Kurma dan Madu Bisa Memengaruhi Gula Darah?

kurma_doktersehat_1
Photo Source: Flickr/andypowe11

DokterSehat.Com– Dua bahan makanan yang cukup banyak dikonsumsi di bulan puasa adalah kurma dan madu. Kurma sering kali disajikan di waktu berbuka. Sementara itu, madu sering dikonsumsi saat sahur karena dianggap bisa membantu meningkatkan energi tubuh saat berpuasa. Sebenarnya, apakah kedua bahan makanan ini bisa memengaruhi kadar gula darah di dalam tubuh?

Dampak makan kurma dan madu bagi kondisi gula darah

Di bulan puasa, kita cenderung lebih sering mengonsumsi makanan dan minuman manis, khususnya saat berbuka puasa. Hal ini tentu akan menyebabkan kenaikan kadar gula darah dengan signifikan.

Bagi orang normal, hal ini mungkin akan menjadi sumber energi baru setelah seharian badan terasa lemas karena tidak mengonsumsi makanan dan minuman apapun, namun bagi mereka yang sudah mengalami kondisi diabetes atau pre-diabetes, lonjakan kadar gula darah tentu bisa memberikan dampak buruk.

Demi mencegah hal ini, banyak orang yang beralih dari makanan atau minuman manis ke madu dan kurma. Sebenarnya, apakah kurma dan madu memang tidak akan menyebabkan lonjakan kadar gula darah?

Berdasarkan sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal berjudul Nutrition, dihasilkan fakta bahwa kurma memang memiliki kandungan gula alami yang cukup tinggi. Karena alasan inilah kurma memiliki rasa manis yang cenderung pekat, namun buah ini memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga tidak akan menyebabkan kenaikan kadar gula darah dengan cepat.

Hal yang sama juga berlaku pada madu. Pakar kesehatan menyarankan madu sebagai pengganti gula. Meski sama-sama memiliki rasa yang manis, madu tidak akan menyebabkan lonjakan gula darah dengan cepat. Selain itu, nutrisi di dalamnya juga cukup tinggi sehingga baik bagi kesehatan.

Meskipun begitu, mereka yang menderita diabetes atau berada dalam kondisi pre-diabetes harus berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum mengonsumsi madu atau kurma demi mengetahui porsi yang aman bagi kondisinya.

Madu dan kurma juga bisa menurunkan kadar trigliserida darah

Banyak orang yang tidak tahu jika madu dan kurma bisa membantu penurunan kadar trigliserida darah. Hal ini tentu akan berpengaruh besar bagi keseimbangan kolesterol tubuh.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal berjudul Scientific World Journal, dihasilkan fakta bahwa rutin mengonsumsi madu bisa menurunkan kadar trigliserida di dalam drah hingga 11,19 persen. Sementara itu, penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry menghasilkan fakta bahwa rutin makan kurma bisa menurunkan kadar trigliserida hingga 8-15 persen.

Madu dan kurma bisa menambah energi

Anggapan yang menyebut madu dan kurma bisa membantu menambah energi tubuh, termasuk di bulan puasa memang benar. Hal ini disebabkan oleh keberadaan kalori dan gula alami di dalam madu dan gula yang bisa menjadi sumber energi tubuh.

Sebagai contoh, jika kita mengonsumsi satu sendok makan madu, maka kita sudah bisa mendapatkan 64 kalori dan 17 gr gula. Sementara itu, selain adanya gula alami fruktosa, kurma juga tinggi serat yang bisa membantu proses pelepasan energi lebih lambat. Hal ini tentu akan membuat tubuh terus berenergi dalam waktu yang lama.

Madu dan kurma tinggi nutrisi sehat

Kurma tinggi kandungan vitamin dan mineral. Sebagai contoh, kita bisa mendapatkan vitamin B yang baik bagi kesehatan pencernaan dan saraf. Di dalamnya juga terdapat kandungan mineral seperti mangan, kalsium, magnesium, dan zat besi yang bisa menambah energi tubuh.

Sementara itu, di dalam madu terdapat kandungan antioksidan seperti fenol dan asam flavonoid. Hal ini bisa membantu menyehatkan jantung dan pembuluh darah sekaligus meningkatkan sistem kekebalan tubuh.