Mayat Pasien HIV Ditemukan di Danau, Airnya Dikuras Habis

Photo Source: Flickr/UK Department for International Development

DokterSehat.Com– Pemerintah daerah Karnataka di India terpaksa menguras air seisi danau karena desakan masyarakat setempat. Hal ini disebabkan oleh ditemukannya mayat seorang wanita yang ternyata positif sudah mengidap penyakit HIV. Masyarakat yang khawatir jika air danau sudah tercemar oleh virus HIV pun meminta pemerintah setempat untuk menguras air di danau yang berukuran cukup besar tersebut.

Penularan HIV tidak bisa melalui air

Pakar kesehatan menyebut penularan HIV tidak bisa melalui air, apalagi air danau. Penularan dari salah satu penyakit paling mengerikan di dunia ini biasanya melalui hubungan seksual dengan orang yang sudah terinfeksi, ibu hamil ke anaknya, dan melalui ASI.

Sebenarnya, hal ini juga sudah dijelaskan oleh pemerintah setempat, namun, masyarakat sudah terlanjur ketakutan dengan hal ini.

“Kami sudah berusaha meyakinkan warga kalau airnya tidak akan menyebabkan penularan HIV. Kami bahkan sudah berjanji akan melakukan pemeriksaan pada air danau sehingga bisa dilihat hasilnya oleh masyarakat. Tapi mereka tidak peduli dan ketakutan untuk mendekati danau,” ungkap Naveen Hulur, petugas kesehatan setempat sebagaimana dilansir dari Reuters.

Danau akhirnya tetap harus dikuras

Danau yang berlokasi di Desa Morab ini berada di jarak 440 km dari ibu kota New Delhi. Luas dari danau ini mencapai 13 hektar. Air danau ini digunakan sebagai sumber air irigasi pertanian yang digunakan oleh sekitar 10 ribu orang. Proses pengurasan air danau ini membutuhkan waktu 4 hari. Setelahnya, danau diisi kembali oleh aliran air dari sungai sekitarnya.

Penularan HIV yang tidak terduga

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, penularan HIV biasanya disebabkan oleh gaya hidup seks bebas atau melalui pengunaan jarum suntik bergantian sebagaimana yang sering dilakukan oleh para pecandu narkoba, namun menurut pakar kesehatan, ada hal lain yang tidak terduga namun bisa menyebabkan penularan HIV.

Berikut adalah beberapa cara penularan HIV yang tidak terduga.

  1. Memakai mainan seks

Tak hanya melakukan seks bebas dan sering berganti-ganti pasangan, penggunaan mainan seks atau sex toys juga bisa menjadi penyebab penularan HIV. Sebagaimana kita ketahui, penggunaan kondom disebut-sebut bisa menjadi pencegah penularan HIV, namun penggunaan mainan seks akan membuat pertukaran cairan tubuh sangat memungkinkan terjadi, apalagi jika mainan seks digunakan secara bergantian di waktu yang sama.

Memang, virus HIV tidak akan bertahan hidup jika terpapar udara dalam waktu yang lama, namun jika digunakan dalam satu sesi percintaan, besar kemungkinan terjadi pertukaran sperma, darah, hingga cairan vagina yang merupakan agen pembawa virus HIV.

Selain HIV, mainan seks juga bisa menyebabkan penularan penyakit lainnya seperti gonore, herpes genital, hingga sifilis. Karena alasan inilah, penggunaan mainan seks sebaiknya tidak dilakukan dengan sembarangan dan pastikan untuk tidak menerapkan gaya hidup seks bebas.

  1. Bekerja di rumah sakit

Memang, prosedur rumah sakit sudah didesain sedemikian rupa agar tidak menyebabkan penularan penyakit, khususnya bagi para orang yang bekerja di dalamnya, namun para petugas kesehatan di dalamnya tetap saja memiliki risiko besar tertular penyakit seperti hepatitis atau HIV, apalagi jika mereka tanpa sengaja mengalami kecelakaan seperti terkena kontak langsung dengan darah penderita HIV pada luka terbuka atau tertancap jarum suntik yang baru saja digunakan oleh pasien HIV.

Memang, kemungkinan mengalami kecelakaan ini sangatlah kecil, namun tetap saja petugas rumah sakit harus mewaspadainya.

  1. Memakai prosedur perawatan kecantikan tertentu

Jangan salah. Sulam alis, tato alis, hingga sulam bibir ternyata bisa berisiko menyebabkan penularan HIV apabila kita melakukannya di tempat yang tidak berlisensi atau tidak dijamin keamanannya. Hal ini disebabkan oleh adanya kemungkinan luka yang ditimbulkan oleh prosedur-prosedur kecantikan tersebut. Karena alasan inilah kita harus memastikan bahwa tempat untuk melakukan perawatan kecantikan ini memakai peralatan yang steril atau berlisensi sehingga tidak akan menyebabkan penularan penyakit berbahaya, termasuk HIV.