Dampak Pernikahan Dini pada Kesehatan Tubuh Wanita

pernikahan-doktersehat
Photo Credit: Flickr/ Jim Sher

DokterSehat.Com – Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 pasal 7 ayat 1, batas usia pernikahan untuk pria adalah 19 tahun dan wanita 16 tahun. Namun, batas ini kerap dilanggar oleh beberapa lapisan masyarakat dengan menikahkan anaknya yang berusia masih mudah entah karena tradisi atau karena ada kejadian tidak diinginkan seperti hamil di luar pernikahan.

Nah, sebenarnya amankan pernikahan ini dilakukan pada anak yang masih berusia belasan tahun. Adakah dampak negatif pada tubuh atau pikiran khususnya pada wanita yang punya tanggung jawab untuk mengandung anak?

Budaya nikah mudah di seluruh dunia
Beberapa daerah di dunia seperti kawasan Timur Tengah kerap menikahkan anaknya yang berusia 10-12 tahun. Faktor agama dan budaya menyebabkan anak-anak di sini harus menikah lebih muda untuk menghindari zina. Pernikahan yang terlalu dini ini terus dilakukan meski beberapa masalah kerap terjadi pada anak.

Di Indonesia sendiri, pernikahan dini kerap terjadi di daerah pinggiran. Anak-anak yang baru lulus SMP atau SMA terpaksa menikah karena keadaan. Dampaknya, perceraian dini kerap terjadi dan anak yang dihasilkan dari pernikahan terlantung-lantung harus ikut dengan siapa.

Dampak kesehatan fisik dan mental
Pada pria dampak yang ditimbulkan dari pernikahan dini ini mungkin tidak terlalu banyak. Namun, pada wanita gangguan yang diberikan cukup banyak khususnya pada fisik dan mentalnya. Wanita berusia 15-18 tahun biasanya masih ingin bebas dan bermain-main, saat menikah mereka akan merasa terkungkung karena memiliki tanggung jawab yang besar.

Dampak pada fisik tentu risiko saat mengandung melahirkan. Wanita berusia di bawah 20 tahun belum terlalu matang secara seksual. Area vagina, rahim, hingga panggul belum berkembang dengan sempurna. Dampaknya, wanita bisa mengalami risiko kematian saat melahirkan.

Mengingat banyaknya risiko pada wanita ini, jika ingin melakukan  pernikahan dini harus dipikirkan terlebih dahulu.