah kasus yang paling umum terjadi yaitu sekitar 85-90% penderita Age-Related Macular (AMD) adalah dengan tipes non-neovaskular.

Baca Juga: 11 Manfaat Vitamin A, Mencegah Jerawat hingga Kanker!

2. Degenerasi Makula Tipe Basah

Kondisi degenerasi makula kering yang sudah parah akan berkembang menjadi degenerasi makula basah (neovaskular) namun kasus ini hanya terjadi sekitar 10%. Degenerasi makula basah adalah kondisi dimana pembuluh darah baru timbul di bawah retina dan bocor. Kondisi ini menyebabkan kerusakan sel-sel retina secara permanen.

Kenapa pembuluh darah baru itu bisa rusak? Kondisi ini terjadi karena kesalahan tubuh dalam menciptakan pembuluh darah baru untuk memasok lebih banyak oksigen ke retina mata, namun malah menyebabkan kerusakan jaringan yang menyebabkan hilangnya penglihatan sentral.

Neovaskular dibagi menjadi dua, yaitu:

  • CNV Occult: Choroidal neovascularization (CNV) Kebocoran pembuluh darah yang belum bisa dijelaskan.
  • CNV Classic: Kehilangan penglihatan yang lebih parah
  • Kehilangan penglihatan yang lebih parah dikarenakan pendarahan pada pembuluh darah yang menyebabkan terjadinya scar yang dapat menghasilkan kehilangan pusat penglihatan

Sangat penting bagi orang-orang tua dengan kondisi Age-Related Macular (AMD) untuk memantau penglihatan mereka dengan hati-hati dan mengunjungi dokter mata mereka secara teratur.

Baca Juga: 8 Obat Sakit Mata Paling Ampuh (Medis dan Herbal)

Gejala Degenerasi Makula

Penyakit degenerasi maluka diawali dengan gangguan penglihatan pada umumnya seperti mata minus. Ciri-ciri Age-Related Macular (AMD) adalah penglihatan buram, objek terlihat kabur, tidak fokus melihat objek. Seiring berjalannya waktu penglihatan semakin tidak jelas.

Gejala Age-Related Macular (AMD) pada umumnya, adalah:

  • Penglihatan kabur dan buram.
  • Tidak bisa fokus melihat objek.
  • Buram saat melakukan aktivitas biasa seperti membaca, mengemudi, dan lainnya.
  • Tidak jelas melihat warna-warna.

Pada beberapa kasus age-related macular dapat terjadi secara tiba-tiba namun umumnya kondisi mata memburuk dari tahun ke tahun. Jika Anda mengalami salah satu dari gejala ini, temui spesialis mata sesegera mungkin.

Penyebab Degenerasi Makula

Penyebab Age-Related Macular (AMD) adalah faktor usia namun penelitian di Columbia University Medical Center mengungkapkan bahwa Age-Related Macular (AMD) juga disebabkan oleh gen dari orang tua. Penelitian 74% pasien degenerasi makula memiliki variasi gen yang memengaruhi penyebab Age-Related Macular (AMD).

Penyebab Age-Related Macular (AMD) lainnya adalah gaya hidup yang kurang sehat sejak masa muda, seperti kebiasaan minum alkohol, merokok, menggunakan ponsel, mata kurang istirahat, dan kurangnya asupan vitamin A untuk mata.

Cara Mengobati Degenerasi Makula

Belum ada uji klinis dari Food and Drug Federation (FDA) tentang obat yang tepat untuk penderita Age-Related Macular (AMD). Cara mengobati degenerasi makula yang paling dianjurkan adalah dengan mengonsumsi suplemen nutrisi yang mengandung antioksidan dan multivitamin untuk mengurangi AMD bertambah parah jadi AMD basah.

Menurut penelitian dari National Eye Institute of the National Institutes of Health dalam Age-Related Eye Disease Study (AREDS) menganjurkan penderita Age-Related Macular (AMD) untuk mengonsumsi makanan yang mengandung minyak ikan, lutein, zeaxanthin, vitamin A, vitamin C, beta karoten, zinc, dan omega 3.

Berikut ini adalah beberapa perawatan Age-Related Macular (AMD) yang dianjurkan, meliputi:

  • Anti-angiogenesis: Menghambat perkembangan pembuluh darah yang bocor, misalnya obat Aflibercept, Avastin, Eyelea, Lucentis, Macugen.
  • Terapi Laser: Menghancurkan pembuluh darah abnormal di makula.
  • Photodynamic Laser Therapy: Obat untuk merusak pembuluh darah abnormal lalu suntik laser dingin untuk mengaktifak obat tersebut.
  • Alat Bantu Penglihatan: Seperti lensa untuk membantu penglihatan Anda.

Perawatan Age-Related Macular (AMD) terbaik adalah dengan memakan makanan yang sehat, olahraga, gunakan kacamata hitam di siang hari untuk menghindari sinar UV, dan terapkan kebiasaan baik saat menggunakan ponsel atau monitor.

Baca Juga: 10 Penyebab Mata Merah, dari yang Ringan hingga Serius

Pencegahan Degenerasi Makula

Berikut ini adalah pencegahan Age-Related Macular (AMD), yaitu:

  • Lakukan tes mata Anda sesegera mungkin bila merasakan gejala-gejala degenerasi maluka.
  • Konsumsi vitamin A dan makanan sehat lainnya yang baik untuk kesehatan mata secara khusus.
  • Jika Anda berusia lebih dari 50 tahun mohon lakukan cek mata atau tes AMD.
  • Mata butuh istirahat, terutama jika Anda melihat ponsel atau monitor sepanjang hari.
  • Berhenti merokok karena itu memengaruhi kesehatan mata.

Anda bisa melakukan pencegahan degenerasi maluka mulai dari sekarang. Umumnya penglihatan akan terganggu seiring bertambahnya usia. Terapkan pola hidup sehat tidak hanya untuk menjaga kesehatan mata tapi kesehatan tubuh secara umum.

 

  1. Haddrill, Marilyn. 2018. What is age-related macular degeneration?. https://www.allaboutvision.com/conditions/amd.htm. (Diakses pada 12 September).
  2. National Eyes Institute. 2018. Facts About Age-Related Macular Degeneration. https://nei.nih.gov/health/maculardegen/armd_facts. (Diakses pada 12 September).
  3. WebMD. 2019. Age-Related Macular Degeneration Overview. https://www.webmd.com/eye-health/macular-degeneration/age-related-macular-degeneration-overview#1. (Diakses pada 12 September).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi