Terbit: 27 Desember 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Kapan kita terakhir kali menulis tangan? Karena gawai seperti ponsel pintar atau laptop kini semakin sering digunakan, banyak orang yang mengaku jarang menulis dengan tangan. Mereka bahkan berkelakar dengan menyebut tulisan tangannya menjadi semakin buruk akibat hal ini. Padahal, pakar kesehatan menyebut kebiasaan menulis tangan bisa membuat daya ingat kita terjaga, lho.

Jaga Daya Ingat Dengan Sering Menulis Tangan

Kaitan Antara Daya Ingat dan Kebiasaan Menulis Tangan

Memang, menulis tangan cenderung jauh lebih membosankan dan bisa membuat tangan menjadi lebih pegal, namun hal ini bisa memberikan dampak kesehatan yang jauh lebih besar. Fakta ini diungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Pam Mueller yang berasal dari Princeton University yang bekerja sama dengan Daniel Oppenheime, seorang peneliti dari University of California, Los Angeles (UCLA).

Dalam penelitian yang mereka lakukan, sejumlah mahasiswa diminta untuk mengikuti kegiatan perkuliahan dan mendengarkan apa yang diucapkan oleh dosen. Para mahasiswa ini dibagi menjadi dua kelompok, yakni yang menulis dengan tangan berbagai ucapan yang penting dari dosen, dan yang menggunakan laptop untuk mencatat ucapan dosen tersebut. Sekitar 30 menit kemudian, para mahasiswa ini diminta untuk menjelaskan kembali apa yang diterangkan oleh dokter.

Hasilnya adalah, kelompok mahasiswa yang menggunakan laptop memang bisa mencatat ucapan dosen dengan jauh lebih detail karena kecepatan pengetikan memungkinkan mereka untuk melakukannya. Sementara itu, catatan dari para mahasiswa penulis tangan cenderung lebih berantakan.

Hanya saja, saat diminta untuk menjelaskan tentang kajian materi yang diungkap oleh dosen, mereka yang menulis justru mampu menjelaskannya dengan jauh lebih baik. Mereka seperti memiliki pemahaman yang lebih prima dibandingkan dengan mahasiswa yang menggunakan laptop.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Para peneliti pun menyebut menulis dengan tangan sepertinya bisa memaksimalkan daya ingat sehingga bisa memberikan manfaat jauh lebih baik dibandingkan dengan kebiasaan menggunakan gawai. Karena bisa membuat kita menyimpan segala sesuatu dengan lebih mudah, kita seperti kurang termotivasi untuk benar-benar mengingat berbagai macam hal.

Dampak Menulis Tangan bagi Fungsi Memori

Mueller serta Oppenheime menyebut kebiasaan menulis tangan tak hanya tentang mencatat. Dalam realitanya, hal ini akan merangsang otak kita untuk menyimpan informasi, mengingat kembali informasi tersebut, sekaligus mencari tahu inti dari topik yang sedang kita pelajari. Hal inilah yang kemudian membuat fungsi memori di dalam otak semakin maksimal.

Penelitian lain yang dilakukan di Intech juga menghasilkan fakta yang mirip, yakni kebiasaan menulis tangan bisa meningkatkan daya ingat pada hal-hal yang baru saja kita pelajari dengan lebih baik dibandingkan dengan mengetik di laptop. Hal ini dipengaruhi oleh sinyal-sinyal yang dikirim saraf pada jari tangan ke otak.

Gerakan motorik saat menulis bisa memberikan sinyal dan rangsangan bagi otak. Hal yang sama ternyata tidak terjadi pada saat mengetik dengan menggunakan laptop. Saat menulis tangan, bagian sensori motor otak mengenali huruf yang ditulis dengan karakter yang berbeda-beda. Hal ini tidak berlaku pada tombol laptop yang cenderung seragam.

Selain itu, waktu menulis yang membutuhkan durasi lebih lama juga bisa memberikan kesempatan bagi otak untuk mencerna informasi dengan lebih baik dibandingkan dengan saat mengetik di laptop dengan cepat.

Melihat fakta ini, cobalah untuk menyempatkan diri menulis dengan tangan, baik itu menulis buku harian atau hal-hal lainnya. Meskipun terkesan jauh lebih merepotkan, dalam realitanya, menulis dengan tangan bisa membuat kita menjaga daya ingat jauh lebih baik.

 

Sumber:

  1. Blachford, Emily. 2016. Writing By Hand Improves Your Memory, Experts Say. huffingtonpost.com.au/2016/04/21/writing-by-hand-benefits_n_9735384.html. (Diakses pada 27 Desember 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi