Terbit: 20 September 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Karena kesibukan, banyak orang yang terbiasa mandi di waktu malam hari. Mengingat suhu udara di Indonesia cenderung tetap hangat di malam hari, banyak orang yang tetap dengan santai berkeramas meski waktu sudah cukup larut. Sebenarnya, apakah berkeramas di malam hari bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan?

Dampak Sering Keramas di Malam Hari

Dampak Sering Keramas di Malam Hari

Sally-Ann Travers yang berasal dari Consultant Trichologist, The Cotswol Trichology Center and Theradome menyebut sering keramas di malam hari bisa memberikan kerugian bagi kondisi rambut. Risiko terkena kerusakan rambut pun akan lebih rentan terjadi. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan rambut menjadi lebih kusut setelah berkeramas akibat terangkatnya kutikula rambut.

Rambut yang basah dan tak kunjung dikeringkan juga cenderung membuat jamur lebih memungkinkan untuk tumbuh dan berkembang. Jika sampai hal ini terjadi, maka kulit kepala pun bisa mengalami masalah ketombe. Masalahnya adalah jika kita kemudian tidur dengan kondisi jamur sudah mulai berkembang, bisa jadi akan menyebabkan gangguan pernapasan, alergi, hingga masalah rhinitis.

Lantas, apakah kita sebaiknya tidak keramas di malam hari? Travers menyebut hal ini boleh-boleh saja dilakukan, namun pastikan bahwa sebelum beranjak tidur rambut sudah berada dalam kondisi kering sehingga rambut pun akan tetap terjaga kondisinya.

Berbagai Hal yang Bisa Menyebabkan Rambut Rusak

Selain sering berkeramas di malam hari, pakar kesehatan menyebut ada beberapa hal yang bisa membuat rambut menjadi lebih mudah rusak.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

Berikut adalah berbagai penyebab kerusakan rambut tersebut.

  1. Tidur Saat Rambut Masih Basah

Mandi bisa membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks. Kita pun akan mudah mengantuk dan tertidur dengan lelap jika melakukannya di malam hari. Hanya saja, jika kita tidur saat rambut masih berada dalam kondisi basah, bisa jadi hal ini akan menyebabkan kerusakan rambut.

Ted Gibson, seorang ahli rambut dari New York, Amerika Serikat menyebut gesekan antara rambut yang masih basah dengan sarung bantal bisa membuat lapisan terluar rambut, yakni kutikula terangkat dan akhirnya membuat rambut menjadi kasar, kering, dan kehilangan nutrisinya. Hal ini juga akan membuat rambut menjadi kusut, sulit disisir, dan berminyak.

  1. Menyisir Rambut Saat Masih Dalam Kondisi Basah

Banyak orang yang masih terbiasa menyisir rambut saat kondisinya masih basah. Memang, rambut menjadi lebih mudah untuk diatur, namun kebiasaan ini akan membuat rambut lebih mudah rusak.

Pakar kesehatan menyebut rambut yang masih dalam kondisi basah berada dalam kondisi yang sangat lemah. Jika kita langsung menyisirnya, maka rambut akan lebih mudah mengalami kerontokan. Melihat fakta ini, sebaiknya kita mengeringkan rambut sebelum menyisirnya.

  1. Malas Memakai Pelembap Rambut

Sebenarnya, tidak semua orang terbiasa memakai produk pelembap rambut, namun jika kita memiliki rambut yang cenderung kering, sebaiknya memakai produk ini demi menjaga kondisi rambut. Pelembab rambut yang bisa dipakai adalah sejenis kondisioner atau minyak kelapa. Kita bisa memakainya di malam hari dan membiarkannya mengering sebelum beranjak tidur.

  1. Malas Menyisir Rambut

Meski rambut kita mudah diatur atau pendek, sebaiknya jangan malas untuk menyisirnya karena menyisir rambut bisa membantu merangsang produksi minyak alami pada rambut. Hal ini tentu bisa mencegah masalah rambut kering.

  1. Sembarangan Memakai Ikat Rambut

Memakai ikat rambut terlalu kencang bisa memicu kerontokan. Jika kita tetap memakainya saat tidur, maka rambut akan lebih mudah rusak dan rontok.

 

Sumber:

  1. 2019. Here is why you need to rethink your decision to wash your hair at night. timesofindia.indiatimes.com/life-style/health-fitness/health-news/here-is-why-you-need-to-rethink-your-decision-to-wash-your-hair-at-night/photostory/71203372.cms. (Diakses pada 20 September 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi