Terbit: 4 Juni 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Salah satu kue yang paling sering disajikan di Hari Raya Lebaran adalah kue nastar. Kue dengan tekstur yang lembut dan memiliki rasa yang manis ini memang sangat nikmat untuk dikonsumsi. Bahkan, banyak orang yang mengaku bisa menghabiskan satu toples nastar seorang diri. Hanya saja, pakar kesehatan menyebut makan tiga buah kue nastar saja sudah cukup untuk memberikan dampak bagi kesehatan tubuh.

resep-nastar-keju-doktersehat

Kalori nastar cukup tinggi

Selain bahan utamanya yang berupa tepung, nastar juga diolah dengan menggunakan bahan-bahan tinggi kalori lainnya seperti gula, telur, mentega, serta selai nanas. Bahan-bahan ini cenderung memiliki kadar kalori yang sangat tinggi. Memang, kita juga bisa menemukan kandungan nutrisi lain seperti protein, vitamin, dan mineral, namun keberadaan kalori yang tinggi inilah yang bisa membuat nastar kurang baik bagi kesehatan.

Sebagai informasi, jika kita mengonsumsi tiga buah kue nastar, maka kita sudah mengonsumsi sekitar 120-140 kalori. Jumlah kalori ini setara dengan satu piring nasi. Hal ini berarti, jika kita makan nastar dalam jumlah yang sangat banyak dalam waktu yang singkat, risiko terkena kenaikan berat badan pun meningkat.

Selain itu, sudah menjadi rahasia umum jika konsumsi kalori dan gula berlebihan juga bisa meningkatkan risiko diabetes. Padahal, diabetes bisa menyebabkan komplikasi berbahaya, termasuk yang bisa menyebabkan kematian dini.

Nastar juga memiliki kolesterol

Tak hanya tinggi kalori, nastar ternyata juga memiliki kandungan kolesterol yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh penggunaan mentega yang memang cenderung tinggi kandungan lemak trans. Padahal, jika kita mengonsumsi lemak trans dengan berlebihan, maka risiko mengalami peningkatan kadar kolesterol jahat di dalam darah akan terjadi.

Masalahnya adalah jika sampai kadar kolesterol jahat naik, risiko untuk terkena penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung atau stroke bisa meningkat. Karena alasan inilah kita juga sebaiknya membatasi konsumsi kue kering khas Lebaran ini.

Batasan mengonsumsi kue kering saat lebaran

Pakar kesehatan menyebut kue-kue khas lebaran seperti nastar, kastangel, lidah kucing, putri salju, dan lain-lainnya memang sangat nikmat sehingga sayang untuk dilewatkan. Hanya saja, bukan berarti kita bisa makan dalam jumlah banyak.

Sebagai informasi, jika kita makan satu buah kue kering saja, sudah bisa mendapatkan 50 kalori. Hal ini berarti, dalam sehari kita sebaiknya membatasi kue kering hanya 3-4 butir saja. Bahkan, bagi mereka yang menderita kolesterol tinggi, konsumsinya bisa dibatasi hingga 1 atau 2 butir saja.

Sementara itu, bagi penderita diabetes, sebaiknya berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu untuk mengetahui apakah mereka masih boleh mengonsumsi kue khas lebaran atau tidak demi mencegah kenaikan kadar gula darah.

Selain peningkatan berat badan atau kolesterol, pakar kesehatan juga menyebut kue kering cenderung bisa menyebabkan masalah perut kembung. Hal ini disebabkan oleh tingginya kandungan lemak pada kue-kue kering khas Lebaran ini yang membuat pencernaan menjadi lebih lambat.

Selain kue kering, batasi konsumsi minuman manis

Selain kue kering, pakar kesehatan menyarankan kita untuk membatasi konsumsi minuman-minuman dengan rasa yang manis seperti minuman bersoda, teh kemasan, sirup, atau bahkan teh atau kopi buatan yang diberi tambahan gula. Meski menyegarkan, minuman-minuman ini tinggi kandungan gula yang bisa menyebabkan kenaikan berat badan atau risiko diabetes.

Pakar kesehatan lebih menyarankan kita untuk memperbanyak asupan air putih yang lebih sehat, jus buah segar, dan lebih banyak makan buah-buahan yang justru bisa memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi