Terbit: 8 Januari 2020 | Diperbarui: 9 Januari 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Tidak semua orang cukup beruntung untuk bisa bekerja di lokasi yang dekat dengan tempat tinggal. Di kota-kota besar seperti Jakarta, misalnya, banyak orang yang berasal dari luar kota seperti Depok atau Bekasi yang harus mengadu nasib di Ibu Kota. Mereka pun melakukan perjalanan panjang hanya demi mencapai tempat kerjanya.

Ini yang Terjadi Jika Tempat Kerja Jauh dari Rumah

Dampak Kantor Jauh dari Rumah

Sebuah penelitian yang dilakukan di Swedia menghasilkan fakta bahwa orang-orang yang harus menempuh jarak jauh hanya demi mencapai tempat kerja setiap hari cenderung memiliki masalah tidur dan gaya hidup yang monoton dibandingkan dengan mereka yang bekerja di tempat yang dekat dengan rumah. Hal ini bisa mempengaruhi kesehatan fisik dan mentalnya dengan signifikan.

Dalam penelitian ini, disebutkan bahwa para pekerja yang dicek datanya adalah yang bekerja lebih dari 40 jam seminggu dan menempuh perjalanan lebih dari 30 menit hanya demi mencapai tempat kerjanya. Mereka cenderung memiliki risiko 25 persen lebih tinggi untuk menerapkan gaya hidup kurang gerak dan 16 persen lebih tinggi terkena masalah tidur.

“Masalah tidur ini disebabkan oleh tidak adanya waktu untuk melakukan hal-hal pelepas stres seperti bersantai, relaksasi, atau sekadar nongkrong bersama dengan teman-teman,” ucap salah satu peneliti yang terlibat, Jaana Halonen dari Stockholm University.

Halonen juga menyebut mereka yang bekerja jauh dari rumah cenderung mudah lelah baik itu secara fisik dan mental sehingga langsung pulang ke rumah untuk beristirahat. Hal ini membuat kehidupan sehari-harinya cenderung monoton.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

Dalam penelitian yang kemudian dipublikasikan hasilnya dalam Occupational and Environmental Medicine ini, disebutkan bahwa para peneliti mengecek jadwal harian orang dewasa layaknya seberapa lama mereka bekerja, seberapa lama mereka menghabiskan waktu di perjalanan, hingga beberapa faktor lain seperti kebiasaan bergerak, merokok, pola makan, dan kebiasaan tidur.

Jumlah peserta penelitian yang dilibatkan adalah 22 ribu orang berusia dewasa yang dicek pada tahun 2008 dan 2018. Para partisipan ini juga dicek indeks massa tubuhnya.

Hasil dari penelitian ini adalah, bekerja di waktu kurang dari 40 jam dalam seminggu tidak begitu mempengaruhi kecenderungan merokok, minum, dan olahraganya, namun mereka yang bekerja lebih lama cenderung mengalami masalah kelebihan berat badan.

Hanya saja, penelitian ini tidak menganalisis data tentang para komuter yang bekerja dengan menggunakan transportasi umum sehingga lebih lama berjalan kaki demi mencapai tempat kerjanya. Mereka juga mengaku belum mengetahui dampaknya jika para pekerja rutin bersepeda untuk mencapai tempat kerja.

Tips Sehat bagi Pekerja

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa cara yang bisa dilakukan para pekerja jika ingin hidup sehat dan tidak mudah jatuh sakit. Berikut beberapa cara teta sehat bagi pekerja keras:

1. Mencukupi Kebutuhan Cairan

Pastikan untuk minum cukup setiap hari. Caranya adalah dengan rutin minum air putih yang biasanya disediakan di kantor. Pakar kesehatan lebih menyarankan kita untuk menggunakan cangkir agar kita bisa sering berdiri atau berjalan kaki ke dispenser sehingga lebih aktif.

2. Membawa Bekal Makanan

Bawalah bekal baik itu camilan atau makanan sendiri. Tak hanya membuat kita bisa menjaga menu makanan tetap sehat, kita juga bisa menjaga porsi makanan agar tidak berlebihan.

3. Jaga Postur Tubuh

Posisikan tubuh dalam postur yang ideal, khususnya saat duduk menghadap ke komputer agar tidak terlalu membungkuk atau terlalu dekat dengan layar komputer.

4. Lakukan Peregangan

Tak hanya dengan berjalan kaki atau naik turun tangga, cobalah untuk melakukan peregangan pada tangan, kaki, atau setidaknya menggerakkan tubuh demi menghindari nyeri otot.

 

 Sumber:

  1. Rapaport, Lisa. 2020. Commuters may get less sleep and exercise. unionleader.com/news/business/commuters-may-get-less-sleep-and-exercise/article_5967c9bd-b2da-5b96-b523-8b1cecaa6f8c.html. (Diakses pada 7 Januari 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi