Dampak Makan Terlalu Malam bagi Jantung

makan-malam-doktersehat
Photo Source: Flickr/stellasia

DokterSehat.Com– Ada banyak sekali alasan untuk makan di waktu terlalu malam. Hanya saja, biasanya hal ini disebabkan oleh kesibukan sehari-hari yang menyita waktu. Sebagai contoh, banyak pekerja kantoran di kota-kota besar yang baru bisa menyelesaikan pekerjaannya di malam hari sehingga baru bisa makan di waktu yang cukup larut. Masalahnya adalah hal ini bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

Dampak Makan Terlalu Malam bagi Kesehatan Jantung

Berdasarkan sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh American Heart Association dan dilakukan di Columbia University Vagelos College of Physicians and Surgeons menghasilkan fakta bahwa kebiasaan makan terlalu malam bisa meningkatkan risiko terkena penyakit jantung!

Dalam penelitian yang dipimpin oleh Nour Makarem ini, sekitar 12.700 partisipan dengan usia 18 hingga 76 tahun dilibatkan. Para partisipan ini dipantau kebiasaan makannya setiap hari. Selain itu, para partisipan juga terus dicek kadar tekanan darah dan kadar gula darahnya secara berkala.

Hasil dari penelitian ini adalah, sekitar separuh dari para peserta yang makan setelah pukul 18.00 petang mengalami kenaikan asupan kalori hingga 30 persen. Hal ini berimbas pada meningkatnya kadar gula darah, gangguan sensitivitas insulin, dan peningkatan tekanan darah dengan signifikan.

Situs Mayo Clinic menyebut kadar gula darah puasa yang meningkat bisa menandakan kondisi kesehatan yang serius dan tidak bisa disepelekan. Sebagai contoh, hal ini bisa saja menandakan prediabetes, kondisi yang menunjukkan kadar gula darah sangat tinggi namun masih belum bisa dianggap sebagai masalah diabetes. Sebagai informasi, kadar gula darah puasa adalah kondisi yang menunjukkan kadar gula darah saat kita tidak makan dalam waktu yang lama, yakni sekitar 8 jam atau lebih.

Masalahnya adalah, sekitar 70 persen dari orang-orang yang mengalami masalah prediabetes akan menderita penyakit diabetes. Tak hanya akan menyebabkan amputasi pada beberapa bagian tubuh, dalam realitanya diabetes bisa menyebabkan komplikasi yang jauh lebih serius seperti penyakit jantung.

Alasan Makan Terlalu Malam Bisa Berbahaya

Pakar kesehatan menyebut tubuh manusia memiliki ritme sirkadian atau jam biologis yang mengendalikan berbagai hal yang kita jalani setiap hari. Sebagai contoh, ritme sirkadian memberikan pengaruh besar bagi waktu bangun tidur, waktu tidur, sinyal lapar, hingga rasa kantuk atau kemampuan otak untuk bekerja dengan maksimal.

Jika kita makan di waktu yang tidak biasa seperti terlalu malam atau melewatkan sarapan, maka tubuh yang biasanya mempersiapkan diri untuk mengeluarkan sinyal lapar atau menyiapkan enzim-enzim demi mencerna makanan akan kebingungan karena tidak ada asupan makanan apapun yang masuk. Hal ini akan membuat sistem metabolisme juga akan ikut kacau dan akhirnya berpengaruh pada penumpukan lemak di dalam tubuh.

Jika sampai berat badan berlebih dan lemak terus menumpuk di dalam tubuh, maka penumpukan plak di dalam pembuluh darah akan meningkat. Hal ini juga akan berimbas pada peningkatan tekanan darah dan penyumbatan darah. Jika tak kunjung ditangani, hal ini akan menyebabkan penyakit jantung dan stroke yang berpotensi mematikan.

Batasan Waktu Makan Malam yang Ideal

Pakar kesehatan Maureen Talbot dari British Heart Foundation menyebut ada baiknya kita membatasi waktu makan malam sekitar 2 atau 3 jam sebelum beranjak tidur. Hal ini berarti, jika kita terbiasa tidur di pukul 21.00 malam, sebaiknya tidak lagi makan setelah pukul 18.00 atau 19.00.

Selain memperhatikan waktu makan, kita juga sebaiknya mengecek makanan apa saja yang dikonsumsi. Sebagai contoh, ada baiknya kita tidak mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh yang kurang baik bagi kesehatan dan memperbanyak asupan makanan berserat atau makanan dengan kandungan potasium yang bisa mendukung kesehatan dan waktu tidur dengan baik.

 

Sumber:

Makarem, Nour, Columbia University Vagelos College of Physicians and Surgeons, heart.org (Diakses 3 september 2019).

Talbot, Maureen, British Heart Foundation, bhf.org.uk (Diakses 3 September 2019).