Terbit: 27 Januari 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Karena diburu waktu atau memang karena sudah terbiasa, banyak orang yang makan dengan cepat sehingga tidak mengunyah makanan hingga benar-benar halus. Meskipun terlihat sebagai hal yang wajar untuk dilakukan, pakar kesehatan menyebut hal ini bisa memberikan dampak kurang baik bagi kesehatan tubuh.

Bahaya Makan Terlalu Cepat

Dampak terbiasa makan dengan cepat

Selain membuat makanan yang masih dalam bentuk kasar masuk ke dalam saluran pencernaan sehingga membuat organ-organ pencernaan bekerja dengan lebih keras, pakar kesehatan menyebut ada dampak lain dari terbiasa mengonsumsi makanan dengan cepat.

Berikut adalah dampak-dampak tersebut.

  1. Membahayakan kesehatan jantung

Pakar kesehatan dr. Takayuki Yamaji dari Hiroshima University, Jepang, menemukan sebuah fakta bahwa kebiasaan makan terlalu cepat bisa membahayakan jantung. Hal ini didasari oleh sebuah penelitian yang dilakukan dengan melibatkan lebih dari seribu partisipan selama 5 tahun. Hasil dari penelitian ini adalah mereka yang terbiasa makan cepat cenderung lebih rentan terkena sindrom metabolik, penyakit jantung, dan stroke.

  1. Asam lambung tinggi

Kebiasaan makan dengan cepat juga akan memicu masalah refluks asam lambung. Hal ini disebabkan oleh banyaknya jumlah makanan yang masuk ke dalam lambung dalam waktu yang singkat. Kondisi ini akan menyebabkan dada dan perut mengalami sensasi tidak nyaman, perih, dan terbakar.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

  1. Diabetes

Makan terlalu cepat ternyata juga terkait dengan risiko diabetes. Fakta ini terungkap dari sebuah penelitian yang dilakukan di Lithuania pada 2012 silam. Dalam penelitian ini, disebutkan bahwa makan terlalu cepat akan mengganggu pengiriman sinyal dari perut ke otak yang biasanya mampu menandakan bahwa perut sudah terisi dan kenyang. Hal ini tentu akan membuat kita mengonsumsi makanan dengan berlebihan sehingga meningkatkan kadar gula darah dengan drastis. Jika tubuh juga mengalami gangguan respons insulin, maka kadar gula darah akan terus berada dalam kondisi tinggi dan akhirnya menyebabkan datangnya diabetes.

  1. Obesitas

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, makan terlalu cepat bisa membuat kita mengonsumsi makanan dengan jumlah yang berlebihan. Hal ini tentu akan membuat asupan kalori lebih banyak dari yang dibutuhkan tubuh sehingga akhirnya memicu timbunan lemak di dalam perut. Selain peningkatan berat badan, risiko terkena obesitas akan meningkat drastis akibat kebiasaan ini.

  1. Tersedak

Kebiasaan makan dengan cepat membuat makanan masih berada dalam kondisi kasar. Hal ini akan meningkatkan risiko tersedak. Jangan salah, jika sampai tersedak membuat jalur pernapasan tertutup, maka kita bisa saja kehilangan nyawa.

  1. Sariawan

Kebiasaan makan terlalu cepat juga akan membuat kita lebih rentan mengalami sariawan. Hal ini disebabkan oleh bagian lidah atau bibir yang lebih mudah untuk tergigit akibat kebiasaan makan terburu-buru.

Tips makan dengan baik

Alih-alih makan dengan cepat, pakar kesehatan menyarankan kita untuk lebih tenang saat mengonsumsinya. Hal ini berarti, kita memang harus pandai-pandai menata waktu agar tidak sampai terburu-buru saat makan.

Cara pertama yang bisa kita lakukan demi mencegah kebiasaan makan dengan terlalu cepat adalah dengan memakai sendok dengan ukuran lebih kecil atau menurunkan porsi makanan di sendok kita. Hal ini tentu akan membuat kita tidak mudah mengambil makanan dengan berlebihan. Selain itu, dengan porsi makanan yang lebih kecil, diharapkan lebih banyak makanan yang dikunyah hingga benar-benar halus.

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk mengunyah makanan hingga 10-20 kali agar benar-benar lembut. Selain itu, saat mengunyah, kita sebaiknya mulai membiasakan diri untuk meletakkan sendok atau garpu sehingga kita bisa benar-benar mengunyah makanan dengan baik sebelum menyuapkan lagi makanan berikutnya.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi