Terbit: 15 Januari 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Defek septum ventrikel adalah kondisi dimana terdapat lubang di antara bilik jantung. Ketahui apa itu defek septum ventrikel, penyebab, gejala, cara mengobati, dll.

Defek Septum Ventrikel: Penyebab, Gejala, Cara Mengobati, dll

Apa Itu Defek Septum Ventrikel?

Defek septum ventrikel adalah kelainan pada jantung dimana terdapat lubang di bagian bawah atau bilik jantung. Lubang ini dapat terletak dimana saja pada otot di dinding jantung (septum) yang memisahkan bilik jantung (ventrikel).

Kondisi defek septum ventrikel (VSD atau Ventricular septal defect) ini merupakan penyakit bawaan lahir yang diakibatkan karena pembentukan jantung tidak sempurna yang dimulai sejak usia kehamilan 8 minggu, sehingga meninggalkan lubang di jantung.

Apabila kondisi lubangnya kecil, maka ini tidak menyebabkan masalah besar dan umumnya lubang dapat menutup dengan sendirinya seiring anak menjadi dewasa. Namun, septum ventrikel yang sedang atau besar mungkin memerlukan tindakan pembedahan sejak bayi untuk mencegah komplikasi jantung.

Penyebab Defek Septum Ventrikel

Berdasarkan National Institutes of Health, penyakit ini adalah kelainan bawaan yang paling umum terjadi. Beberapa orang dilahirkan dengan lubang yang ada di jantung mereka dan mungkin tidak memiliki gejala apapun serta membutuhkan waktu lama untuk mendiagnosanya.

Kelainan ini juga dapat terjadi pada orang dewasa yang bukan penyakit bawaan dengan penyebab langka seperti trauma fisik yang parah pada dada akibat hantaman benda tumpul secara langsung atau berulang.

Gejala Defek Septum Ventrikel

Beberapa anak yang lahir dengan VSD tidak memiliki gejala apapun bila ventrikel atau kondisi lubang di jantungnya kecil, namun bila ada gejala umumnya meliputi:

  • Sulit bernapas
  • Napas lebih cepat
  • Sering mengalami infeksi pernapasan
  • Kulit pucat
  • Kulit di sekitar bibir dan kuku berwarna kebiru-biruan
  • Berkeringat saat menyusu
  • Masalah pada nafsu makan
  • Mudah lelah

Anak VSD juga mungkin sulit untuk menambah berat badan. Apabila Anda menemukan gejala tersebut pada anak Anda, segera hubungi dokter.

Baca Juga: Serangan Jantung: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

Faktor Risiko Defek Septum Ventrikel

Seseorang memiliki risiko lebih besar lahir dengan VSD apabila memiliki faktor-faktor sebagai berikut:

  • Riwayat penyakit jantung bawaan di keluarga.
  • Kelainan genetik lainnya seperti Down Syndrome.
  • Kelainan cacat lahir lainnya pada bayi.

Faktor-faktor bawaan lahir lainnya mungkin meningkatkan faktor risiko bayi lahir dengan kelainan lubang di jantung.

Kapan Harus ke Dokter?

Mengingat jantung adalah organ vital yang memegang fungsi utama tubuh manusia, Anda harus segera menghubungi dokter apabila bayi atau anak Anda mengalami ciri-ciri VSD berikut ini:

  • Cepat lelah saat makan atau bermain.
  • Berat badan tidak bertambah secara normal seperti anak seusianya.
  • Napas cepat dan pendek.
  • Terengah-engah saat menangis atau makan.
  • Sesak napas saat berbaring.
  • Detak jantung tidak teratur.
  • Kelelahan dan kelemahan yang tidak wajar.

Akan sangat lebih baik bila VSD didiagnosis lebih awal agar mendapat perawatan yang lebih efektif dan cepat.

Diagnosis Defek Septum Ventrikel

Diagnosis dilakukan dari pemeriksaan tahap awal, seperti:

  • Mendengarkan suara detak jantung melalui stetoskop.
  • Memeriksa kondisi kesehatan secara umum.
  • Memeriksa riwayat medis Anda secara lengkap.

Apabila dokter menemukan indikasi VSD, beberapa jenis tes berikut ini dibutuhkan, yaitu:

  • Ekokardiografi

Ekokardiografi adalah USG jantung yang dilakukan melalui gelombang suara dengan frekuensi tinggi untuk menampilkan gambar jantung

  • Transesophageal Echocardiogram (TEE)

Pemeriksaan perangkat ultrasonik yang dilakukan dengan alat selang tipis yang diletakkan di dekat jantung melalui tenggorokan untuk menampilkan gambar jantung dari gelombang radio dan magnetik.

  • Rontgen Dada

Mengambil gambar jantung dan paru-paru dengan sinar X untuk mengidentifikasi  seberapa besar lubang di jantung dan kondisi terkait lainnya

Beberapa pemeriksaan tersebut dibutuhkan untuk mengetahui kondisi kesehatan jantung secara utuh dan lebih jelas. Dokter akan membaca hasil pemeriksaan tersebut dan menentukan tindakan selanjutnya sesuai dengan kondisi jantung Anda.

Cara Mengatasi Defek Septum Ventrikel

Apabila bayi lahir dengan kondisi defek septum ventrikel yang kecil, maka tidak perlu operasi atau perawatan khusus lainnya karena lubang tersebut akan menutup dengan sendirinya seiring waktu, namun mereka tetap harus menjaga pola hidupnya agar jantungnya tetap sehat.

Sementara bila mengalami defek septum ventrikel dalam ukuran sedang atau besar, dokter akan menyarankan untuk dilakukan operasi sedini mungkin demi mencegah risiko terjadinya komplikasi masalah jantung lainnya seperti kerusakan pada katup jantung.

Berikut ini adalah cara mengatasi defek septum ventrikel, yaitu:

1. Obat-Obatan

Pengobatan untuk defek septum ventrikel dapat meliputi:

  • Obat-obatan diuretik seperti furosemide untuk mengurangi jumlah cairan di paru-paru
  • Obat beta blocker untuk menjaga detak jantung agar tetap teratur dan normal, seperti obat metoprolol, propranolol, digoxin, dll

Konsultasi pada dokter selama mengonsumsi obat-obatan tersebut.

2. Operasi Jantung Terbuka

Operasi ini ditujukan untuk menjahit lubang di jantung dengan tujuan memperbaiki defek ventrikel. Selama proses operasi dilakukan, alat heart-lung machine akan digunakan untuk menggantikan kerja jantung dan paru-paru yang sementara harus dihentikan.

3. Kateterisasi Jantung

Prosedur medis untuk mengatasi berbagai masalah jantung tanpa membedah dada, namun memasukan selang tipis yang disebut kateter ke pembuluh darah di pangkal paha hingga sampai ke jantung. Kemudian, sebuah jaring berukuran khusus ditempatkan untuk menutup lubang tersebut.

4. Hybrid Procedure

Hybrid procedure adalah prosedur gabungan yang menggunakan teknik bedah dan berbasis kateter. Pembedahan berupa sayatan kecil dilakukan tanpa menghentikan jantung dan menggunakan heart-lung machine. Alat untuk menambal lubang di jantung ditempatkan melalui kateter.

Setelah melakukan pengobatan dengan salah satu metode tersebut, Anda harus tetap melakukan perawatan kesehatan dan tindak lanjut medis rutin di bawah pengawasan dokter untuk memastikan bahwa tidak ada komplikasi setelahnya.

Komplikasi Defek Septum Ventrikel

Berikut ini adalah komplikasi yang mungkin terjadi dari kelainan jantung bawaan ini, yaitu:

  • Kebocoran katup yang memisahkan antara ventrikel kiri dari aorta.
  • Irama jantung yang tidak teratur.
  • Pertumbuhan dan perkembangan yang lambat pada masa bayi.
  • Perkembangan infeksi bakteri pada jantung.
  • Hipertensi paru-paru.
  • Gagal jantung.
  • Penyakit jantung.

Baca Juga: 7 Cara Untuk Membuat Jantung Lebih Sehat dan Kuat

Cara Mencegah Defek Septum Ventrikel

Sebagian kasus VSD adalah kelainan bawaan sejak lahir yang sulit untuk dihindari, namun Anda dapat mencegahnya selama masa kehamilan dengan menjalani pola hidup dan pola makan yang sehat agar bayi lahir dengan sehat dan sempurna.

Berikut ini adalah cara mencegah kelainan ini, yaitu:

  • Tidak minum  alkohol dan mengonsumsi obat-obatan terlarang.
  • Tidak merokok selama masa kehamilan.
  • Olahraga secara teratur.
  • Menjalankan pola makan dan pola hidup sehat.
  • Rajin kontrol kehamilan.

Selain itu semua, tidak ada cara untuk mencegah kelainan yang juga diturunkan dari faktor bawaan dan genetik. Itulah pembahasan tentang defek septum ventrikel (VSD), yaitu kelainan bawaan dimana terdapat lubang di jantung. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

  1. Krause, Lydia. 2016. Ventricular Septal Defects. https://www.healthline.com/health/ventricular-septal-defect. (Diakses pada 15 Januari 2019).
  2. MedlinePlus. 2017. Ventricular septal defect. https://medlineplus.gov/ency/article/001099.htm. (Diakses pada 15 Januari 2019).
  3. MayoClinic. 2018. Ventricular septal defect (VSD). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ventricular-septal-defect/diagnosis-treatment/drc-20353501. (Diakses pada 15 Januari 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi