Begini Dampak Makan Junk Food di Malam Hari

burger-cepat-saji-doktersehat

DokterSehat.Com– Junk food memang sangat nikmat untuk dikonsumsi kapan saja, namun banyak orang yang memilih untuk memakannya di malam hari karena di saat inilah mereka bisa mengonsumsinya bersama dengan teman-teman atau keluarga. Meskipun memiliki rasa yang enak, junk food sayangnya sudah dikenal luas sebagai salah satu makanan yang paling tidak sehat.

Rutin makan junk food telah terbukti mampu meningkatkan berat badan dengan signifikan. Selain itu, kandungan tidak sehat di dalamnya juga bisa meningkatkan kadar hormon stres di dalam tubuh. Keberadaan lemak dan kolesterol jahat yang sangat tinggi di dalam junk food juga akan menyebabkan efek buruk bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Dilansir dari Boldsky, selain lebih rentan terkena penyakit berbahaya, makan junk food di malam hari ternyata juga akan membuat kita lebih rentan untuk terkena masalah susah tidur. Hal ini disebabkan oleh tubuh yang harus bekerja keras mencerna lemak, kalori, dan berbagai nutrisi tidak sehat lainnya dari dalam makanan ini. Apalagi jika kita mengonsumsinya di larut malam, efek insomnia yang akan kita alami pun akan menjadi lebih parah.

Selain junk food, pakar kesehatan juga menyarankan kita untuk tidak mengonsumsi makanan manis di malam hari. Selain bisa menyebabkan kenaikan berat badan atau risiko terkena diabetes, mengonsumsi makanan manis juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan gigi dan mulut, apalagi jika kita cenderung malas untuk menyikat gigi sebelum tidur.

Pakar kesehatan menyebut junk food bisa menyebabkan banyak sekali efek buruk bagi kesehatan. Sebagai contoh, jika kita mengonsumsinya selama lima hari berturut-turut, maka organ liver kita akan mulai mengalami penurunan kecepatan dan sensitivitas kinerja dengan signifikan. Selain itu rutin mengonsumsinya juga akan mempengaruhi reaksi kimia di dalam tubuh, khususnya di dalam otak yang akhirnya berimbas pada gangguan memori.

Rajin makan junk food juga akan meningkatkan gangguan pencernaan seperti irritable bowel syndrome atau gastroesophageal reflux disease. Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar minyak, lemak jahat, dan kolesterol jahat yang ada di dalam makanan ini.