6 Dampak Minuman Manis bagi Kesehatan

minuman-manis-teh-botolan-doktersehat
Photo Source: Flickr/yonolatengo

DokterSehat.Com– Meskipun terasa sangat menyegarkan saat dikonsumsi, banyak orang yang menyebut minuman manis bisa membahayakan ginjal. Sebenarnya, apakah anggapan pakar kesehatan ini memang benar?

Dampak Minuman Manis bagi Kesehatan

Selain bisa membahayakan ginjal dan meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit berbahaya, pakar kesehatan menyebut ada berbagai hal lain yang bisa kita dapatkan jika kita hobi mengonsumsi minuman manis.

Berikut adalah dampak-dampak kesehatan tersebut.

1. Menaikan berat badan naik

Salah satu penyebab utama kenaikan berat badan adalah kebiasaan mengonsumsi minuman manis. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam New England Journal of Medicine, dihasilkan fakta bahwa hobi mengonsumsi minuman manis satu porsi saja setiap hari selama empat tahun sudah cukup untuk memicu kenaikan berat badan dengan signifikan.

2. Meningkatkan risiko serangan jantung

Penelitian yang dilakukan di Harvard University dan melibatkan 40 ribu partisipan dalam waktu lebih dari 20 tahun ini menghasilkan fakta bahwa pria yang rutin mengonsumsi minuman manis satu kaleng saja setiap hari sudah cukup untuk memicu peningkatan risiko terkena serangan jantung hingga 20 persen.

Hal ini disebabkan oleh kemampuan manis dalam memicu peningkatan risiko terkena obesitas, diabetes, dan peradangan yang akhirnya berimbas pada risiko serangan jantung.

3. Meningkatkan risiko kanker pankreas

Penelitiian yang dilakukan di University of Minnesota, Amerika Serikat pada tahun 2010 silam menghasilkan fakta bahwa rutin mengonsumsi minuman bersoda sebanyak dua kali dalam seminggu sudah cukup untuk meningkatkan risiko terkena kanker pankreas dua kali lebih besar.

Pakar kesehatan menyebut minuman manis akan membebani kinerja pankreas yang harus memproduksi insulin dalam jumlah yang lebih banyak. Sayangnya, hal ini bisa menyebabkan datangnya peradangan pada bagian tubuh ini.

4. Meningkatkan risiko asam urat

Tak hanya makanan dengan kandungan purin tinggi, pakar kesehatan menyebut minuman manis juga bisa meningkatkan risiko terkena penyakit asam urat. Fakta ini terungkap dari sebuah penelitian yang melibatkan 80 ribu partisipan dan dilakukan selama 22 tahun. Hasilnya adalah, 75 persen penggemar minuman manis akan lebih rentan terkena penyakit yang menyerang persendian ini.

Hal ini disebabkan oleh kecenderungan minuman manis yang bisa menyebabkan peradangan dan meningkatkan penumpukan zat asam urat di dalam persendian.

5. Memicu kerusakan gigi

Sudah menjadi rahasia umum jika minuman manis bisa memicu kerusakan gigi. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan gula atau pemanis yang bisa menempel pada gigi dan akhirnya membuat bakteri pemicu kerusakan gigi menjadi lebih aktif. Risiko terkena karies atau gigi berlubang pun akan meningkat dengan signifikan.

6. Meningkatkan risiko penyakit ginjal

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam Clinical Journal of the American Society of Nephrology pada tahun 2018, dihasilkan fakta bahwa hobi mengonsumsi minuman manis layaknya soda atau minuman dengan rasa buah-buahan bisa meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis hingga 61 persen!

Dalam penelitian yang dipimpin oleh Casey Rebholz dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health ini, disebutkan bahwa belum jelas seperti apa kaitan antara minuman manis dengan risiko penyakit ginjal. Ada dugaan bahwa minuman manis akan memperberat kinerja ginjal dan akhirnya membuat organ ini lebih rentan mengalami kerusakan akibat bekerja terlalu keras.