Terbit: 26 September 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Di Indonesia, merokok masih dianggap sebagai hal yang wajar untuk dilakukan. Padahal, hal ini bisa memberikan dampak kesehatan yang tidak bisa disepelekan. Jika orang tua terbiasa merokok, misalnya, anaknya bahkan akan lebih rentan terkena penyakit jantung. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Dampak Punya Orang Tua Perokok, Anak Rentan Kena Penyakit Jantung

Dampak Orang Tua Perokok bagi Kesehatan Anak

Berdasarkan penelitian yang dilakukan dr. Gregory Marcus dan diunggah dalam WebMD, disebutkan bahwa orang tua yang merokok akan membuat anaknya memiliki risiko terkena penyakit jantung lebih tinggi. Salah satu jenis masalah jantung yang bisa didapatkan adalah fibrilasi atrium, gangguan yang terjadi di jantung bagian bilik atas.

Meskipun fibrilasi atrium tidak secara langsung bisa memicu kematian, hal ini bisa membuat denyut jantung semakin tidak karuan dan meningkatkan risiko terkena gagal jantung atau stroke.

Paparan asap rokok sejak usia muda atau dalam dunia medis disebut sebagai seconhand smoker, sesuatu yang sering dialami anak-anak di Indonesia yang memiliki keluarga atau berada di lingkungan perokok. Dari 2.800 anak yang berada dalam kondisi tersebut dan kemudian tumbuh dewasa di penelitian ini, dihasilkan fakta bahwa 14 persen di antaranya mengalami masalah fibrilasi atrium.

“Secara biologis, menjadi secondhand smoker memang bisa menyebabkan fibrilasi atrium,” ucap dr. Marcus.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

Merokok bisa membuat bilik jantung dan struktur lainnya lambat laun mengalami kerusakan. Dampak ini akan semakin besar jika yang terpapar adalah jantung anak-anak yang masih berkembang.

Sebagai informasi, pembuluh darah vena dari paru-paru mendistribusikan darah dari paru-paru menuju jantung. Jika sampai pembuluh darah ini rusak akibat terpapar zat beracun dari asap rokok, maka akan menyebabkan dampak buruk bagi paru-paru dan juga kondisi jantung.

Melihat fakta ini, orang tua memang sebaiknya tidak merokok di dekat anaknya. Hanya saja, akan jauh lebih baik jika mereka benar-benar berhenti merokok demi mencegah dampak kesehatan bagi buah hatinya.

Penyebab Penyakit Jantung

Selain kebiasaan merokok, pakar kesehatan menyebut ada hal lain yang bisa menyebabkan penyakit jantung. Berikut adalah berbagai penyebab penyakit jantung yang jarang disadari.

  1. Polusi Udara dan Suara

Pakar kesehatan menyebut sering terkena paparan polusi udara dan polusi suara ternyata bisa menyebabkan kenaikan risiko terkena masalah pada jantung. Polusi udara memiliki banyak kandungan beracun yang bisa masuk hingga ke peredaran darah dan akhirnya merusak jantung. Sementara itu, polusi suara seperti akibat kemacetan lalu lintas bisa menyebabkan kenaikan tekanan darah yang berbahaya bagi jantung.

2. Kesepian

Kesepian karena tidak memiliki pasangan, teman, atau tidak dekat dengan keluarga bisa meningkatkan stres dan peradangan di dalam tubuh. Hal ini bisa berimbas buruk bagi kesehatan jantung.

3. Sering Lembur

Orang yang sering bekerja lembur hingga sekitar 55 jam setiap minggu cenderung memiliki risiko terkena penyakit jantung lebih besar. Hal ini disebabkan oleh bekerja dengan berlebihan bisa memicu stres, kurang gerak, dan membuat kita menerapkan pola makan yang buruk.

4. Hobi Menonton Televisi

Hobi menonton televisi dalam waktu terlalu lama bisa membuat kita kurang gerak dan akhirnya memicu serangan jantung atau stroke. Hal ini disebabkan oleh kondisi sirkulasi darah yang semakin memburuk dan risiko terkena peradangan yang lebih besar.

5. Mengalami Masalah Gusi

Masalah gusi bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Hal ini disebabkan oleh terjadinya peradangan pada daerah gusi yang memengaruhi kondisi pembuluh darah arteri.

 

Sumber:

  1. Amy Norton. 2019. Parents’ Smoking Raise Future Heart Risks for Kids. webmd.com/heart-disease/atrial-fibrillation/news/20190923/parents-smoking-raise-future-heart-risks-for-kids#1. (Diakses pada 26 September 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi