DokterSehat.Com– Menurut data yang berasal dari Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan RI pada 2013 lalu, dihasilkan fakta bahwa setidaknya 70 persen masyarakat Indonesia memiliki kadar kolesterol tinggi dalam tubuhnya. Kondisi ini diduga karena gaya hidup masyarakat Indonesia yang cenderung tidak sehat.

kolesterol-tes-doktersehat

Pakar kesehatan menyebut kolesterol tinggi sebagai kondisi saat kadar kolesterol jahat melebihi 100 mg/dL dan kolesterol baik kurang dari 60 mg/dL. Kondisi ini membuat pembuluh darah lebih rentan mengalami penyumbatan. Yang menjadi masalah adalah, tak hanya bisa menyebabkan penyakit jantung atau stroke, kondisi ini juga bisa merusak kesehatan otak.

Sebuah penelitian yang dilakukan di California University, Amerika Serikat dan dipimpin oleh Charles deCarli menghasilkan fakta bahwa dari 74 orang dewasa yang dicek kondisi kadar amyloid di otaknya, mereka yang mengalami masalah kolesterol tinggi cenderung memiliki kadar amyloid lebih banyak. Padahal, amyloid terkait erat dengan risiko penyakit Alzheimer.

Penelitian lain yang dilakukan oleh dr. Roelof Smith yang berasal dari Leiden University Medical Center, belanda juga menghasilkan fakta bahwa mereka yang mengalami masalah kolesterol tinggi cenderung memiliki hasil tes kognitif yang lebih rendah jika dibandingkan dengan mereka yang memiliki kadar kolesterol yang normal. Menurut dr. Smith, kesehatan pembuluh darah ternyata terkait erat dengan fungsi neuro-kognitif.

Sebagaimana kita ketahui, kolesterol tinggi bisa berimbas pada datangnya stroke. Jika sampai hal ini terjadi, maka seseorang akan lebih rentan terkena kelumpuhan hingga hilangnya kemampuan fungsi berbagai anggota tubuh. Kita tentu sering melihat seseorang tak lagi bisa berbicara karena stroke, bukan?

Melihat adanya fakta ini, pastikan untuk selalu menjaga kadar kolesterol tubuh tetap normal demi mencegah datangnya berbagai masalah kesehatan yang berbahaya.