Terbit: 25 Maret 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Selama ini kita mengetahui bahwa apa yang dimakan para ibu selama hamil dapat memengaruhi kondisi janin. Namun ternyata dampaknya bukan hanya pada saat kelahiran janin, tapi juga kesehatan metabolisme bayi di masa depan.

Dampak Makanan Tinggi Fruktosa pada Kesehatan Janin

Sebuah studi yang dilakukan oleh Washington University School of Medicine di St. Louis menemukan bahwa ibu hamil yang mengonsumsi diet tinggi fruktosa selama kehamilan dapat menyebabkan cacat pada plasenta dan mengganggu pertumbuhan janin.

Penelitian ini menguji coba tikus yang diberi kandungan fruktosa tinggi. Peneliti menggunakan fruktosa karena dianggap memiliki kaitan erat dengan diabetes dan obesitas.

“Sejak awal tahun 1970-an kita sudah makan fruktosa lebih banyak dari seharusnya. Hal ini menjadi penting untuk memahami bagaimana konsumsi fruktosa berdampak pada kesehatan manusia. Penelitian ini menunjukkan efek negatif dari diet fruktosa selama kehamilan,” jelas Kelle H. Moley, MD., Profesor James P. Crane Sekolah Kedokteran Obstetri dan Ginekologi dan penulis penelitian tersebut seperti dikutip dari Science Daily.

Dalam tubuh fruktosa diproses berbeda dari gula lain seperti glukosa yang diubah tubuh menjadi energi. Fruktosa dipecah menjadi trigliserida dan mendorong kadar asam urat yang tinggi. Terlalu banyak asam urat dapat menyebabkan gangguan metabolisme lainnya yang mengakibatkan obesitas, diabetes tipe 2 dan kondisi kesehatan lainnya.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Hasil penelitan Moley menemukan bahwa tikus yang diberi makanan dengan kadar fruktosa lebih banyak akan melahirkan bayi yang lebih besar. Selain itu induk tikus juga memiliki risiko kolesterol dan pada plasenta ditemukan kadar asam urat yang tinggi.

Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa sejak dalam kandungan, janin akan berjuang dengan kondisi ini hingga ketika lahir, menjadi anak-anak dan dewasa. Bahkan, kondisi ini juga dapat memicu masalah kesehatan lainnya.

Berdasarkan penelitian ini para ibu hamil disarankan untuk tidak makan makanan yang tinggi fruktosa dan memperbanyak makanan alami.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi