DokterSehat.Com – Sebagian dari Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah kleptomania atau klepto. Ya, kleptomania adalah kondisi yang membuat seseorang melakukan pencurian secara berulang. Kleptomania termasuk gangguan kesehatan mental. Ketahui tentang penyebab, gejala, pengobatan, dan lainnya tentang kleptomania!

klepto-doktersehat

Apa Itu Kleptomania?

Kleptomania atau biasa disebut klepto adalah ketidakmampuan berulang untuk menolak impuls (dorongan) untuk mencuri barang-barang. Seorang dengan kleptomania biasanya mencuri barang-barang yang sebenarnya tidak mereka butuhkan.

Berbeda dengan pencurian pada umumnya, terkadang barang yang dicuri seseorang penderita kleptomania hanya bernilai kecil atau bahkan tidak bernilai. Pencurian juga tidak didasarkan ketidakmampuan untuk mendapatkan barang tersebut.

Barang hasil curiannya juga biasanya tidak akan digunakan. Banyak penderita kleptomania yang menyembunyikan, membuang, atau memberikan pada teman barang curiannya tersebut.

Kleptomania termasuk ke dalam gangguan kesehatan mental. Kondisi ini termasuk jarang terjadi, namun dapat menjadi serius apabila tidak ditangani dengan baik. Kleptomania dapat mengganggu kehidupan sosial penderitanya.

Seorang penderita kleptomania merasakan dorongan kuat untuk mencuri yang diliputi dengan kecemasan, ketegangan, dan gairah yang mengarah pada pencurian. Mereka kemudian juga merasakan kesenangan dan kelegaan selama melakukan pencurian.

Sebagian penderita kleptomania dapat merasa bersalah setelah mereka mencuri, namun mereka juga tidak dapat menahan untuk melakukan hal tersebut lagi.

Penyebab Kleptomania

Penyebab kleptomania tidak diketahui dengan pasti. Ada beberapa teori yang menyatakan bahwa perubahan di dalam otak mungkin menjadi penyebab klepto, namun dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk membuktikan teori ini.

Kleptomania juga dapat dikaitkan dengan beberapa faktor seperti:

  • Masalah pada senyawa kimia di otak. Kleptomania sering dikaitkan dengan masalah pada serotonin, yaitu senyawa kimia (neurotransmitter) yang ada di otak. Serotonin membantu mengatur suasana hati dan emosi. Tingkat serotonin rendah sering ditemukan pada orang yang rentan terhadap perilaku impulsif.
  • Gangguan adiktif. Pada penderita kleptomania, mencuri dapat memicu pelepasan dopamin, yang juga merupakan neurotransmitter di otak. Dopamin dapat menimbulkan perasaan senang dan nyaman, sehingga seiring berjalannya waktu seseorang dapat kecanduan melakukan hal tersebut.
  • Sistem opioid otak. Desakan diatur oleh sistem opioid otak. Seseorang dapat merasakan kesulitan untuk menolak sebuah dorongan atau keinginan apabila terjadi ketidakseimbangan pada sistem ini.

Faktor Risiko Kleptomania

Selain penyebab di atas, terdapat juga beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang memiliki kleptomania, meliputi:

  • Memiliki penyakit mental lain, termasuk bipolar, gangguan kecemasan, gangguan kepribadian, hingga gangguan penggunaan zat
  • Riwayat keluarga kleptomania atau kecanduan
  • Berjenis kelamin wanita, 2 dari 3 orang yang didiagnosis kleptomania adalah wanita
  • Trauma kepala, seperti gegar otak
  • Trauma psikologis, terutama yang terjadi di usia muda

Gejala Kleptomania

  • Hasrat yang sangat kuat untuk mengambil/mencuri barang yang tidak butuhkan
  • Ketegangan meningkat, cemas, dan muncul gairah yang mengarah ke pencurian.
  • Merasa senang atau puas saat berhasil mencuri atau mengambil sesuatu
  • Merasa bersalah, malu dan takut ditangkap setelah melakukan pencurian
  • Kembalinya desakan dan pengulangan siklus kleptomania

Ciri dan Karakteristik Kleptomania

Selain gejala klepto, terdapat juga beberapa karakteristik dan ciri kleptomania yang dapat membedakan kleptomania dengan pencurian biasa.

Berikut adalah beberapa karakteristiknya:

  • Penderita kleptomania mencuri hanya karena dorongan yang kuat yang tidak bisa ditahan bukan seperti pencuri atau pengutil umum yang melakukannya demi keuntungan pribadi, balas dendam, maupun untuk memberontak.
  • Episode kleptomania umumnya terjadi spontan dan tidak direncanakan.
  • Penderita kleptomania hanya beraksi sendirian dan tidak mungkin dibantu atau bekerja sama dengan orang lain.
  • Kebanyakan aksi pencurian dilakukan di tempat umum seperti toko atau swalayan, tapi ada juga yang mencuri dari teman atau orang di sekitarnya.
  • Barang terkadang tidak memiliki nilai dan pelaku jelas memiliki kemampuan untuk membelinya.
  • Barang curian hampir selalu disimpan dan tidak pernah digunakan.
  • Jika tidak disimpan, barang bisa jadi disumbangkan, diberikan pada orang lain, atau dikembalikan ke tempat asal ketika barang itu dicuri.
  • Keinginan untuk mencuri dapat datang dan pergi dengan intensitas yang naik turun dari waktu ke waktu.

Kapan Harus ke Dokter?

Anda harus mencari bantuan medis ketika Anda tidak dapat berhenti mengutil atau mencuri. Kebanyakan penderita kleptomania tidak ingin mencari pertolongan karena takut akan dipenjara. Namun tentunya psikiater atau psikolog tidak akan melaporkan pencurian yang Anda lakukan.

Beberapa orang lainnya mungkin baru melakukan perawatan setelah tertangkap karena memang secara hukum diharuskan untuk melakukan perawatan.

Komplikasi Kleptomania

Jika dibiarkan tanpa pengobatan, kleptomania bisa menyebabkan masalah yang parah pada tingkat emosi, hukum, dan masalah keuangan. Contohnya, banyak orang dengan kleptomania pernah ditahan karena mencuri di toko.

Seorang penderita kleptomania juga mengetahui bahwa mencuri itu salah, tapi tetap tidak bisa menahan keinginan untuk mencuri sehingga rasa bersalah, penyesalan, dan rasa malu dapat menghantuinya.

Kleptomania bisa menyebabkan atau terkait dengan hal-hal berikut:

  • Gangguan kepribadian
  • Gangguan makan
  • Gangguan bipolar
  • Depresi
  • Kecemasan
  • Penyalahgunaan alkohol dan obat terlarang
  • Gangguan kontrol impuls lainnya
  • Pikiran untuk bunuh diri

Diagnosis Kleptomania

Kleptomania biasanya didiagnosis oleh dokter atau ahli kejiwaan. Kondisi ini sering disertai dengan gejala gangguan mental lainnya sehingga terkadang kleptomania juga didiagnosis ketika seseorang dirujuk pada ahli kejiwaan karena gejala yang dialaminya.

Anda harus menjalani evaluasi fisik dan psikologis untuk mendapatkan diagnosis kleptomania. Tujuan dari evaluasi fisik adalah untuk menemukan apakah terdapat penyebab medis yang menyebabkan gejala ini.

Beberapa hal yang mungkin dilakukan oleh dokter untuk membantu diagnosis kleptomania meliputi:

  • Bertanya tentang impuls yang Anda rasakan dan bagaimana impuls tersebut memengaruhi Anda.
  • Meninjau beberapa situasi dan menanyakan pada Anda apakah situasi tersebut dapat memicu episode kleptomania.
  • Menyuruh Anda untuk mengisi kuesioner psikologis atau penilaian diri.
  • Menggunakan kriteria dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) yang diterbitkan oleh the American Psychiatric Association.

Pengobatan Kleptomania

Apakah klepto bisa sembuh? Pada dasarnya belum ada pengobatan khusus untuk kleptomania, namun perawatan menggunakan obat-obatan dan psikoterapi mungkin dapat membantu menekan gejala kleptomania.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan sebagai pengobatan kleptomania:

1. Obat-Obatan

Tidak ada obat yang secara khusus digunakan untuk mengatasi kleptomania, namun terdapat beberapa obat yang mungkin dapat membantu kondisi ini. Jenis obat-obatan yang diberikan juga biasanya ditentukan berdasarkan gangguan kesehatan mental lainnya yang dialami.

Berikut adalah beberapa jenis obat yang mungkin diresepkan:

  • Naltrexone. Obat jenis antagonis opioid yang dapat mengurangi impuls dan kesenangan yang terkait dengan mencuri.
  • Antidepresan. Jenis yang mungkin direkomendasikan adalah SSRI (selective serotonin reuptake inhibitor).

2. Psikoterapi

Jenis psikoterapi yang mungkin dilakukan untuk mengatasi kleptomania adalah terapi perilaku kognitif. Terapi ini membantu Anda mengidentifikasi kepercayaan dan perilaku negatif yang tidak sehat dan menggantinya dengan yang lebih sehat dan positif.

Berikut adalah beberapa teknik terapi perilaku kognitif yang dilakukan untuk mengatasi kleptomania:

  • Covert sensitization. Anda diharuskan membayangkan diri Anda sedang mencuri kemudian menghadapi akibat yang negatif seperti tertangkap.
  • Terapi aversi. Anda berlatih teknik yang sedikit menyakitkan, seperti menahan napas hingga Anda merasa tidak nyaman, ketika memiliki keinginan untuk mencuri.
  • Systematic desensitization. Mempraktikkan teknik relaksasi dan membayangkan diri Anda dapat mengendalikan keinginan untuk mencuri.

Kleptomania dapat kambuh dengan mudah. Anda harus dapat konsisten untuk menjalani perawatan jika tidak ingin kambuh. Anda dapat menghubungi psikiater atau orang lain yang mengerti tentang kondisi Anda setiap muncul keinginan untuk mencuri.

Pencegahan Kleptomania

Pencegahan kleptomania belum dapat diketahui secara pasti, karena penyebabnya juga belum jelas. Apabila Anda mengalami gejala, segera konsultasikan diri pada ahli kejiwaan. Deteksi dini kleptomania dapat mencegah kleptomania menjadi lebih buruk.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo.

 

Sumber:

  1. Cherry, Kendra. 2019. What You Should Know About Kleptomania. https://www.verywellmind.com/what-you-should-know-about-kleptomania-4137660.(Diakses 6 Desember 2019).
  2. Gotter, Ana dan Amber Erickson Gabbey. Stealing. https://www.healthline.com/health/stealing. (Diakses 6 Desember 2019).
  3. Mayo Clinic. 2017. Kleptomania. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/kleptomania/symptoms-causes/syc-20364732. (Diakses 6 Desember 2019).